Interaksinews.id, Parepare — Aksi HMI Sektor Timur di depan Kantor DPRD Kota Parepare, Selasa (6/10/2026), berlangsung tertib hingga mahasiswa membubarkan diri. Sekitar 20 mahasiswa dari HMI Komisariat STAIN dan Bumi Harapan menyampaikan sejumlah aspirasi, terutama terkait kebijakan ritel modern di Kota Parepare.
Kapolres Parepare AKBP Phunky Mahendra Borniawan mengapresiasi jalannya aksi tersebut. Menurutnya, penyampaian pendapat secara tertib merupakan bagian penting dalam menjaga ruang demokrasi sekaligus mempertahankan keamanan dan kenyamanan masyarakat.
“Kami mengapresiasi mahasiswa yang telah menyampaikan aspirasinya dengan tertib. Penyampaian pendapat merupakan bagian dari kehidupan demokrasi, dan yang terpenting dapat berlangsung dengan tetap menjaga ketertiban serta menghormati kepentingan masyarakat lainnya,” ujar AKBP Phunky Mahendra Borniawan.
Aksi dimulai dari kawasan Gerbang Moderasi Kampus IAIN Parepare, Jalan H.A.M. Arsyad, Kelurahan Bukit Harapan, Kecamatan Soreang. Dari lokasi tersebut, mahasiswa bergerak menuju Kantor DPRD Kota Parepare di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Bumi Harapan, Kecamatan Bacukiki Barat.
Pergerakan mahasiswa mendapat pengawalan personel Polres Parepare. Pengamanan dilakukan sejak massa berkumpul, sepanjang jalur menuju gedung DPRD, hingga proses penyampaian aspirasi selesai.
Dalam aksinya, mahasiswa menggunakan pengeras suara serta membawa bendera HMI, pamflet, dan selebaran berisi tuntutan. Kebijakan mengenai ritel modern menjadi salah satu persoalan utama yang mereka soroti.
Mahasiswa meminta perubahan aturan terkait ritel modern ditinjau kembali. Mereka juga mendorong agar proses pembahasan kebijakan dilakukan secara terbuka sehingga masyarakat dapat mengetahui alasan dan dasar perubahan aturan tersebut.
Selain itu, mahasiswa meminta adanya tindakan terhadap ritel yang terbukti melanggar ketentuan. Mereka menilai pengawasan terhadap pelaksanaan aturan perlu berjalan agar kebijakan tidak hanya berhenti pada aspek regulasi.
Aspirasi juga diarahkan pada keterlibatan pelaku usaha kecil dalam pembahasan kebijakan. Mahasiswa mendorong agar pedagang kecil, pelaku UMKM, dan pengelola pasar tradisional ikut diperhatikan karena kebijakan ritel modern dapat memengaruhi persaingan usaha di tingkat lokal.
Dengan demikian, tuntutan yang disampaikan tidak hanya berkaitan dengan keberadaan ritel modern, tetapi juga menyangkut keseimbangan antara pertumbuhan usaha dan keberlangsungan pelaku ekonomi lokal.
Pengamanan Aksi HMI Sektor Timur Tetap Beri Ruang Aspirasi
Sebelum pengamanan berlangsung, Kabag Ops Polres Parepare Kompol Slamet Paryanto memberikan arahan kepada personel yang bertugas. Polisi kemudian melakukan pengamanan di titik awal massa, jalur pergerakan, hingga kawasan Kantor DPRD Parepare.
Pengamanan tersebut diarahkan untuk menjaga kondisi tetap aman tanpa menghalangi mahasiswa menyampaikan tuntutan. Pada saat yang sama, kepolisian memastikan aktivitas masyarakat dan pengguna jalan di sekitar lokasi tetap dapat berlangsung.
Kapolres Parepare menegaskan bahwa kehadiran polisi dalam aksi tidak ditujukan untuk membatasi substansi aspirasi mahasiswa. Menurutnya, tugas kepolisian adalah memastikan penyampaian pendapat dapat berlangsung dengan aman dan tertib.
“Tugas kami memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan kondusif. Aspirasi tetap menjadi hak mahasiswa untuk disampaikan, sementara kami menjaga agar pelaksanaannya tidak menimbulkan gangguan terhadap masyarakat maupun pengguna jalan,” katanya.
Pendekatan tersebut membuat mahasiswa tetap dapat menyampaikan kritik terhadap kebijakan yang mereka persoalkan. Sementara itu, personel kepolisian menjaga situasi di sekitar lokasi agar tidak berkembang menjadi gangguan keamanan.
Aksi dimulai sekitar pukul 09.41 Wita. Setelah sekitar satu setengah jam menyampaikan aspirasi, mahasiswa meninggalkan kawasan Kantor DPRD Parepare.
Kapolres menilai situasi tersebut menunjukkan bahwa penyampaian aspirasi dan pengamanan dapat berjalan beriringan selama seluruh pihak menghormati aturan serta kepentingan masyarakat.
“Kami berharap pola seperti ini dapat terus dipertahankan. Mahasiswa dapat menyampaikan kritik dan aspirasi secara konstruktif, sementara seluruh pihak bersama-sama menjaga situasi tetap aman,” ujar Phunky.
Aksi berakhir sekitar pukul 11.15 Wita. Tidak terdapat insiden yang mengganggu jalannya unjuk rasa maupun aktivitas masyarakat di sekitar gedung DPRD.
Personel Polres Parepare tetap melakukan pemantauan hingga seluruh mahasiswa meninggalkan lokasi. Setelah massa membubarkan diri, kondisi di sekitar Kantor DPRD Kota Parepare kembali kondusif.
Bagi kepolisian, ketertiban selama aksi menjadi bagian penting dalam memastikan hak menyampaikan pendapat tetap berjalan tanpa mengganggu keamanan publik.
Kapolres Parepare juga mengajak mahasiswa dan seluruh pihak menjaga komunikasi dalam menyikapi perbedaan pandangan terhadap suatu kebijakan.
“Mari kita jaga bersama Kota Parepare tetap aman. Perbedaan pandangan dalam menyikapi suatu kebijakan adalah hal yang wajar, tetapi penyampaiannya tetap harus dilakukan secara tertib dan bertanggung jawab,” kata Phunky.
Aksi HMI Sektor Timur tersebut akhirnya berlangsung damai. Mahasiswa dapat menyampaikan tuntutan mengenai kebijakan ritel modern, sementara situasi keamanan di sekitar Kantor DPRD Parepare tetap terjaga hingga seluruh rangkaian aksi selesai.
(MS Journal)















