Interaksinews.id, Parepare — Kirab obor IPHI Parepare menjadi salah satu cara keluarga besar Majelis Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kota Parepare menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Ratusan peserta mengikuti kirab sejauh 5 kilometer pada Minggu malam, 16 Agustus 2026. Mereka berjalan kaki membawa obor menyala sambil melantunkan salawat dan lagu bernuansa nasionalisme.
Kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan pemandangan cahaya obor di sepanjang jalan. Kirab juga mempertemukan unsur keluarga, organisasi, pemuda, relawan, dan masyarakat dalam suasana penuh kekeluargaan.
Kirab Obor IPHI Parepare Tempuh Rute 5 Kilometer
Peserta kirab obor IPHI Parepare memulai perjalanan dari pelataran Masjid Terapung di Jalan Mattirotasi, Kelurahan Cappa Galung, Kecamatan Bacukiki Barat.
Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, melepas langsung ratusan peserta sebelum rombongan bergerak menuju titik akhir perjalanan. Dari lokasi pemberangkatan, peserta menyusuri rute yang telah ditentukan hingga mencapai Alun-Alun Lapangan Andi Makkasau.
Rute tersebut membentang sekitar 5 kilometer. Peserta dari berbagai kelompok usia berjalan bersama dalam satu barisan dengan membawa obor yang tetap menyala sepanjang perjalanan.
Ketua Majelis IPHI Parepare, Sri Tanty Mariani Nasrah, memimpin langsung rombongan. Ia berjalan bersama jajaran pengurus IPHI dan keluarga besar organisasi hingga mencapai garis finis.
Setibanya di Alun-Alun Lapangan Andi Makkasau, rombongan mendapat sambutan dari Wakil Wali Kota Parepare, Hermanto.
Perjalanan tersebut membuat kirab memiliki makna tersendiri. Peserta tidak sekadar berpindah dari satu titik ke titik lain, tetapi membawa pesan tentang semangat perjuangan, persatuan, dan kebersamaan.
Cahaya Obor dan Salawat Warnai Perjalanan
Ada pemandangan berbeda saat rombongan kirab obor 5 kilometer melintas di sejumlah ruas jalan Kota Parepare.
Cahaya obor yang dibawa ratusan peserta membentuk barisan terang di tengah suasana malam. Pemandangan itu menarik perhatian warga yang berada di sepanjang rute perjalanan.
Namun, daya tarik kirab tidak hanya berasal dari cahaya obor. Rombongan juga melantunkan salawat yang diiringi musik rebana selama perjalanan.
Lantunan tersebut menghadirkan nuansa religius di tengah rangkaian peringatan kemerdekaan. Pada sejumlah bagian perjalanan, peserta juga menyanyikan lagu bernuansa nasionalisme.
Perpaduan antara salawat, rebana, lagu nasionalisme, dan cahaya obor membuat suasana kirab terasa berbeda. Semangat keagamaan berpadu dengan pesan kebangsaan dalam satu kegiatan.
Salawat Menjadi Penguat Semangat Peserta
Lantunan salawat menjadi salah satu unsur yang menjaga semangat peserta selama menempuh perjalanan.
Rombongan tidak hanya berjalan dalam keheningan malam. Suara rebana dan salawat terus mengiringi langkah peserta hingga mencapai garis finis.
Bagi keluarga besar IPHI Parepare, suasana tersebut memperkuat pesan bahwa perayaan kemerdekaan dapat berlangsung dengan semangat kebersamaan sekaligus menghadirkan nilai religius.
Kegiatan juga menunjukkan bahwa ruang publik dapat menjadi tempat bertemunya berbagai unsur masyarakat dalam suasana yang positif.
Obor Menjadi Simbol Semangat Perjuangan
Ketua Majelis IPHI Parepare, Sri Tanty Mariani Nasrah, mengatakan kirab obor menjadi bentuk kebersamaan keluarga besar IPHI dalam menyambut kemerdekaan.
“Ini menjadi bentuk kebersamaan keluarga besar IPHI Parepare dalam menyambut HUT Kemerdekaan RI. Obor yang kita bawa menjadi simbol semangat perjuangan dan cahaya kebersamaan yang terus kita jaga,” ujar Sri Tanty.
Menurutnya, semangat kemerdekaan tidak cukup hanya diperingati setiap tahun. Nilai perjuangan juga perlu diwariskan kepada generasi penerus melalui kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Karena itu, kirab diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air sekaligus mempererat persaudaraan.
Pesan tersebut terlihat dari keterlibatan peserta yang berasal dari berbagai kelompok usia. Mereka berjalan dalam satu barisan tanpa membedakan latar belakang.
Bagi IPHI Parepare, kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi antarkeluarga besar organisasi.
Tasming Hamid Nilai Kirab Bukan Sekadar Seremonial
Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kirab obor yang digelar Majelis IPHI Parepare.
Menurut Tasming, kegiatan tersebut memiliki makna lebih luas daripada sekadar rangkaian acara peringatan kemerdekaan.
Ia menilai kirab dapat menjadi sarana untuk kembali mengobarkan semangat ’45 sekaligus menanamkan nilai perjuangan kepada generasi penerus.
“Kegiatan ini bukan seremonial belaka, tetapi sarat makna dalam mengobarkan semangat ’45. Kami mengapresiasi Majelis IPHI Parepare yang ikut menyemarakkan HUT Kemerdekaan RI dengan kegiatan yang penuh semangat kebersamaan,” ujar Tasming.
Ia juga menilai partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Kegiatan seperti kirab obor dapat menjadi bentuk partisipasi positif masyarakat. Selain merayakan kemerdekaan, kegiatan tersebut juga dapat memperkuat persatuan, nasionalisme, dan kepedulian terhadap kehidupan bermasyarakat.
Libatkan ORARI, Pramuka hingga Tim Medis
Pelaksanaan kirab obor IPHI Parepare juga mendapat dukungan dari sejumlah unsur pendukung.
Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Parepare ikut berpartisipasi dalam kegiatan. Unsur Pramuka juga terlibat dalam mendukung rangkaian kirab.
Selain itu, Dinas Pemadam Kebakaran Parepare turut mengambil bagian. Dukungan pengamanan dan layanan kesehatan juga hadir melalui tim medis dari PSC 119 Dinas Kesehatan Parepare.
Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan berjalan dengan dukungan lintas elemen.
Dukungan tersebut juga penting karena peserta menempuh rute cukup panjang pada malam hari. Koordinasi antarpihak membantu menjaga kelancaran perjalanan hingga rombongan tiba di garis finis.
Tradisi Kemerdekaan IPHI Parepare Berlanjut
Kirab obor tahun ini bukan kali pertama Majelis IPHI Parepare menggelar kegiatan bernuansa kebangsaan.
Pada peringatan HUT Kemerdekaan RI tahun sebelumnya, keluarga besar IPHI Parepare juga menggelar kegiatan serupa. Saat itu, peserta membawa Bendera Merah Putih sepanjang 180 meter dengan menempuh rute sekitar 7 kilometer.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya IPHI Parepare untuk menjaga semangat perjuangan sekaligus menanamkan nilai persatuan dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Jika sebelumnya peserta membawa bendera berukuran panjang, tahun ini cahaya obor menjadi simbol utama. Perbedaan bentuk tersebut tetap membawa pesan yang sama, yakni menjaga semangat kebangsaan melalui keterlibatan langsung masyarakat.
Kirab juga memperlihatkan bahwa peringatan kemerdekaan dapat dikemas dengan pendekatan yang dekat dengan masyarakat.
Kesimpulannya, kirab obor IPHI Parepare bukan hanya perjalanan sejauh 5 kilometer. Kegiatan tersebut menghadirkan perpaduan antara semangat kemerdekaan, nilai religius, silaturahmi, dan kebersamaan.
Cahaya obor menjadi simbol perjuangan yang terus dijaga. Sementara salawat dan musik rebana memberikan warna religius dalam perjalanan.
Keterlibatan ORARI, Pramuka, Dinas Damkar, serta tim medis PSC 119 juga memperlihatkan dukungan berbagai unsur terhadap kegiatan tersebut.
Melalui kirab ini, keluarga besar IPHI Parepare kembali menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan dapat dirawat melalui kebersamaan dan partisipasi masyarakat.
Lebih dari sekadar seremoni, perjalanan 5 kilometer tersebut menjadi pengingat bahwa nilai perjuangan perlu terus diteruskan kepada generasi berikutnya. (MS Journal)
















