PareparePendidikan & Tehnologi

Menelusuri Pahlawan Kemerdekaan di Balik Sejarah Nama Jalan Kota Parepare

Interaksinews.id, ParepareMenjelang peringatan HUT RI ke-81, sejarah perjuangan kemerdekaan dapat dikenang melalui banyak cara. Salah satunya dengan menelusuri sejarah nama jalan Kota Parepare yang menggunakan nama pahlawan, pejuang, tokoh masyarakat, bangsawan, dan tokoh bangsa.

Bagi masyarakat yang setiap hari melintasi jalan-jalan tersebut, nama pada papan jalan mungkin terlihat biasa. Padahal, di balik sejumlah nama itu terdapat cerita tentang keberanian, pengabdian, kepemimpinan, dan perjuangan yang menjadi bagian dari perjalanan Parepare dan kawasan Ajatappareng.

Karena itu, nama jalan tidak hanya menunjukkan alamat. Nama jalan juga dapat menjadi penanda sejarah yang membawa ingatan masyarakat dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Nama Jalan di Parepare Menyimpan Cerita Para Pejuang

Kota Parepare berkembang sebagai salah satu kawasan penting di pesisir barat Sulawesi Selatan. Aktivitas perdagangan, pemerintahan, pendidikan, dan kehidupan sosial membuat kota ini terus mengalami perubahan.

Namun, perkembangan tersebut tidak menghapus jejak masa lalu.

Sejumlah nama jalan justru menjadi pengingat terhadap tokoh yang pernah memberikan kontribusi besar bagi masyarakat. Nama mereka digunakan pada ruas jalan di berbagai kawasan kota.

Salah satu nama yang paling kuat dalam sejarah perjuangan adalah Andi Abdullah Bau Massepe.

Tokoh yang dikenal sebagai Letjen TNI Anumerta Andi Abdullah Bau Massepe tersebut merupakan Pahlawan Nasional Indonesia. Ia dikenal memiliki peran penting dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan di Sulawesi Selatan.

Namanya kemudian diabadikan sebagai Jalan Bau Massepe di Kota Parepare.

Ruas jalan tersebut menjadi bagian penting dari ruang kota sekaligus pengingat terhadap perjuangan masa lalu. Kehadiran kawasan Taman Makam Pahlawan Paccekke di sekitar jalur tersebut semakin memperkuat hubungan antara ruang perkotaan dan memori perjuangan.

Bagi generasi sekarang, nama Bau Massepe dapat menjadi pintu masuk untuk mengenal kembali sejarah perjuangan masyarakat Sulawesi Selatan.

Jejak Andi Makkasau dalam Sejarah Kota Parepare

Selain Bau Massepe, nama Andi Makkasau Parenrengi Lawawo juga memiliki tempat penting dalam sejarah kawasan Parepare dan Ajatappareng.

Andi Makkasau dikenal sebagai Datu Kerajaan Suppa dan tokoh perjuangan dari kawasan tersebut. Perlawanan terhadap kekuatan kolonial menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.

Untuk mengenang sosok tersebut, namanya digunakan sebagai Jalan Andi Makkasau dan Jalan Andi Makkasau Timur di wilayah Kecamatan Soreang.

Pengabadian nama tersebut juga menunjukkan bahwa sejarah Kota Parepare tidak dapat dipisahkan dari sejarah kerajaan dan masyarakat di kawasan Ajatappareng.

Nama Andi Makkasau bahkan tidak hanya digunakan pada ruas jalan. Namanya juga melekat pada rumah sakit umum daerah yang menjadi salah satu fasilitas kesehatan penting di Parepare.

Dengan demikian, masyarakat dapat menemukan nama tokoh tersebut dalam berbagai ruang publik.

Dari Pahlawan Perjuangan hingga Tokoh Bangsa

Sejarah Nama Jalan Parepare Merekam Banyak Tokoh

Sejarah nama jalan Parepare tidak hanya berisi nama pejuang yang terlibat dalam perlawanan bersenjata.

Ruang kota juga mengabadikan nama tokoh bangsa yang memiliki kontribusi dalam bidang teknologi, pemerintahan, pendidikan, sosial, dan pembangunan.

Salah satunya adalah Bacharuddin Jusuf Habibie atau B.J. Habibie.

Parepare memiliki hubungan khusus dengan Presiden ketiga Republik Indonesia tersebut karena menjadi kota kelahirannya. Karena itu, nama B.J. Habibie memiliki posisi penting dalam identitas kota.

Nama B.J. Habibie kemudian digunakan pada salah satu ruas jalan protokol Parepare.

Penghormatan tersebut juga terlihat melalui sejumlah landmark kota yang berkaitan dengan sosok Habibie dan Ainun. Salah satunya adalah Monumen Cinta Sejati Habibie Ainun.

Nama B.J. Habibie menunjukkan bahwa penghormatan terhadap tokoh tidak hanya diberikan kepada mereka yang berjuang dalam peperangan. Kontribusi melalui ilmu pengetahuan, teknologi, pemerintahan, dan pembangunan juga menjadi bagian dari perjalanan bangsa.

Lasinrang, Lasiming, dan Tokoh Pejuang Lokal

Jejak perjuangan juga dapat ditemukan melalui nama-nama tokoh lokal yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.

Jalan Lasinrang mengambil nama La Sinrang atau Petta La Sinrang, tokoh perjuangan yang berasal dari wilayah Kerajaan Sawitto.

La Sinrang dikenal sebagai tokoh yang melakukan perlawanan terhadap ekspansi kolonial Belanda di kawasan Ajatappareng pada awal abad ke-20.

Kisah tersebut kemudian menjadi bagian dari ingatan sejarah masyarakat Sulawesi Selatan. Namanya yang digunakan sebagai nama jalan membuat sosok La Sinrang tetap hadir dalam ruang kehidupan masyarakat.

Selain Lasinrang, terdapat Jalan Lasiming.

Nama tersebut dikaitkan dengan sosok Simeng yang dikenal dengan sebutan Lasiming. Dalam kisah masyarakat dan keluarga, Lasiming dikenal sebagai pejuang yang gigih mempertahankan wilayahnya.

Cerita tentang perjuangannya memperlihatkan bahwa perlawanan terhadap penjajahan tidak hanya dilakukan oleh tokoh yang tercatat dalam sejarah nasional. Banyak masyarakat lokal turut mengambil risiko untuk mempertahankan tanah kelahiran mereka.

Nama Bangsawan dan Pemuka Masyarakat dalam Ruang Kota

Sejumlah jalan di Parepare juga menggunakan nama bangsawan dan pemuka masyarakat yang memiliki peran dalam sejarah sosial kawasan Ajatappareng.

Jalan Lahalede merupakan salah satunya. Nama tersebut merujuk kepada La Hale De atau La Halede, tokoh bangsawan yang dikenal memiliki kaitan dengan perjuangan di kawasan tersebut.

Kemudian terdapat Jalan Pettana Rajeng yang mengabadikan nama dan gelar bangsawan yang memiliki kaitan dengan kepemimpinan tradisional di wilayah Parepare dan Soreang.

Nama Jalan Sulolipu juga membawa jejak sejarah kepemimpinan masyarakat Bugis. Arung Sulolipu dikenal sebagai tokoh bangsawan yang memiliki peran dalam kehidupan masyarakat pada masanya.

Sementara itu, Jalan Ambo Matti mengenang tokoh yang dikenal sebagai pejuang sekaligus pemuka masyarakat.

Nama-nama tersebut memperlihatkan bahwa sejarah Parepare tidak hanya dibentuk oleh satu kelompok. Perjalanan kota juga dipengaruhi tokoh adat, bangsawan, pemuka agama, pejuang, dan masyarakat yang berkontribusi pada zamannya.

H.M. Arsyad dan Andi Sapada

Nama Jalan H.M. Arsyad juga menjadi bagian dari lanskap sejarah Kota Parepare.

Haji Muhammad Arsyad dikenal sebagai tokoh masyarakat dan pemuka agama yang memiliki kontribusi dalam kehidupan sosial serta keagamaan.

Namanya digunakan pada salah satu jalur penting di bagian utara kota yang menghubungkan Parepare dengan arah Pinrang.

Sementara itu, terdapat Jalan Andi Sapada di Kelurahan Sumpang Minangae, Kecamatan Bacukiki Barat.

Andi Sapada dikenal sebagai tokoh bangsawan sekaligus perintis dalam bidang pendidikan dan sosial. Kontribusinya terhadap pembangunan sumber daya manusia menjadi bagian dari sejarah masyarakat Parepare.

Hal ini menunjukkan bahwa perjuangan membangun daerah tidak berhenti ketika perang berakhir.

Setelah kemerdekaan, perjuangan berlanjut melalui pendidikan, pelayanan masyarakat, pembangunan sosial, serta penguatan sumber daya manusia.

HUT RI ke-81, Saatnya Mengenal Sejarah Nama Jalan Kota Parepare

Peringatan HUT RI ke-81 pada 17 Agustus 2026 dapat menjadi momentum untuk memperkenalkan sejarah lokal kepada generasi muda.

Selama ini, sejarah perjuangan sering kali lebih dikenal melalui nama tokoh nasional. Padahal, setiap daerah memiliki tokoh lokal yang memiliki cerita dan kontribusi masing-masing.

Parepare memiliki kekayaan sejarah tersebut.

Nama jalan dapat menjadi media sederhana untuk mengenalkan sejarah tanpa harus memisahkan masyarakat dari aktivitas sehari-hari.

Orang yang melewati Jalan Bau Massepe dapat mengetahui siapa sosok di balik nama tersebut. Demikian pula ketika melintasi Jalan Andi Makkasau, Jalan Lasinrang, Jalan Lasiming, atau Jalan H.M. Arsyad.

Generasi muda perlu mengetahui bahwa setiap nama memiliki konteks sejarah. Dengan demikian, mereka tidak hanya mengenal alamat, tetapi juga memahami nilai yang diwariskan para pendahulu.

Nama Jalan sebagai Monumen Sejarah yang Hidup

Papan nama jalan memang bukan monumen dalam pengertian konvensional. Namun, ketika sebuah nama tokoh digunakan secara permanen dalam ruang publik, nama tersebut memiliki fungsi sebagai monumen sejarah yang hidup.

Setiap hari masyarakat membaca nama tersebut. Kendaraan melintas di bawahnya. Pedagang, pelajar, pekerja, dan keluarga menggunakan jalan yang sama.

Tanpa disadari, sejarah terus hadir di tengah aktivitas masyarakat.

Di sinilah pentingnya merawat informasi tentang asal-usul sebuah nama jalan. Jika kisah di balik nama tersebut tidak terdokumentasi, generasi mendatang mungkin hanya mengenalnya sebagai alamat.

Padahal, nama-nama tersebut merupakan bagian dari identitas Kota Parepare. (*)


Artikel ini disusun berdasarkan informasi dan keterangan yang diterima redaksi. Setiap informasi telah disajikan secara proporsional untuk memberikan konteks kepada pembaca. Redaksi terbuka terhadap koreksi atau informasi tambahan apabila terdapat data yang perlu diperbarui.

Berita Terkait