Interaksinews.id, Parepare — HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Parepare berlangsung khidmat di Lapangan Andi Makkasau, Senin (17/8/2026). Upacara tersebut mempertemukan unsur pemerintah daerah, Forkopimda, TNI-Polri, pelajar, Purna Paskibra, serta berbagai elemen masyarakat.
Wali Kota Parepare Tasming Hamid bertindak sebagai inspektur upacara. Kehadiran Wakil Wali Kota Parepare Hermanto P., Ketua DPRD Kota Parepare Kaharuddin Kadir, Kapolres Parepare AKBP Phunky Mahendra Borniawan, serta unsur lainnya memperlihatkan kuatnya keterlibatan lintas lembaga dalam peringatan kemerdekaan.
Upacara tahun ini tidak hanya menghadirkan prosesi kenegaraan. Kreativitas pelajar dan keterlibatan Purna Paskibra turut memberi warna tersendiri dalam suasana peringatan kemerdekaan di Lapangan Andi Makkasau.
Pelaksanaan upacara berlangsung sejak pagi. Detik-Detik Proklamasi dilaksanakan sekitar pukul 08.38 Wita dalam rangkaian peringatan kemerdekaan yang berlangsung serentak di berbagai daerah.
Wali Kota Parepare Tasming Hamid memimpin prosesi sebagai inspektur upacara. Rangkaian kegiatan berlangsung tertib dengan peserta mengikuti setiap tahapan penghormatan terhadap simbol negara.
Dari unsur kepolisian, Kapolres Parepare AKBP Phunky Mahendra Borniawan hadir bersama jajaran Forkopimda. Kehadirannya menjadi bagian dari keterlibatan Polres Parepare dalam agenda kenegaraan di wilayah Kota Parepare.
Sementara itu, Kasat Intelkam Polres Parepare AKP Burhanuddin dipercaya sebagai Komandan Upacara. Peran tersebut menempatkan personel Polres Parepare secara langsung dalam struktur pelaksanaan upacara.
HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Parepare Libatkan Purna Paskibra dan Pelajar
Salah satu pemandangan menarik dalam upacara HUT ke-81 RI Parepare terlihat dari keterlibatan 31 Purna Paskibra tahun 2025.
Mereka membentuk satu barisan untuk mengawal rangkaian pengibaran Bendera Merah Putih. Kehadiran para purna tersebut menjadi simbol kesinambungan antara generasi Paskibra sebelumnya dan petugas pengibar bendera tahun ini.
Pasukan pengibar bendera tahun 2026 terdiri dari 35 putra-putri terbaik daerah. Mereka menjalankan tugas dalam formasi yang telah disiapkan untuk mengiringi prosesi pengibaran Sang Merah Putih.
“Pasukan pengibar bendera tahun ini diikuti sebanyak 35 putra-putri terbaik daerah. Turut ikut sebanyak 31 purna Paskibra tahun 2025 dalam mengawal pengibaran bendera,” demikian disampaikan pembawa acara dalam rangkaian upacara.
Setelah prosesi pengibaran selesai, Purna Paskibra kembali bergabung dalam barisan. Ketiga kelompok tersebut kemudian bergerak meninggalkan lapangan secara beriringan.
Keterlibatan generasi muda juga terlihat setelah prosesi utama berakhir. Sejumlah pelajar Parepare tampil melalui paduan suara dan nyanyi solo untuk menghibur peserta upacara.
Kreativitas Pelajar Parepare Mendapat Apresiasi
Momen lain yang menarik perhatian terjadi ketika dua siswa SMK Muhammadiyah Kota Parepare, Muh. Chandra dan Muh. Charly, mendapat apresiasi dari Wali Kota Parepare.
Keduanya merupakan siswa kembar kelas X Teknik Audio Video (TAV). Chandra dan Charly dikenal dengan julukan “Si Kembar Tangan Ajaib” karena kemampuan mereka dalam menghasilkan karya gambar.
Dalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI, keduanya membuat gambar sosok Wali Kota Parepare. Karya tersebut kemudian dibingkai dan diserahkan kepada Tasming Hamid sebagai bagian dari apresiasi terhadap kreativitas pelajar.
Kepala SMK Muhammadiyah Kota Parepare A. Rifaldy Wijaya, S.Pd., Gr., turut mendukung lingkungan pendidikan yang menjadi tempat keduanya mengembangkan kemampuan.
Apresiasi terhadap Chandra dan Charly menunjukkan bahwa prestasi pelajar tidak hanya lahir dari bidang akademik. Seni, keterampilan, kreativitas, dan keberanian menampilkan karya juga menjadi bagian penting dari perkembangan generasi muda.
Kehadiran Ketua DPRD Kota Parepare Kaharuddin Kadir yang juga menjabat Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Parepare turut memperlihatkan keterlibatan unsur pendidikan dan organisasi masyarakat dalam momentum tersebut.
Makna Kemerdekaan dari Lapangan Andi Makkasau
Peringatan kemerdekaan tahun ini mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.” Tema tersebut menjadi pengingat bahwa kemerdekaan tidak hanya berkaitan dengan sejarah perjuangan bangsa.
Kemerdekaan juga memiliki makna dalam kehidupan masyarakat saat ini. Pemerintah daerah, aparat keamanan, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, pelaku usaha, dan warga memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang aman serta mendukung pembangunan.
Kehadiran Forkopimda dalam upacara di Lapangan Andi Makkasau memperlihatkan pentingnya koordinasi antarlembaga. Sinergi tersebut menjadi modal penting dalam menjaga ketertiban sekaligus mendukung berbagai agenda pembangunan Kota Parepare.
Bagi kepolisian, situasi keamanan yang kondusif memungkinkan masyarakat mengikuti rangkaian peringatan kemerdekaan dengan nyaman. Namun, tanggung jawab menjaga keamanan tentu tidak hanya berlangsung saat upacara.
Semangat kemerdekaan perlu diterjemahkan melalui persatuan, toleransi, gotong royong, kepedulian, dan penghormatan terhadap perbedaan. Nilai tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kota yang aman dan memiliki ruang bagi masyarakat untuk berkembang.
Dari sisi generasi muda, keterlibatan Purna Paskibra dan para pelajar memberikan pesan tersendiri. Mereka tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga mengambil peran melalui pengibaran bendera, pertunjukan seni, serta karya kreatif.
Sementara itu, apresiasi terhadap Chandra dan Charly memperlihatkan pentingnya memberikan ruang kepada pelajar untuk menunjukkan potensi. Dukungan seperti itu dapat menjadi motivasi bagi siswa lain untuk terus berkarya.
Pada akhirnya, HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Parepare bukan sekadar agenda tahunan. Upacara di Lapangan Andi Makkasau menjadi ruang yang mempertemukan pemerintah, aparat, pelajar, Purna Paskibra, organisasi masyarakat, dan warga dalam satu momentum kebangsaan.
Kehadiran Kapolres Parepare AKBP Phunky Mahendra Borniawan bersama Forkopimda memperkuat gambaran sinergi lintas lembaga. Di sisi lain, kreativitas pelajar dan keterlibatan generasi muda membuat peringatan kemerdekaan terasa lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.
Kemerdekaan pada akhirnya bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi juga tentang memastikan masa depan terus dibangun melalui persatuan, keamanan, pendidikan, kreativitas, dan gotong royong. (MS Journal)

















