Interaksinews.id, Parepare — Pemadaman listrik bergilir di Kota Parepare kembali menjadi sorotan. Sekitar 30 anggota MPC Pemuda Pancasila Parepare mendatangi kantor PLN UP3 Parepare di Jalan Veteran untuk mempertanyakan gangguan pasokan yang dinilai menghambat aktivitas masyarakat dan pelaku usaha.
Dipimpin Ketua MPC Pemuda Pancasila Parepare Fadly Agus Mante, massa meminta PLN memberikan informasi yang lebih jelas mengenai jadwal, wilayah, dan durasi pemadaman listrik.
“Kami meminta agar durasi pemadaman dapat dipersingkat. Pihak PLN juga harus mengambil langkah konkret menghadapi persoalan ini dan memberikan kepastian kepada masyarakat,” kata Fadly.
Menurut Pemuda Pancasila, persoalan tersebut tidak cukup diselesaikan dengan pemadaman bergilir. Kepastian informasi dan kecepatan pemulihan pasokan juga menjadi kebutuhan penting agar masyarakat dapat menyesuaikan aktivitasnya.
Mereka turut mendorong PLN mempercepat pemulihan listrik, melakukan pendataan pelanggan terdampak, serta membuka pembahasan mengenai kemungkinan kompensasi bagi masyarakat yang mengalami kerugian.
Menanggapi aspirasi tersebut, Manager PLN UP3 Parepare Muh. Akbar bersama jajarannya berdialog dengan perwakilan Pemuda Pancasila.
PLN menjelaskan, kondisi pasokan listrik dipengaruhi sejumlah kendala pada sistem pembangkit. Penurunan volume air di PLTA Poso dan Bakaru serta pemeliharaan PLTU di Kabupaten Jeneponto disebut ikut memengaruhi ketersediaan pasokan.
“Kami berupaya meminimalisir durasi waktu pemadaman dan akan menyampaikan sejumlah solusi kepada kantor wilayah,” ujar perwakilan PLN UP3 Parepare.
Selain itu, PLN menyatakan akan melakukan pendataan pelanggan yang terdampak melalui sosialisasi langsung maupun media sosial. Evaluasi kondisi kelistrikan juga terus dilakukan untuk menentukan langkah penanganan terhadap persoalan pasokan.
Persoalan ini menjadi penting karena dampak pemadaman tidak berhenti pada kebutuhan rumah tangga. Pelaku usaha, layanan publik, dan aktivitas ekonomi masyarakat juga membutuhkan pasokan listrik yang stabil.
Karena itu, Pemuda Pancasila meminta pemantauan durasi pemadaman di sejumlah wilayah dilakukan bersama PLN. Hasil pemantauan tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi sekaligus memastikan keluhan masyarakat mendapat tindak lanjut.
Dialog kedua pihak kemudian menghasilkan resolusi bersama. Sejumlah tuntutan Pemuda Pancasila akan ditindaklanjuti PLN sesuai hasil evaluasi dan kewenangannya.
Kini, perhatian masyarakat Parepare tertuju pada tindak lanjut PLN, terutama terkait pengurangan durasi pemadaman, transparansi informasi kepada pelanggan, serta langkah menjaga kestabilan pasokan listrik. (MS)














