BARRU – Pemerintah Kabupaten Barru menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pembangunan sektor pertanian sebagai bagian dari kontribusi daerah dalam mendukung program swasembada pangan nasional.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si. saat menerima kunjungan Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Dr. Ir. Muhammad Taufiq Ratule, M.Si., di Baruga Singkeru Adae, Rumah Jabatan Bupati Barru, Jumat (6/3/2026).
Pertemuan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat untuk mendorong peningkatan produksi pangan di Kabupaten Barru.
Dalam sambutannya, Bupati Barru menyampaikan apresiasi atas kunjungan Dirjen Hortikultura ke daerahnya. Ia berharap kunjungan tersebut dapat semakin memperkuat dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan sektor pertanian di Barru.
“Kami sangat berterima kasih atas kunjungan bapak Dirjen ke Kabupaten Barru. Apalagi kedatangannya di hari Jumat, di bulan suci Ramadan. Semoga ini menjadi pertanda baik dan membawa berkah bagi Barru, khususnya dalam upaya memperkuat sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan para petani,” ujar Bupati Ina Kartika Sari.
Pertanian Jadi Pilar Ekonomi Barru
Bupati Barru menegaskan bahwa sektor pertanian memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia menyebutkan bahwa capaian pertumbuhan ekonomi Kabupaten Barru yang mampu melampaui pertumbuhan ekonomi nasional tidak terlepas dari kontribusi sektor pertanian yang terus berkembang.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor pertanian masih menjadi salah satu penyumbang utama dalam struktur ekonomi Kabupaten Barru.
“Pertumbuhan ekonomi Barru yang melampaui pertumbuhan nasional tidak terlepas dari peran sektor pertanian. Karena itu, kami akan terus memperkuat pembangunan pertanian sebagai salah satu pilar utama pembangunan daerah,” tegasnya.
Kementan Dorong Percepatan Swasembada Pangan
Sementara itu, Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian RI, Muhammad Taufiq Ratule, menjelaskan bahwa kunjungannya ke Kabupaten Barru merupakan bagian dari tugasnya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Penanggung Jawab Program Swasembada Pangan Provinsi Sulawesi Selatan.
Ia bahkan menyebut Bupati Barru menjadi kepala daerah pertama yang ditemuinya sejak mendapatkan amanah tersebut.
“Bupati Barru adalah kepala daerah pertama yang saya temui sebagai Plt Swasembada Pangan Sulawesi Selatan. Ini menunjukkan komitmen kuat daerah dalam mendukung program swasembada pangan,” ungkapnya.
Menurutnya, pemerintah melalui Kementerian Pertanian saat ini tengah fokus mempercepat program swasembada pangan nasional melalui sejumlah langkah strategis.
Beberapa program utama yang sedang dijalankan antara lain penyediaan pompa air, optimalisasi lahan (oplah), program cetak sawah, serta peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT).
“LTT harus terus kita dorong meningkat karena ini menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan produksi pangan dan mencapai target swasembada,” jelasnya.
Peran Penyuluh dan Satgas Pertanian
Dirjen Hortikultura juga berpesan kepada para penyuluh pertanian yang kini berada di bawah koordinasi Kementerian Pertanian agar terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah.
Menurutnya, peran penyuluh sangat penting dalam mendampingi petani serta memastikan berbagai program pertanian dapat berjalan optimal di lapangan.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Barru beserta jajaran, para penyuluh pertanian, serta Satgas Swasembada Pangan yang selama ini aktif mendampingi petani dalam meningkatkan produksi pertanian di Kabupaten Barru.
Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para pelaku pertanian di lapangan, diharapkan target peningkatan produksi pangan nasional dapat tercapai sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

















