JAKARTA, Interaksinews.id — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta Satgas Pangan segera turun ke lapangan untuk menjaga stabilitas harga minyak goreng menjelang Idul Adha 1447 Hijriah atau tahun 2026.
Permintaan itu disampaikan Amran di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap bahan pokok, termasuk minyak goreng, yang mulai mengalami kenaikan harga di sejumlah daerah.
Dalam jumpa pers terkait sektor pangan di Jakarta, Selasa, Amran menegaskan pemerintah tidak boleh membiarkan adanya permainan harga maupun gangguan distribusi minyak goreng di pasar.
“Satgas Pangan tolong turun ya, Satgas tolong turun ke lapangan jaga stabilitas harga minyak goreng,” kata Amran.
Menurutnya, pengawasan distribusi minyak goreng harus diperkuat melalui koordinasi bersama Kementerian Perdagangan, Badan Pangan Nasional (Bapanas), serta aparat penegak hukum di berbagai wilayah Indonesia.
Amran secara khusus meminta pengawasan terhadap produk Minyakita diperketat. Ia juga menegaskan bahwa pelanggaran distribusi maupun praktik kecurangan harus langsung ditindak tanpa kompromi.
“Minyak goreng nggak ada alasan naik. Kalau ditemukan pelanggaran, tindak. Nggak usah dikasih peringatan,” tegasnya.
Indonesia Pemasok Minyak Goreng Dunia
Amran menilai kenaikan harga minyak goreng di dalam negeri tidak masuk akal. Sebab, Indonesia merupakan salah satu pemasok utama minyak goreng dunia dengan kapasitas produksi domestik yang besar.
Ia mempertanyakan logika kenaikan harga di tengah pasokan nasional yang melimpah. Menurutnya, secara teori ekonomi, ketika suplai tinggi maka harga seharusnya tetap stabil atau bahkan menurun.
“Indonesia mensuplai minyak goreng dunia, kenapa naik?” ujar Amran.
Pernyataan itu sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah mulai memberi perhatian serius terhadap fluktuasi harga kebutuhan pokok menjelang hari besar keagamaan.
Kondisi tersebut juga menjadi perhatian masyarakat karena konsumsi rumah tangga biasanya meningkat menjelang Idul Adha, terutama untuk kebutuhan memasak dan usaha kuliner.
Aparat Diminta Bertindak Tegas
Amran menegaskan aparat penegak hukum tidak perlu terlalu memberi toleransi kepada pihak-pihak yang memainkan harga ataupun distribusi minyak goreng.
Menurut dia, masyarakat membutuhkan kepastian bahwa harga pangan tetap terjangkau, terutama di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi menjelang hari raya.
Ia juga mengingatkan pemerintah harus bergerak cepat tanpa terlalu lama melakukan pembahasan birokratis ketika harga kebutuhan pokok mulai melonjak di pasar tradisional.
Situasi ini dinilai penting karena stabilitas harga pangan menjadi salah satu indikator utama daya beli masyarakat.
Selain minyak goreng, pemerintah sebelumnya juga terus memantau harga komoditas lain seperti beras, cabai, gula pasir, hingga daging sapi menjelang Idul Adha.
Mentan Hubungi Kabareskrim Polri
Dalam keterangannya, Amran mengaku telah berkomunikasi langsung dengan pihak Kepolisian untuk memperketat pengawasan harga minyak goreng di daerah-daerah yang mengalami lonjakan harga.
Ia menyebut telah menghubungi Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri agar pengawasan distribusi pangan diperkuat di lapangan.
“Pak Kabareskrim saya sudah telepon, agar disampaikan di daerah-daerah yang minyak gorengnya naik,” kata Amran.
Langkah tersebut menunjukkan pemerintah mulai mengedepankan pendekatan pengawasan terpadu antara kementerian, aparat penegak hukum, dan Satgas Pangan untuk menjaga kestabilan pasar nasional.
Sementara itu, masyarakat diimbau tetap berbelanja secara bijak dan tidak melakukan panic buying yang dapat memicu gangguan distribusi di tingkat daerah.


















