Interaksinews.id, Parepare — Pengajian Golkar Parepare kembali diaktifkan setelah sempat vakum sejak Pemilihan Wali Kota Parepare 2024. Ketua DPD Partai Golkar Parepare, Dr. Hj. Erna Rasyid Taufan, memastikan kegiatan tersebut kembali berlangsung mulai September 2026.
Erna menyampaikan pengajian rutin itu dijadwalkan mulai Jumat, 4 September 2026. Selanjutnya, kegiatan tersebut akan berlangsung setiap tanggal 4 dalam setiap bulan.
“Insya Allah tanggal 4 September kita mulai lagi. Jadi nanti tiap tanggal 4 jadwalnya,” kata Erna dalam keterangan tertulis melalui pesan elektronik, Sabtu, 22 Agustus 2026.
Pengaktifan kembali kegiatan keagamaan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kembali rutinitas pembinaan spiritual di lingkungan internal organisasi. Selain kader, keluarga besar Partai Golkar juga menjadi bagian dari peserta kegiatan.
Pengajian Golkar Parepare Kembali dengan Tema Keagamaan
Erna mengatakan pengajian akan menghadirkan ustaz dan ustazah dari Kota Parepare maupun luar daerah. Kehadiran sejumlah penceramah tersebut diharapkan memberikan variasi materi kepada peserta.
Tema yang dibahas nantinya juga beragam. Namun, Erna memberikan perhatian khusus pada materi yang berkaitan dengan pengelolaan kalbu atau hati.
Menurut Erna, aktivitas politik dapat menghadirkan berbagai dinamika. Perbedaan pandangan, persaingan, hingga tekanan dalam politik terkadang dapat memengaruhi kondisi emosional seseorang.
Karena itu, ia menilai kegiatan dakwah memiliki peran penting untuk menjaga keseimbangan batin. Pengajian diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat nilai keagamaan sekaligus menghadirkan suasana yang lebih menenangkan.
“Menggeluti politik itu sering membuat hati menjadi panas. Kita harapkan dakwah akan menyejukkannya,” ujar Erna.
Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan arah pembinaan yang ingin dibangun melalui kegiatan pengajian. Dakwah tidak hanya diarahkan untuk menambah pengetahuan agama, tetapi juga membantu peserta mengelola sikap dan hati dalam menghadapi dinamika kehidupan.
Erna sendiri memiliki latar belakang aktivitas dakwah. Ia juga menjabat sebagai Ketua Korps Muballigah Aisyiah Parepare.
Dengan latar tersebut, kegiatan pengajian menjadi salah satu sarana yang dapat digunakan untuk memperkuat pembinaan keagamaan. Terlebih, kegiatan tersebut kembali berjalan setelah cukup lama tidak dilaksanakan secara rutin.
Pengajian Internal Golkar, Masyarakat Tetap Boleh Hadir
Pada tahap awal, pengajian Golkar Parepare diperuntukkan bagi internal kader dan keluarga besar Partai Golkar. Namun, penyelenggara tetap memberikan ruang bagi masyarakat umum yang ingin mengikuti kegiatan tersebut.
Erna menegaskan kegiatan pengajian tidak membatasi kehadiran masyarakat yang memiliki keinginan untuk belajar dan mengikuti dakwah.
“Untuk pengajian, kita jelas terbuka. Siapa saja boleh ikut,” ujarnya.
Keterbukaan tersebut membuat kegiatan keagamaan ini tidak hanya menjadi ruang pembinaan bagi kader. Masyarakat juga dapat memanfaatkannya sebagai kesempatan untuk mengikuti kajian dan mendengarkan materi dari para ustaz maupun ustazah.
Dengan demikian, pengajian memiliki dua fungsi sekaligus. Di satu sisi, kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan internal organisasi. Di sisi lain, kegiatan dapat menjadi ruang interaksi keagamaan yang terbuka bagi masyarakat.
Jadwal Pengajian Golkar Parepare Mulai 4 September
Pelaksanaan perdana pengajian Golkar Parepare dijadwalkan pada 4 September 2026. Setelah itu, kegiatan direncanakan berlangsung setiap tanggal 4.
Adapun sejumlah gambaran kegiatan yang telah disampaikan Erna meliputi:
- Pengajian mulai kembali pada 4 September 2026.
- Kegiatan dijadwalkan setiap tanggal 4.
- Penceramah berasal dari Parepare maupun luar daerah.
- Materi pengajian akan membahas tema keagamaan yang beragam.
- Pengelolaan kalbu menjadi salah satu perhatian utama.
- Peserta berasal dari kader dan keluarga besar Partai Golkar.
- Masyarakat umum tetap diperbolehkan mengikuti pengajian.
Kehadiran penceramah dari berbagai daerah juga dapat memperkaya perspektif peserta. Materi yang beragam diharapkan membuat kegiatan tidak monoton dan tetap relevan dengan kebutuhan jamaah.
Selain itu, pengajian rutin dapat menjadi sarana untuk membangun kebiasaan positif. Konsistensi kegiatan setiap bulan menjadi faktor penting agar pembinaan keagamaan dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Dakwah Diharapkan Menyejukkan Dinamika Politik
Pengaktifan kembali kegiatan pengajian berlangsung dalam konteks pembinaan internal Partai Golkar Parepare. Namun, pesan yang disampaikan Erna memiliki cakupan lebih luas, terutama terkait hubungan antara aktivitas politik dan pembinaan spiritual.
Dinamika politik sering menghadirkan perbedaan kepentingan dan pandangan. Dalam situasi tersebut, penguatan nilai keagamaan dapat menjadi salah satu cara menjaga sikap agar tetap tenang dan proporsional.
Erna menekankan pentingnya pengelolaan kalbu karena aktivitas politik tidak hanya membutuhkan kemampuan membaca situasi. Pelaku politik juga perlu memiliki kemampuan mengendalikan emosi dan menjaga hubungan dengan orang lain.
Pendekatan tersebut membuat kegiatan pengajian tidak sekadar berorientasi pada rutinitas keagamaan. Kegiatan ini juga diarahkan untuk membangun suasana yang lebih sejuk di tengah dinamika organisasi dan kehidupan politik.
Bagi kader, nilai tersebut dapat diterapkan dalam aktivitas organisasi maupun interaksi sehari-hari. Sementara bagi masyarakat umum, pengajian dapat menjadi ruang untuk mendapatkan pembelajaran keagamaan sekaligus mempererat hubungan sosial.
Keterbukaan kepada masyarakat menjadi salah satu aspek penting dalam pelaksanaan kegiatan ini. Dengan memberikan kesempatan kepada siapa saja untuk hadir, pengajian dapat berkembang menjadi ruang dakwah yang lebih luas.
Pada akhirnya, pengaktifan kembali pengajian rutin diharapkan tidak hanya menjaga kesinambungan kegiatan keagamaan di lingkungan Partai Golkar Parepare. Kegiatan tersebut juga dapat menjadi sarana membangun suasana yang lebih teduh melalui dakwah dan pembinaan spiritual.
Erna memastikan kegiatan akan dimulai pada 4 September 2026. Selanjutnya, pengajian dijadwalkan berlangsung setiap tanggal 4 dengan menghadirkan penceramah dari Parepare maupun luar daerah.
Melalui kegiatan rutin tersebut, nilai keagamaan diharapkan dapat berjalan beriringan dengan aktivitas organisasi dan politik, sehingga tercipta ruang pembinaan yang lebih sejuk dan konstruktif. (MS Journal)
















