Interaksinews.id, Parepare – Kepemimpinan Pemuda Panca Marga (PPM) Kota Parepare memasuki babak baru. Amarun Agung Hamka resmi dilantik sebagai Ketua Markas Cabang (Macab) PPM Parepare, Selasa (5/5/2026), dalam prosesi yang berlangsung di Auditorium BJ Habibie.
Pelantikan ini tidak sekadar seremonial. Kehadiran langsung Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, serta Ketua PPM Sulawesi Selatan, Abdul Hayat Gani, menandai pentingnya posisi strategis organisasi kepemudaan tersebut dalam ekosistem pembangunan daerah.
PPM Didorong Jadi Mitra Strategis Pemerintah
Ketua PPM Sulawesi Selatan, Abdul Hayat Gani, menegaskan bahwa organisasi ini tidak boleh berjalan sendiri. Ia menekankan pentingnya kolaborasi nyata dengan pemerintah.
“PPM harus hadir sebagai organisasi yang solid, menjaga semangat kebangsaan, serta mendukung program pembangunan di daerah,” tegasnya.
Pernyataan ini mengindikasikan pergeseran peran organisasi kepemudaan dari sekadar simbol historis menjadi aktor aktif dalam pembangunan.
Di tengah tantangan sosial dan dinamika generasi muda, PPM dituntut tidak hanya menjaga nilai-nilai kebangsaan, tetapi juga mampu beradaptasi dengan kebutuhan zaman.
Tasming Hamid Tekankan Sinergi dan Stabilitas Daerah
Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, memberikan sinyal kuat bahwa pemerintah membuka ruang kolaborasi yang luas. Ia berharap kepemimpinan baru mampu memperkuat hubungan antara organisasi dan pemerintah.
“Selamat mengemban amanah sebagai Ketua Macab Pemuda Panca Marga Kota Parepare. Kami berharap terbangun sinergi yang kuat dalam menjaga daerah tetap aman dan nyaman,” ujarnya.
Tasming juga menyoroti pentingnya persaudaraan dan kolaborasi lintas elemen. Menurutnya, organisasi pemuda memiliki posisi strategis dalam menjaga stabilitas sosial.
Dalam konteks ini, PPM bukan hanya organisasi, tetapi juga penjaga harmoni sosial dan katalis pembangunan daerah.
Tantangan dan Harapan di Bawah Kepemimpinan Baru
Menariknya, Amarun Agung Hamka bukan sosok asing di birokrasi. Ia juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kota Parepare. Posisi ganda ini membuka peluang besar, sekaligus tantangan.
Di satu sisi, ia memiliki akses langsung terhadap kebijakan dan arah pembangunan. Namun di sisi lain, publik akan menuntut konsistensi, profesionalisme, dan integritas dalam menjalankan dua peran strategis tersebut.
Dengan struktur kepemimpinan yang baru, PPM diharapkan mampu:
- Menguatkan peran pemuda dalam pembangunan daerah
- Mendorong program sosial berbasis masyarakat
- Menjadi jembatan antara pemerintah dan generasi muda
Momentum Konsolidasi Organisasi Pemuda
Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi konsolidasi internal organisasi. Di tengah derasnya arus digitalisasi dan perubahan sosial, organisasi seperti PPM harus mampu menjaga relevansi.
Bukan hanya aktif dalam kegiatan seremonial, tetapi juga hadir dengan program konkret yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Pelantikan hanyalah awal. Ujian sesungguhnya terletak pada implementasi program dan konsistensi gerakan organisasi.
Dengan kepemimpinan Amarun Agung Hamka, publik kini menanti: apakah PPM Parepare mampu bertransformasi menjadi organisasi modern yang progresif, atau tetap berada dalam pola lama yang stagnan.
Jawabannya akan terlihat dalam waktu dekat—melalui kerja nyata, bukan sekadar retorika.


















