Selain persoalan stok, warga juga menyebut adanya perbedaan harga ketika Pertalite diperoleh melalui penjual eceran botol.
Iwan mengatakan dirinya masih dapat memperoleh Pertalite dari penjual eceran di depan salah satu SPBU. Namun, harga yang dibayarkan disebut sedikit lebih tinggi dibandingkan kondisi yang biasa ia temui.
Penjualan BBM secara eceran selama ini menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat ketika membutuhkan bahan bakar tanpa harus mengantre di SPBU. Akan tetapi, ketika persediaan terbatas, harga yang ditawarkan pedagang eceran dapat menjadi pertimbangan tambahan bagi konsumen.
Kondisi ini membuat warga harus memperhatikan beberapa hal ketika mencari BBM, mulai dari lokasi penjualan, ketersediaan stok hingga harga yang harus dibayarkan.
Meski demikian, keluhan mengenai harga tersebut berasal dari pengalaman warga yang mendapatkan BBM secara eceran. Kondisi harga di setiap lokasi dapat berbeda dan tidak serta-merta menggambarkan harga di seluruh wilayah Parepare.
Pertamini dan pedagang eceran botol memiliki peran sebagai salah satu pilihan masyarakat untuk mendapatkan BBM dengan akses yang lebih dekat.
Lokasinya yang tersebar di berbagai kawasan membuat pengendara dapat membeli bahan bakar ketika tidak berada dekat dengan SPBU. Pilihan tersebut juga membantu warga yang membutuhkan BBM dalam jumlah tertentu untuk melanjutkan perjalanan.
Namun, kelangkaan Pertalite di Parepare juga disebut dirasakan pada tingkat penjualan eceran. Sejumlah Pertamini dan pedagang eceran dilaporkan tidak memiliki stok Pertalite.
Berkurangnya titik penjualan yang menyediakan BBM membuat pola masyarakat dalam mencari bahan bakar ikut berubah. Jika sebelumnya pengendara dapat menemukan Pertalite di sekitar lingkungan tempat tinggal atau sepanjang perjalanan, kini sebagian warga mengaku harus mencari lebih jauh.
Kondisi tersebut juga membuat pengendara dengan persediaan BBM terbatas perlu lebih berhati-hati dalam menentukan perjalanan. Mereka harus memperhitungkan kemungkinan tidak menemukan Pertalite di lokasi berikutnya.
Kelangkaan Pertalite di Parepare Jadi Keluhan Pengendara
Keluhan warga tersebut menjadi gambaran kondisi ketersediaan Pertalite yang dirasakan sebagian pengendara dalam beberapa hari terakhir.
Masyarakat pada dasarnya membutuhkan akses terhadap BBM yang mudah agar aktivitas seperti bekerja, berdagang, mengantar keluarga maupun bepergian antarkawasan tetap berjalan lancar.
Ketika stok di SPBU tidak tersedia dan penjual eceran juga mengalami kekosongan, pilihan bagi pengendara menjadi semakin terbatas.
Karena itu, warga berharap ketersediaan Pertalite di Kota Parepare dapat kembali normal. Dengan pasokan yang tersedia, masyarakat tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk mencari BBM dari satu kawasan ke kawasan lainnya.
Kondisi yang dikeluhkan warga menunjukkan bahwa persoalan ketersediaan BBM tidak hanya berkaitan dengan SPBU. Pertamini dan pedagang eceran yang selama ini menjadi alternatif juga disebut mengalami keterbatasan stok.
Bagi pengendara seperti Iwan, menemukan penjual yang masih memiliki Pertalite menjadi keberuntungan tersendiri. Terlebih, BBM tersebut baru ditemukan setelah ia mencari dari kawasan Lapadde hingga Soreang.
Masyarakat berharap pasokan Pertalite kembali tersedia secara normal di berbagai titik penjualan di Parepare. Dengan demikian, pengendara dapat memenuhi kebutuhan bahan bakar tanpa harus berkeliling terlalu jauh.
Hingga saat ini, keluhan yang disampaikan warga terutama berkaitan dengan sulitnya menemukan Pertalite di sejumlah lokasi. Kondisi tersebut menjadi perhatian bagi masyarakat yang setiap hari mengandalkan kendaraan untuk menjalankan berbagai aktivitas.
Keluhan mengenai kelangkaan Pertalite di Parepare juga menunjukkan pentingnya ketersediaan BBM bagi mobilitas masyarakat. Warga berharap kondisi stok segera kembali normal sehingga kebutuhan bahan bakar dapat terpenuhi dengan lebih mudah.
(MS Journal)

















