Hukum & KriminalParepare

Polres Parepare Gencarkan Tertib Lalu Lintas, Orang Tua Diminta Waspada

Interaksinews.id, ParepareTertib lalu lintas Parepare terus menjadi perhatian Kepolisian Resor (Polres) Parepare. Kepolisian menggencarkan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat agar selalu mematuhi aturan lalu lintas saat berkendara di jalan raya.

Langkah tersebut dilakukan untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas sekaligus meminimalkan risiko fatalitas korban. Kepolisian juga memberikan perhatian khusus terhadap penggunaan kendaraan bermotor oleh anak yang belum cukup umur.

Kapolres Parepare AKBP Phunky Mahendra Borniawan mengingatkan orang tua agar tidak memberikan izin kepada anak di bawah umur untuk mengendarai kendaraan bermotor.

Menurutnya, anak yang belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) belum memenuhi persyaratan untuk berkendara secara legal. Selain itu, kondisi tersebut juga dapat meningkatkan risiko kecelakaan bagi anak maupun pengguna jalan lainnya.

“Ada beberapa poin utama yang perlu diterapkan dan kepada orang tua diimbau untuk tidak memberikan atau mengizinkan anak di bawah umur membawa kendaraan bermotor, baik untuk keperluan sekolah maupun aktivitas harian,” ujar Phunky Mahendra Borniawan.

Polres Parepare Soroti Anak di Bawah Umur Mengendarai Motor

Penggunaan sepeda motor oleh anak di bawah umur menjadi salah satu perhatian dalam upaya meningkatkan keselamatan lalu lintas Parepare. Kepolisian mengingatkan bahwa kendaraan bermotor membutuhkan kemampuan, kesiapan, serta kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.

Karena itu, orang tua memiliki peran penting dalam mencegah anak mengendarai kendaraan sebelum memenuhi persyaratan. Larangan tersebut bukan hanya berkaitan dengan kepatuhan hukum, tetapi juga menyangkut keselamatan anak dan pengguna jalan lainnya.

Polres Parepare mengimbau orang tua tidak memberikan atau mengizinkan anak membawa kendaraan bermotor untuk pergi ke sekolah maupun menjalankan aktivitas sehari-hari.

Kepolisian berharap langkah tersebut dapat mengurangi potensi kecelakaan yang melibatkan pengendara usia anak. Edukasi kepada keluarga juga menjadi bagian penting dalam membangun budaya keselamatan sejak dini.

Tertib Lalu Lintas Parepare Dimulai dari Kesadaran Pengendara

Upaya membangun tertib lalu lintas Parepare tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian. Setiap pengguna jalan memiliki peran untuk menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.

Polres Parepare mengingatkan sejumlah ketentuan dasar yang perlu diperhatikan pengendara. Kepatuhan terhadap aturan tersebut diharapkan dapat mengurangi berbagai perilaku yang berpotensi memicu kecelakaan.

Beberapa hal yang menjadi perhatian antara lain:

  • Penggunaan helm berstandar SNI bagi pengendara dan penumpang sepeda motor.
  • Penggunaan sabuk pengaman bagi pengemudi dan penumpang kendaraan roda empat.
  • Tidak menggunakan ponsel saat mengemudikan kendaraan.
  • Tidak berkendara melebihi batas kecepatan.
  • Tidak melakukan aksi balap liar di jalan raya.
  • Memastikan kendaraan memiliki kelengkapan teknis sesuai ketentuan.
  • Menggunakan spion dan lampu utama sebagaimana mestinya.
  • Tidak menggunakan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis atau knalpot brong.

Kepolisian menilai kepatuhan terhadap ketentuan tersebut dapat membantu menciptakan kondisi jalan yang lebih aman. Pengendara juga diharapkan tidak menganggap remeh pelanggaran yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Larangan Ponsel, Balap Liar, dan Knalpot Brong

Selain persoalan pengendara di bawah umur, Polres Parepare juga mengingatkan masyarakat mengenai sejumlah perilaku yang berisiko menimbulkan kecelakaan.

Penggunaan ponsel saat berkendara dapat mengganggu konsentrasi pengemudi. Karena itu, masyarakat diminta tidak menggunakan perangkat tersebut ketika sedang mengemudikan kendaraan.

Kepolisian juga mengingatkan pengendara agar tidak memacu kendaraan secara berlebihan. Kecepatan yang tidak terkendali dapat mempersempit waktu pengendara untuk merespons situasi yang muncul secara tiba-tiba di jalan.

Balap liar juga menjadi perilaku yang mendapat perhatian. Aktivitas tersebut tidak hanya mengganggu pengguna jalan lain, tetapi juga dapat menimbulkan risiko kecelakaan dengan dampak serius.

Hal serupa berlaku terhadap penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis. Polres Parepare mengingatkan masyarakat agar menggunakan perlengkapan kendaraan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab kita bersama. Anak-anak adalah masa depan kita, jangan biarkan nyawa mereka terancam di jalanan hanya karena kelalaian kita memberikan izin berkendara sebelum waktunya,” tegas Kapolres Parepare.

Satlantas Perkuat Edukasi ke Sekolah

Polres Parepare melalui Satuan Lalu Lintas (Satlantas) akan terus mengedepankan langkah preemtif dan preventif dalam membangun kesadaran masyarakat.

Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi ke sekolah-sekolah. Edukasi menyasar pelajar agar memahami pentingnya keselamatan serta risiko mengendarai kendaraan bermotor sebelum memenuhi persyaratan.

Pendekatan edukatif tersebut berjalan berdampingan dengan penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas. Kepolisian akan tetap melakukan tindakan sesuai ketentuan terhadap pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.

Dengan pendekatan tersebut, kepolisian tidak hanya berfokus pada penindakan setelah pelanggaran terjadi. Pencegahan dan peningkatan kesadaran masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan budaya tertib berlalu lintas.

Di sisi lain, masyarakat juga diharapkan aktif mengingatkan anggota keluarga dan lingkungan sekitar untuk mematuhi aturan. Kesadaran tersebut penting karena keselamatan di jalan bergantung pada perilaku seluruh pengguna jalan.

Masyarakat Diajak Wujudkan Kamseltibcarlantas

Polres Parepare mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menciptakan kamseltibcarlantas, yaitu keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.

Ajakan tersebut mencakup seluruh pengguna jalan, mulai dari pengendara sepeda motor, pengemudi kendaraan roda empat, pelajar, orang tua, hingga masyarakat umum.

Peran orang tua menjadi sangat penting dalam mencegah anak di bawah umur mengendarai kendaraan bermotor. Pengawasan keluarga dapat menjadi langkah awal untuk mengurangi risiko kecelakaan yang melibatkan pelajar.

Sementara itu, pengendara dewasa diharapkan menjadi contoh dengan mematuhi aturan. Penggunaan helm, sabuk pengaman, kepatuhan terhadap batas kecepatan, serta larangan menggunakan ponsel saat berkendara merupakan bagian dari kebiasaan keselamatan yang perlu diterapkan setiap hari.

Melalui sosialisasi, edukasi, pencegahan, dan penindakan, Polres Parepare berharap kesadaran masyarakat terhadap keselamatan jalan semakin meningkat.

Pada akhirnya, tertib lalu lintas Parepare membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Kepolisian, sekolah, keluarga, dan pengguna jalan memiliki peran masing-masing dalam menciptakan lingkungan lalu lintas yang lebih aman.

Keselamatan tidak cukup hanya mengandalkan aturan. Kepatuhan dan kesadaran setiap orang saat berada di jalan menjadi kunci untuk mencegah kecelakaan dan melindungi sesama pengguna jalan.

(MS Journal)


Artikel ini disusun berdasarkan informasi dan keterangan yang diterima redaksi. Setiap informasi telah disajikan secara proporsional untuk memberikan konteks kepada pembaca. Redaksi terbuka terhadap koreksi atau informasi tambahan apabila terdapat data yang perlu diperbarui.

Berita Terkait