Ekonomi & BisnisSulawesi Selatan

Penumpang KA Makassar-Parepare Tembus 145 Ribu, Bukti Kereta Api Kian Diminati Warga Sulsel

Interaksinews.id, Makassar – Kereta api perlahan tetapi pasti mengubah pola mobilitas masyarakat Sulawesi Selatan. Jika sebelumnya perjalanan antardaerah lebih banyak bergantung pada transportasi darat berbasis jalan raya, kini kereta api mulai menjadi pilihan utama karena dinilai lebih aman, nyaman, dan efisien.

Hal itu tercermin dari pertumbuhan jumlah pelanggan KA Makassar-Parepare yang terus menunjukkan tren positif sepanjang 2026.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat sebanyak 145.735 pelanggan menggunakan layanan KA Makassar-Parepare pada periode Januari hingga Mei 2026. Angka tersebut meningkat 25,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 116.146 pelanggan.

Kenaikan ini menjadi sinyal kuat bahwa kehadiran transportasi publik berbasis rel semakin diterima masyarakat Sulawesi Selatan.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan pertumbuhan pelanggan merupakan indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api.

“Pertumbuhan pelanggan ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin memanfaatkan kereta api sebagai salah satu pilihan perjalanan. Kehadiran KA Makassar-Parepare turut memperkuat konektivitas antardaerah dan mendukung mobilitas masyarakat menuju berbagai pusat aktivitas,” ujar Anne dalam keterangan resminya.

Mei Jadi Bulan Tersibuk

Berdasarkan data KAI, Mei 2026 menjadi bulan dengan jumlah pelanggan tertinggi sepanjang tahun ini.

Pada bulan tersebut, KA Makassar-Parepare melayani 35.442 pelanggan.

Sementara secara akumulatif sejak mulai beroperasi pada 29 Oktober 2022 hingga 1 Juni 2026, layanan tersebut telah mengangkut 825.512 pelanggan.

Capaian tersebut tidak hanya mencerminkan keberhasilan operasional, tetapi juga menunjukkan perubahan perilaku masyarakat dalam memilih moda transportasi.

Menghubungkan Wilayah Strategis Sulawesi Selatan

Saat ini, KA Makassar-Parepare melayani jalur sepanjang sekitar 145 kilometer.

Lintasan tersebut menghubungkan sejumlah wilayah strategis, yakni:

  • Stasiun Mandai
  • Maros
  • Rammang-Rammang
  • Pangkajene
  • Labakkang
  • Ma’rang
  • Mandalle
  • Tanete Rilau
  • Barru
  • Garongkong

Setiap daerah memiliki karakter ekonomi yang berbeda.

Kabupaten Maros berkembang sebagai wilayah penyangga Kota Makassar sekaligus pintu gerbang transportasi udara Sulawesi Selatan. Sementara Kabupaten Pangkep dikenal sebagai kawasan perikanan, industri pengolahan, dan destinasi wisata unggulan.

Adapun Kabupaten Barru terus tumbuh melalui sektor perdagangan, jasa, serta aktivitas kepelabuhanan.

Keberadaan kereta api memperkuat keterhubungan antardaerah yang sebelumnya didominasi transportasi jalan raya.

Mobilitas yang lebih baik membuka akses masyarakat menuju pusat ekonomi, layanan pendidikan, kawasan wisata, hingga berbagai aktivitas sosial lainnya.

Menikmati Panorama UNESCO dari Balik Jendela Kereta

Tidak hanya menawarkan efisiensi perjalanan, KA Makassar-Parepare juga menghadirkan pengalaman wisata tersendiri.

Salah satu daya tarik utama sepanjang lintasan adalah kawasan Karst Maros-Pangkep, yang telah ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark.

Dari balik jendela kereta, penumpang dapat menikmati bentang alam perbukitan karst, hamparan sawah, kawasan pesisir, hingga aktivitas masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian, perikanan, perdagangan, dan jasa.

Potensi tersebut memperlihatkan bahwa kereta api bukan sekadar alat transportasi, tetapi juga bagian dari pengembangan pariwisata berkelanjutan di Sulawesi Selatan.

Menjawab Kebutuhan Transportasi Publik

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Sulawesi Selatan pada 2025 mencapai sekitar 9,56 juta jiwa.

Dengan pertumbuhan ekonomi yang ditopang sektor perdagangan, pertanian, industri pengolahan, perikanan, serta pariwisata, kebutuhan terhadap transportasi publik yang andal terus meningkat.

Dalam konteks yang lebih luas, pengembangan transportasi berbasis rel juga menjadi bagian dari pemerataan pembangunan nasional.

Selama ini, jaringan kereta api aktif masih terkonsentrasi di Pulau Jawa dan Sumatera. Kehadiran KA Makassar-Parepare menjadi langkah strategis untuk memperluas manfaat transportasi modern ke wilayah Indonesia timur.

Jalur sepanjang 145 kilometer yang telah beroperasi saat ini merupakan tahap awal pengembangan jaringan perkeretaapian di Pulau Sulawesi.

Anne menegaskan bahwa seluruh wilayah memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang melalui dukungan infrastruktur yang memadai.

“Setiap wilayah memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. Konektivitas yang semakin baik akan membantu masyarakat menjangkau lebih banyak peluang, memperkuat aktivitas ekonomi daerah, dan mendukung pemerataan pembangunan. KAI siap mendukung upaya pemerintah dalam memperluas manfaat transportasi perkeretaapian melalui penyediaan layanan yang aman, nyaman, dan andal bagi masyarakat,” tutup Anne.

Konektivitas yang Menggerakkan Pertumbuhan

Meningkatnya jumlah penumpang KA Makassar-Parepare menunjukkan bahwa masyarakat Sulawesi Selatan mulai beralih pada transportasi publik yang lebih efisien.

Di tengah kepadatan lalu lintas dan meningkatnya kebutuhan mobilitas, keberadaan kereta api menjadi solusi yang tidak hanya menghubungkan wilayah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru.

Jika tren positif ini terus berlanjut, KA Makassar-Parepare berpotensi menjadi tulang punggung transportasi publik Sulawesi Selatan pada masa depan.

No posts found


Artikel ini disusun berdasarkan informasi dan keterangan yang diterima redaksi. Setiap informasi telah disajikan secara proporsional untuk memberikan konteks kepada pembaca. Redaksi terbuka terhadap koreksi atau informasi tambahan apabila terdapat data yang perlu diperbarui.

Berita Terkait