Parepare

Pemkot Parepare Gelar Salat Istisqa, Warga Diajak Berdoa Hadapi El Nino di Lapangan Andi Makkasau

Interaksinews.id, ParepareSalat Istisqa Parepare akan digelar pada Jumat, 4 September 2026, sebagai ikhtiar bersama menghadapi potensi kemarau dan kekeringan akibat dampak El Nino. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung di Lapangan Andi Makkasau mulai pukul 07.00 WITA hingga selesai.

Pemerintah Kota Parepare bersama Pengurus Daerah Dewan Masjid Indonesia (DMI), Kementerian Agama (Kemenag), dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Parepare menyiapkan pelaksanaan salat meminta hujan tersebut.

Keputusan itu muncul dalam rapat persiapan yang berlangsung pada Rabu, 26 Agustus 2026. Rapat melibatkan unsur Pemkot Parepare, Kemenag, MUI, DMI, serta sejumlah pihak terkait.

Salat Istisqa Parepare Digelar 4 September

Salat Istisqa Parepare menjadi bagian dari ikhtiar spiritual masyarakat untuk memohon turunnya hujan. Selain itu, kegiatan ini diharapkan memperkuat kepedulian warga terhadap kondisi lingkungan selama periode kemarau.

Ketua DMI Kota Parepare, Dr. (Cand) Andi Mulyadi, S.Sos., M.Si., mengatakan persiapan dilakukan setelah DMI menerima surat edaran dari Pengurus Pusat DMI yang ditandatangani HM Jusuf Kalla.

Menurut Andi Mulyadi, pemerintah daerah memberikan respons positif terhadap rencana tersebut. Setelah itu, DMI langsung berkoordinasi dengan sejumlah instansi dan organisasi keagamaan.

“Alhamdulillah, Pak Wali Kota sangat merespons kegiatan ini. Kami kemudian diarahkan untuk segera berkoordinasi dengan Kabag Kesra, Kemenag, MUI dan pihak terkait lainnya,” ujar Andi Mulyadi.

Ia menilai Salat Istisqa tidak hanya berkaitan dengan doa untuk meminta hujan. Kegiatan tersebut juga menjadi momentum membangun kebersamaan masyarakat dalam menghadapi kondisi lingkungan yang terdampak kemarau.

Dengan demikian, pelaksanaan salat diharapkan tidak hanya menjadi agenda keagamaan. Kegiatan ini juga menjadi ruang untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, ulama, organisasi keagamaan, dan masyarakat.

Pemkot Parepare Ajak ASN, Siswa dan Masyarakat

Kasi Bimas Islam Kemenag Kota Parepare, Dr. H. Hasan Basri, SH., MH., yang mewakili Kepala Kemenag, mengapresiasi rencana pelaksanaan salat meminta hujan tersebut.

Ia mengusulkan agar kegiatan melibatkan berbagai lapisan masyarakat. Menurutnya, keterlibatan yang lebih luas dapat memperkuat semangat kebersamaan dalam menghadapi kondisi kemarau.

“Semakin banyak masyarakat yang terlibat, semakin kuat semangat kebersamaan dalam ikhtiar ini. Karena itu, kami mengusulkan keterlibatan ASN, siswa, majelis taklim dan masyarakat secara luas,” katanya.

Usulan tersebut mendapat perhatian dalam persiapan kegiatan. Pemkot Parepare juga merencanakan imbauan kepada ASN, siswa, majelis taklim, serta masyarakat agar ikut berpartisipasi.

Pelibatan berbagai elemen masyarakat menjadi salah satu bagian penting dalam pelaksanaan Salat Istisqa Parepare. Dengan keterlibatan tersebut, kegiatan diharapkan berlangsung khidmat sekaligus mencerminkan semangat kebersamaan.

Sementara itu, Kabag Kesra Setda Kota Parepare, H. Nirwan, menyatakan kesiapan pemerintah daerah dalam mendukung kegiatan. Dukungan tersebut mencakup koordinasi teknis hingga penyediaan kebutuhan pelaksanaan.

Pemkot Parepare akan menyiapkan sejumlah perlengkapan. Di antaranya mimbar, sound system, spanduk, serta kebutuhan persuratan.

Imam, Khatib dan Munadi Salat Istisqa Parepare

Sekretaris MUI Kota Parepare, Dr. Islamul Haq, Lc., MA., menyarankan agar salat dilaksanakan pada pagi hari dengan mengenakan pakaian sederhana.

Menurutnya, kesederhanaan dan kekhusyukan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan salat meminta hujan. Masyarakat diharapkan datang dengan niat beribadah dan memohon keberkahan.

“Tujuan kita datang adalah melaksanakan salat dan berdoa memohon keberkahan serta hujan dari Allah. Karena itu, hendaknya dilaksanakan dengan penuh kesederhanaan dan kekhusyukan,” ujarnya.

Berdasarkan hasil rapat persiapan, panitia telah menetapkan sejumlah petugas untuk kegiatan tersebut.

H. Sudirman Semma, Imam Masjid Agung Parepare, ditetapkan sebagai imam Salat Istisqa. Sementara itu, khatib akan diisi Prof. Dr. Kyai Hannani, M.Ag.

Adapun tugas munadi akan diemban Hasanuddini, S.Sos., M.Sos., yang juga menjabat Ketua BKPRMI.

Penetapan imam, khatib, dan munadi tersebut menjadi bagian dari persiapan teknis agar kegiatan berjalan tertib. Seluruh unsur yang terlibat juga terus melakukan koordinasi menjelang pelaksanaan.

Persiapan Teknis dan Keterlibatan DMI

Selain menyiapkan perlengkapan kegiatan, Pemkot Parepare juga menyiapkan persuratan untuk mendukung koordinasi antarlembaga.

Wali Kota Parepare direncanakan mengeluarkan imbauan agar ASN, siswa, majelis taklim, dan masyarakat ikut menghadiri Salat Istisqa.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas partisipasi masyarakat. Terlebih, pelaksanaan kegiatan berlangsung di ruang terbuka yang dapat menampung berbagai elemen warga.

DMI Kota Parepare juga melibatkan sejumlah pengurus dalam persiapan. Mereka antara lain Dr. Abdullah, Dr. M. Saleh, Suardi, SH.I., M.Pd., Muh. Ali, Imran, S.Ag., MM., dan Andi Haris, SH., MH.

Koordinasi tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan seluruh kebutuhan kegiatan tersedia. Selain itu, sinergi antarlembaga diperlukan agar pelaksanaan salat berlangsung tertib dan khidmat.

Salat Istisqa Menjadi Ikhtiar Bersama Menghadapi El Nino

Potensi dampak El Nino menjadi salah satu latar belakang pelaksanaan Salat Istisqa Parepare. Fenomena tersebut dapat berkontribusi terhadap kondisi lebih kering dan meningkatkan risiko kemarau di sejumlah wilayah.

Dalam kondisi tersebut, masyarakat membutuhkan berbagai bentuk ikhtiar. Selain langkah teknis menghadapi dampak kekeringan, kegiatan keagamaan seperti Salat Istisqa menjadi bagian dari ikhtiar spiritual masyarakat.

DMI Kota Parepare berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat kepedulian warga. Pada saat yang sama, pelaksanaan salat diharapkan menjadi momentum mempererat hubungan antara pemerintah, ulama, organisasi keagamaan, dan masyarakat.

Salat Istisqa Parepare dijadwalkan berlangsung Jumat, 4 September 2026, pukul 07.00 WITA di Lapangan Andi Makkasau. Masyarakat yang hadir diharapkan mengikuti kegiatan dengan sederhana dan penuh kekhusyukan.

Pelaksanaan kegiatan juga menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam menghadapi persoalan yang berdampak pada kehidupan masyarakat. Pemerintah, lembaga keagamaan, dan warga dapat mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing.

Dengan koordinasi yang dilakukan sejak jauh hari, seluruh pihak berharap kegiatan berjalan lancar. Lebih dari itu, doa bersama diharapkan menjadi ikhtiar masyarakat untuk memohon turunnya hujan dan keberkahan bagi Kota Parepare.

Pada akhirnya, Salat Istisqa bukan hanya menjadi kegiatan ibadah bersama, tetapi juga simbol kepedulian dan kebersamaan masyarakat menghadapi kondisi lingkungan. (MS Journal)


Artikel ini disusun berdasarkan informasi dan keterangan yang diterima redaksi. Setiap informasi telah disajikan secara proporsional untuk memberikan konteks kepada pembaca. Redaksi terbuka terhadap koreksi atau informasi tambahan apabila terdapat data yang perlu diperbarui.

Berita Terkait