Interaksinews.id, Makassar — Aksi menyampaikan pendapat di Makassar yang melibatkan sejumlah elemen mahasiswa, masyarakat, serikat pekerja, dan organisasi kemasyarakatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif pada Kamis (27/8/2026).
Polda Sulawesi Selatan bersama jajaran TNI dan sejumlah instansi terkait mengerahkan personel gabungan untuk mengawal kegiatan penyampaian aspirasi di berbagai titik Kota Makassar. Pengamanan tersebut bertujuan memastikan kegiatan berlangsung tertib tanpa mengganggu aktivitas masyarakat.
Sejumlah lokasi menjadi titik berkumpulnya peserta aksi. Di antaranya Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Kantor RRI Makassar, Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel, Kejaksaan Tinggi Sulsel, serta sejumlah kantor pemerintahan dan institusi lainnya.
Selain itu, pengamanan juga dilakukan di sekitar Polda Sulsel, Polrestabes Makassar, Kantor Dinas ESDM Sulsel, DPRD Sulsel, hingga sejumlah ruas Jalan AP Pettarani.
Pengamanan Aksi Menyampaikan Pendapat di Makassar
Polda Sulsel menempatkan personel di sejumlah lokasi yang menjadi titik kegiatan. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keamanan peserta aksi sekaligus memastikan masyarakat tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari.
Beberapa titik lain yang menjadi lokasi kegiatan antara lain kawasan Fly Over Makassar, pertigaan Jalan Sultan Alauddin–Jalan AP Pettarani, serta Kantor Dinas Tata Ruang dan Bangunan Kota Makassar.
Aksi juga berlangsung di sejumlah perbankan dan beberapa perusahaan. Karena itu, pengamanan tidak hanya berfokus pada lokasi utama kegiatan, tetapi juga mempertimbangkan kelancaran arus aktivitas masyarakat dan pengguna jalan.
Personel gabungan diarahkan untuk menjalankan tugas secara profesional dengan mengutamakan pencegahan. Pendekatan tersebut diharapkan dapat mencegah potensi gangguan sekaligus menjaga komunikasi antara aparat dan peserta aksi.
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol. Didik Supranoto, S.I.K., M.H., mengatakan pihaknya mengedepankan langkah preventif, persuasif, dan humanis selama pengamanan.
“Fokus kami adalah memberikan rasa aman, bukan hanya kepada peserta aksi, tetapi juga masyarakat umum yang tetap beraktivitas seperti biasa,” ujar Didik Supranoto.
Menurutnya, penyampaian aspirasi merupakan bagian dari kehidupan masyarakat. Karena itu, aparat berupaya memberikan pelayanan dan pengamanan dengan tetap menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum.
Pendekatan humanis menjadi salah satu perhatian dalam pelaksanaan pengamanan. Personel di lapangan diarahkan untuk mengutamakan komunikasi dan tindakan pencegahan sebelum mengambil langkah lain yang diperlukan.
Aksi Mahasiswa dan Masyarakat Berlangsung Tertib
Keterlibatan berbagai kelompok dalam aksi menyampaikan pendapat di Makassar membuat pengamanan harus dilakukan secara terkoordinasi. Polda Sulsel bersama TNI dan instansi terkait menjalankan pengamanan di sejumlah lokasi secara terpadu.
Keberadaan personel gabungan juga bertujuan menjaga situasi agar tetap terkendali. Dengan demikian, peserta aksi dapat menyampaikan aspirasi, sementara masyarakat umum tetap dapat beraktivitas.
Pengamanan tidak hanya menyasar peserta aksi, tetapi juga lingkungan sekitar lokasi kegiatan. Petugas turut memperhatikan kelancaran aktivitas warga dan kondisi lalu lintas di sejumlah ruas jalan yang berpotensi mengalami peningkatan kepadatan.
Kondisi tersebut penting karena beberapa lokasi aksi berada di kawasan yang memiliki aktivitas masyarakat cukup tinggi. Jalan AP Pettarani dan sejumlah kawasan strategis lainnya menjadi perhatian dalam pengamanan.
Selain menjaga ketertiban, aparat juga berupaya membangun komunikasi dengan berbagai pihak. Komunikasi tersebut menjadi bagian dari strategi untuk menjaga situasi tetap aman sepanjang kegiatan berlangsung.
Polda Sulsel berharap peserta aksi dapat menyampaikan aspirasi secara damai. Aparat juga mengingatkan seluruh pihak untuk mematuhi ketentuan hukum yang berlaku.
“Kami berharap seluruh rangkaian menyampaikan pendapat dapat berlangsung damai, tertib, dan sesuai dengan koridor hukum yang berlaku,” kata Didik.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pengamanan diarahkan untuk menciptakan ruang yang aman bagi penyampaian aspirasi. Pada saat yang sama, aparat tetap menjalankan tugas menjaga ketertiban umum.
Polda Sulsel Ajak Masyarakat Jaga Kamtibmas
Selain mengamankan kegiatan, Polda Sulsel mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat atau kamtibmas. Imbauan tersebut terutama ditujukan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang dapat memicu gangguan keamanan.
Sinergi antara aparat, peserta aksi, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga kondisi tetap kondusif. Setiap pihak memiliki peran untuk memastikan penyampaian aspirasi berlangsung secara damai.
Masyarakat juga diharapkan tetap menjaga ketenangan ketika berada di sekitar lokasi kegiatan. Dengan sikap saling menghormati, potensi gesekan dapat diminimalkan.
Pengamanan yang dilakukan secara humanis juga menjadi bagian dari upaya menjaga kepercayaan masyarakat. Aparat dituntut memberikan rasa aman tanpa mengabaikan hak warga dalam menyampaikan pendapat.
Pengamanan Humanis Jadi Prioritas
Pendekatan humanis dalam aksi menyampaikan pendapat di Makassar menempatkan komunikasi dan pencegahan sebagai bagian penting dari pengamanan. Personel tidak hanya hadir untuk menjaga lokasi, tetapi juga memberikan pelayanan kepada peserta dan masyarakat.
Langkah preventif dapat membantu mengantisipasi berbagai kemungkinan selama kegiatan. Sementara itu, pendekatan persuasif membuka ruang komunikasi antara petugas dengan peserta aksi.
Koordinasi lintas instansi juga memperkuat pengamanan di berbagai titik. Polda Sulsel bersama TNI dan instansi terkait dapat membagi tugas sesuai kondisi dan kebutuhan lapangan.
Dengan pola pengamanan tersebut, kegiatan penyampaian aspirasi di sejumlah lokasi Makassar pada Kamis (27/8/2026) dapat berlangsung aman dan tertib.
Situasi yang kondusif juga membantu masyarakat tetap menjalankan aktivitas tanpa gangguan berarti. Peserta aksi pun memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Pada akhirnya, keamanan selama kegiatan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat. Peserta aksi, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan memiliki peran yang sama dalam menjaga ketertiban.
Sinergi tersebut menjadi kunci agar penyampaian pendapat tetap menjadi sarana menyampaikan aspirasi secara damai. Di sisi lain, aktivitas masyarakat di Kota Makassar tetap dapat berjalan sebagaimana mestinya.
Kondisi aman dan kondusif selama kegiatan menunjukkan pentingnya koordinasi serta komunikasi antarpihak. Polda Sulsel pun terus mengajak masyarakat menjaga kamtibmas dan tidak mudah terpengaruh provokasi.
Dengan demikian, aksi menyampaikan pendapat di Makassar dapat berlangsung tertib dengan tetap menghormati hak masyarakat serta menjaga keamanan dan kenyamanan publik. (MS Journal)

















