Nasional

Tabung Merah Putih Disiapkan Jadi Pengganti LPG 3 Kg, Prototipe Mulai Diuji Juli 2026

Interaksinews.id, Jakarta — Pemerintah mulai mempersiapkan Tabung Merah Putih sebagai pengganti LPG 3 kilogram (kg) atau yang selama ini dikenal masyarakat sebagai Gas Melon. Tabung berbasis compressed natural gas (CNG) tersebut kini memasuki tahap pembuatan prototipe sebelum diuji dari sisi keamanan dan kelayakan penggunaan untuk rumah tangga.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Laode Sulaiman, mengatakan nama Tabung Merah Putih sebelumnya telah diperkenalkan oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebagai identitas tabung CNG yang akan digunakan masyarakat.

Pemerintah menargetkan pengembangan teknologi ini dapat menjadi solusi energi rumah tangga yang lebih efisien sekaligus mengurangi beban subsidi energi tanpa membebani masyarakat.

Tabung Merah Putih Mulai Masuk Tahap Pengujian

Laode menjelaskan proses pembuatan prototipe akan dimulai pada Juli 2026. Sebanyak sekitar 15 unit prototipe disiapkan untuk menjalani berbagai pengujian teknis di Laboratorium Lemigas.

Menurutnya, pengujian dilakukan untuk memastikan seluruh komponen memenuhi standar keselamatan sebelum digunakan secara luas oleh masyarakat.

“Pak Menteri kan kemarin ngomong namanya Tabung Merah Putih,” ujar Laode.

Ia menambahkan bahwa seluruh prototipe yang digunakan saat ini masih didatangkan dari China sebagai bagian dari tahap awal pengembangan teknologi.

Tahapan pengujian mencakup:

  • Ketahanan terhadap tekanan tinggi.
  • Kinerja sistem katup (valve).
  • Keamanan tabung saat digunakan.
  • Daya tahan material komposit.
  • Standar keselamatan operasional.

Pemerintah menegaskan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama sebelum program diterapkan secara bertahap.

Keunggulan Tabung Merah Putih Dibanding LPG 3 Kg

Salah satu keunggulan utama Tabung Merah Putih adalah penggunaan material komposit dengan teknologi Type IV Composite Cylinder. Material tersebut membuat bobot tabung jauh lebih ringan dibanding tabung baja konvensional yang selama ini digunakan untuk LPG.

Laode mengatakan desain ringan tersebut sengaja dipilih agar masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, tetap nyaman saat membawa atau memindahkan tabung.

“Oleh karena itu kita harus membuat yang lebih ringan agar emak-emak nanti enggak merasa, oh ini kok penggantinya berat. Kita uji di Lemigas. Yang paling penting safety dari valve dan tabungnya seperti apa,” jelasnya.

Selain lebih ringan, tabung komposit juga memiliki sejumlah kelebihan lain, antara lain:

  • Tidak mudah berkarat.
  • Lebih tahan terhadap benturan tertentu.
  • Bobot lebih ringan.
  • Teknologi lebih modern.
  • Dirancang dengan standar keselamatan yang lebih tinggi.

Meski demikian, seluruh keunggulan tersebut masih harus dibuktikan melalui serangkaian pengujian sebelum diproduksi secara massal.

Harga Tabung Merah Putih Tetap Disamakan dengan LPG 3 Kg

Subsidi Energi Diperkirakan Turun Hingga 30 Persen

Pemerintah memastikan masyarakat tidak akan dibebani kenaikan biaya apabila nantinya Tabung Merah Putih resmi menggantikan LPG 3 kilogram.

Laode menyatakan simulasi yang dilakukan saat ini masih menggunakan harga yang sama dengan LPG subsidi.

“Sama, sama harganya (LPG 3 Kg). Sekarang simulasinya masih disamakan. Dengan disamakan pun subsidi bisa turun sampai dengan 30 persen,” katanya.

Apabila skema tersebut berhasil diterapkan, pemerintah memperkirakan efisiensi anggaran subsidi energi dapat mencapai sekitar 30 persen.

Kebijakan tersebut dinilai dapat memberikan dua manfaat sekaligus, yakni menjaga daya beli masyarakat serta meningkatkan efisiensi pengelolaan subsidi energi nasional.

Peluang Produksi Tabung Merah Putih di Indonesia

Pemerintah juga membuka peluang pembangunan pabrik Tabung Merah Putih di Indonesia apabila kebutuhan dalam negeri meningkat secara signifikan.

Saat ini seluruh tabung prototipe masih diproduksi di luar negeri. Namun, apabila permintaan semakin besar, pemerintah akan mendorong investor untuk membangun fasilitas produksi di Indonesia.

Menurut Laode, produksi dalam negeri akan memberikan nilai tambah bagi industri nasional sekaligus memperkuat rantai pasok peralatan energi.

Selain itu, implementasi program penggantian LPG menuju CNG akan dilakukan secara bertahap sesuai kesiapan infrastruktur distribusi gas di berbagai daerah.

Pemerintah akan berkoordinasi dengan SKK Migas dan berbagai pemangku kepentingan agar pasokan gas tetap tersedia ketika program mulai diterapkan.

Dengan pendekatan bertahap tersebut, diharapkan proses transisi menuju penggunaan CNG untuk rumah tangga dapat berjalan lebih aman, efektif, dan tidak mengganggu kebutuhan energi masyarakat.

Pengembangan Tabung Merah Putih menjadi langkah baru pemerintah dalam menyiapkan alternatif pengganti LPG 3 kilogram berbasis CNG yang lebih ringan, modern, dan efisien. Saat ini proyek tersebut masih memasuki tahap pembuatan prototipe dan pengujian keselamatan di Lemigas sebelum diproduksi secara massal.

Pemerintah memastikan harga Tabung Merah Putih tetap disamakan dengan LPG 3 kilogram sehingga masyarakat tidak terbebani biaya tambahan. Di sisi lain, penggunaan teknologi baru ini diharapkan mampu menekan subsidi energi hingga sekitar 30 persen sekaligus membuka peluang tumbuhnya industri manufaktur tabung CNG di Indonesia.


Artikel ini disusun berdasarkan informasi dan keterangan yang diterima redaksi. Setiap informasi telah disajikan secara proporsional untuk memberikan konteks kepada pembaca. Redaksi terbuka terhadap koreksi atau informasi tambahan apabila terdapat data yang perlu diperbarui.

Berita Terkait