Interaksinews.id, Parepare — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Parepare menyapa Pelajar Siaga Demokrasi di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Parepare melalui kegiatan Sosialisasi Pengawasan dan Penegakan Hukum Pemilu, Kamis (27/8/2026).
Mengusung tema “Generasi Z Awasi Pemilu”, kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi bagi pelajar untuk mengenal pengawasan pemilu. Selain itu, peserta diajak memahami pentingnya peran generasi muda dalam menjaga proses demokrasi.
Sosialisasi menyasar siswa kelas XII MAN 2 Kota Parepare yang tergabung dalam program Pelajar Siaga Demokrasi. Program ini menjadi salah satu sarana untuk mengenalkan nilai pengawasan pemilu kepada calon pemilih muda.
Bawaslu Parepare Edukasi Pelajar tentang Pengawasan Pemilu
Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kota Parepare, Fadly Azis, hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut.
Ia menjelaskan bahwa generasi muda membutuhkan pemahaman yang baik mengenai pemilu. Pengetahuan tersebut penting agar mereka dapat berpartisipasi dan mengawasi proses demokrasi secara tepat.
“Generasi muda perlu memiliki pemahaman yang baik mengenai pemilu agar dapat ikut mengawasi proses demokrasi secara tepat,” ujar Fadly dalam keterangannya, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan berlangsung di Ruang Kelas XII Digital MAN 2 Kota Parepare. Rangkaian sosialisasi diawali dengan prates untuk mengukur pemahaman awal peserta.
Setelah itu, Fadly menyampaikan materi mengenai pengawasan dan penegakan hukum pemilu. Peserta kemudian mengikuti pascates untuk mengetahui perkembangan pemahaman setelah menerima materi.
Menurut Fadly, prates dan pascates memiliki fungsi penting dalam kegiatan edukasi tersebut. Hasil keduanya dapat memberikan gambaran mengenai perubahan pemahaman peserta.
“Prates dan pascates ini penting untuk melihat sejauh mana pemahaman peserta sebelum dan setelah mendapatkan materi,” kata Fadly.
Dengan metode tersebut, Bawaslu dapat melihat sejauh mana materi sosialisasi terserap oleh pelajar. Evaluasi juga membantu memberikan gambaran tentang efektivitas edukasi pengawasan pemilu.
Generasi Z Awasi Pemilu dengan Memahami Pelanggaran
Dalam pemaparannya, Fadly menjelaskan berbagai aspek mengenai Bawaslu. Ia juga membahas bentuk pelanggaran pemilu, mekanisme penanganan, hingga tindak pidana pemilu.
Materi tersebut diberikan agar Pelajar Siaga Demokrasi tidak hanya mengenal tugas Bawaslu, tetapi juga memahami tindakan yang dapat masuk kategori pelanggaran.
“Pelanggaran Pemilu adalah tindakan yang bertentangan, melanggar, atau tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai Pemilu,” jelas Fadly.
Ia menyebutkan sejumlah jenis pelanggaran yang perlu dipahami masyarakat. Jenis tersebut antara lain pelanggaran administratif, kode etik, tindak pidana, serta pelanggaran hukum lainnya.
Pemahaman tersebut menjadi penting bagi pemilih muda. Sebab, keterlibatan dalam demokrasi tidak hanya berkaitan dengan menggunakan hak pilih.
Generasi muda juga perlu memahami hak, kewajiban, aturan, dan mekanisme pengawasan pemilu. Dengan begitu, mereka dapat mengambil sikap berdasarkan informasi yang benar.
Generasi Z Awasi Pemilu dari Lingkungan Sekitar
Tema Generasi Z Awasi Pemilu juga menempatkan pelajar sebagai bagian dari ekosistem demokrasi. Mereka dapat berperan dengan meningkatkan literasi politik dan memahami aturan pemilu.
Peran tersebut dapat dimulai dari lingkungan terdekat. Pelajar dapat membangun kebiasaan memeriksa informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya.
Selain itu, pemilih muda perlu memahami batas antara partisipasi politik dan tindakan yang melanggar aturan. Pengetahuan tersebut dapat membantu mereka bersikap lebih kritis ketika menghadapi persoalan pemilu.
Dengan bekal itu, pelajar tidak sekadar menjadi pemilih. Mereka juga dapat berkembang menjadi generasi yang peduli terhadap kualitas proses demokrasi.
Bawaslu Jelaskan Mekanisme Pelaporan Pemilu
Selain jenis pelanggaran, peserta mendapat penjelasan mengenai mekanisme penyampaian laporan kepada Bawaslu. Materi tersebut mencakup syarat formal dan materiel yang harus dipenuhi dalam laporan.
Fadly menjelaskan bahwa masyarakat perlu memahami alur pelaporan ketika menemukan dugaan pelanggaran. Pemahaman prosedur membantu laporan diproses sesuai ketentuan yang berlaku.
“Penanganan pelanggaran antara lain melalui laporan dengan memenuhi syarat formal dan materiel, termasuk memahami alur pelaporan serta proses penyelesaian sengketa Pemilu,” terang Fadly.
Penjelasan tersebut menjadi bagian penting dalam edukasi kepada calon pemilih. Pelajar dapat mengetahui bahwa pengawasan pemilu membutuhkan informasi dan prosedur yang tepat.
Kegiatan juga tidak berhenti pada penyampaian materi. Setelah pemaparan, peserta mendapat kesempatan berdialog dan mengajukan pertanyaan mengenai berbagai persoalan pemilu.
Dialog membuat proses sosialisasi berlangsung lebih interaktif. Pelajar dapat menggali persoalan yang mereka temui sekaligus memperjelas materi yang belum dipahami.
Pelajar Siaga Demokrasi Jadi Bekal Pemilih Pemula
Kehadiran Bawaslu di MAN 2 Kota Parepare menjadi bagian dari upaya memperkenalkan pengawasan pemilu sejak bangku madrasah. Langkah tersebut menyasar pelajar yang akan memasuki fase sebagai pemilih pemula.
Fadly berharap peserta tidak hanya menguasai materi setelah mengikuti sosialisasi. Ia juga berharap pelajar mampu membangun sikap kritis dan ikut menjaga proses demokrasi.
“Kami berharap setelah mengikuti kegiatan ini, peserta tidak hanya memahami materi, tetapi juga mampu menjadi generasi yang kritis dan ikut menjaga proses demokrasi,” ujar Fadly.
Bagi siswa kelas XII, pemahaman mengenai pemilu memiliki arti strategis. Sebagian dari mereka akan segera menggunakan hak pilih dalam proses demokrasi.
Karena itu, literasi pemilu perlu dibangun sejak dini. Pemilih muda membutuhkan pengetahuan yang cukup agar dapat menggunakan hak politik secara bertanggung jawab.
Fadly menegaskan bahwa pemilih muda harus memahami hak dan kewajibannya. Pengetahuan tersebut menjadi dasar untuk berpartisipasi secara sadar dalam pemilu.
“Pemilih muda harus memahami hak dan kewajibannya agar dapat berpartisipasi secara bertanggung jawab dalam pemilu,” pungkas Fadly.
Program Pelajar Siaga Demokrasi di MAN 2 Kota Parepare menunjukkan bahwa pendidikan demokrasi dapat dimulai dari ruang kelas. Melalui tema Generasi Z Awasi Pemilu, pelajar diajak memahami bahwa demokrasi membutuhkan partisipasi sekaligus pengawasan. (MS Journal)

















