Interaksinews.id, Parepare — Kebakaran lahan di Parepare terjadi di tengah permukiman warga di Jalan Jenderal Ahmad Yani Km 4, Kelurahan Lapadde, Kecamatan Ujung, Senin (24/8/2026) pagi. Api membakar lahan sekitar 30×30 meter dan nyaris merembet ke rumah warga serta kompleks SMPN 4 Parepare.
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Parepare menerima laporan kebakaran sekitar pukul 08.20 Wita. Petugas kemudian bergerak menuju lokasi untuk mengendalikan kobaran api.
Sebanyak enam unit armada gabungan dikerahkan dalam proses pemadaman. Petugas menghadapi tantangan karena angin bertiup cukup kencang di sekitar lokasi kejadian.
Kabid Penanggulangan Kebakaran Dinas Damkar Parepare, Fransiskus, mengatakan petugas langsung melakukan penanganan setelah menerima laporan dari warga.
“Kami menerima laporan terjadi kebakaran lahan di dekat permukiman warga Lapadde. Setelah menerima laporan kami langsung ke lokasi dan melakukan pemadaman,” kata Fransiskus, Senin (24/8/2026).
Kebakaran Lahan Lapadde Nyaris Merembet ke Rumah Warga
Kebakaran lahan di Parepare tersebut terjadi di area yang berada dekat dengan permukiman. Kondisi itu membuat petugas harus bergerak cepat agar api tidak menjalar ke bangunan di sekitarnya.
Fransiskus mengatakan angin kencang menjadi salah satu kendala utama dalam proses pemadaman. Tiupan angin berpotensi mempercepat pergerakan api ke area lain.
“Tiupan angin kencang jadi kendala. Ada juga teman-teman dari Brigif, armada penembak 3, water supply 3,” ujar Fransiskus.
Menurut dia, area yang terbakar cukup luas. Petugas memperkirakan luas lahan yang terdampak mencapai sekitar 30×30 meter.
Kobaran api juga sempat menimbulkan kekhawatiran karena lokasinya berada di antara permukiman warga. Selain itu, kebakaran berada tidak jauh dari kompleks SMPN 4 Parepare.
“Cukup luas tadi itu kurang lebih 30×30 meter, dampaknya luar biasa tadi mengganggu jalan poros, khawatirnya terdampak ke rumah warga,” katanya.
Kondisi tersebut membuat proses pemadaman menjadi prioritas. Petugas berupaya memastikan api tidak meluas ke rumah-rumah yang berada di sekitar lokasi.
Damkar Parepare Kerahkan Enam Armada
Penanganan kebakaran lahan di Parepare melibatkan armada gabungan untuk mempercepat proses pemadaman. Dukungan personel dan kendaraan pemadam dibutuhkan karena api membakar lahan terbuka dengan area cukup luas.
Dari enam armada yang dikerahkan, sebagian berfungsi sebagai kendaraan pemadam dan pendukung pasokan air. Petugas juga menghadapi kondisi lapangan yang dipengaruhi hembusan angin.
Kecepatan respons menjadi faktor penting dalam mencegah api menjalar ke permukiman. Terlebih, lokasi kebakaran berada di kawasan yang cukup padat.
Selain mengancam rumah warga, kobaran api juga mengganggu aktivitas di sekitar Jalan Jenderal Ahmad Yani. Jalur tersebut menjadi salah satu akses penting bagi masyarakat di kawasan Lapadde.
Petugas kemudian melakukan pemadaman dan pendinginan pada area yang terbakar. Langkah tersebut diperlukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api setelah kobaran utama berhasil dikendalikan.
Kebakaran Lahan di Parepare Diduga Dipicu Puntung Rokok
Terkait penyebab kebakaran lahan di Parepare, petugas Damkar menerima informasi dari warga mengenai dugaan aktivitas sejumlah siswa di area tersebut.
Menurut informasi awal, siswa diduga berada di lahan tersebut saat jam sekolah. Mereka disebut merokok sebelum meninggalkan lokasi setelah mengetahui keberadaan guru.
Fransiskus mengatakan informasi tersebut masih perlu ditelusuri lebih lanjut. Dia menyarankan agar pihak sekolah memeriksa detail kejadian, termasuk guru piket yang bertugas pada hari itu.
“Seliweran warga katanya anak sekolah merokok dan buang puntung rokoknya. Lebih detail bagus mungkin ke SMPN 4 cek siapa guru yang melaksanakan piket pada hari ini,” tutur Fransiskus.
Dia menambahkan, informasi warga menyebut siswa tersebut membuang puntung rokok setelah didatangi guru. Namun, dugaan tersebut masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut dari pihak terkait.
Karena itu, penyebab kebakaran belum dapat disimpulkan secara final hanya berdasarkan informasi awal warga. Pihak sekolah dan pihak terkait perlu memastikan kronologi kejadian secara menyeluruh.
Siswa Disebut Diamankan untuk Dimintai Keterangan
Warga setempat, Rizki, mengatakan kebakaran diduga bermula ketika sejumlah siswa berada di lahan tersebut. Para siswa disebut bolos sekolah dan merokok di lokasi.
Menurut Rizki, situasi berubah ketika guru datang dan mengetahui aktivitas mereka. Siswa kemudian disebut panik dan meninggalkan lokasi.
“Kebakaran tersebut disebabkan anak-anak SMP bolos lalu merokok di lahan itu dia membuang rokoknya dan tidak dimatikan. Dilihat sama gurunya terus dibuang itu rokoknya, lari dia,” kata Rizki.
Rizki menyebut siswa yang bersangkutan kemudian diamankan. Mereka disebut menjalani pemeriksaan awal bersama pihak sekolah dan orang tua.
“Sementara diinterogasi dulu sama guru dan orang tuanya,” ujar Rizki.
Pemeriksaan tersebut penting untuk mengetahui kronologi sebenarnya. Langkah itu juga dapat memastikan apakah puntung rokok benar menjadi sumber api atau terdapat faktor lain yang memicu kebakaran.
Pentingnya Kewaspadaan di Tengah Cuaca Berangin
Kebakaran lahan terbuka dapat berkembang cepat ketika kondisi lingkungan mendukung. Angin kencang dapat mempercepat penyebaran api, terutama pada lahan dengan vegetasi atau material kering.
Peristiwa di Lapadde menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk tidak meninggalkan sumber api sembarangan. Puntung rokok, pembakaran sampah, maupun aktivitas lain yang menghasilkan api perlu mendapat perhatian khusus.
Pengawasan juga penting dilakukan di area kosong yang berada dekat permukiman. Lingkungan yang terlihat aman dapat berubah menjadi titik rawan kebakaran ketika terdapat material mudah terbakar.
Selain masyarakat, pengawasan terhadap aktivitas pelajar di luar lingkungan sekolah juga menjadi perhatian. Edukasi mengenai bahaya merokok dan membuang puntung rokok sembarangan perlu terus dilakukan.
Kesadaran mencegah kebakaran harus menjadi tanggung jawab bersama. Upaya pencegahan jauh lebih penting karena kebakaran di area padat penduduk dapat mengancam keselamatan warga dan menimbulkan kerugian besar. (MS Journal)
















