Interaksinews.id, Parepare — Kapolres Parepare AKBP Phunky Mahendra Borniawan menegaskan pentingnya ketahanan keluarga dalam mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat. Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri Nikah Massal Gratis dalam rangka menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia Tahun 2026 di Kota Parepare.
Kegiatan berlangsung di Kantor Mal Pelayanan Publik (MPP), Jalan Bandar Madani, Kelurahan Labukkang, Kecamatan Ujung, Kota Parepare. Agenda tersebut mempertemukan unsur pemerintah, aparat keamanan, lembaga keagamaan, serta masyarakat dalam sebuah kegiatan pelayanan sosial dan administrasi.
Bagi Phunky, kegiatan tersebut memiliki makna lebih luas daripada sekadar prosesi pernikahan. Kepastian hukum perkawinan dan tertib administrasi dapat memberikan perlindungan terhadap hak-hak sipil anggota keluarga.
Kapolres Parepare Phunky Mahendra Beri Dukungan
Kapolres Parepare Phunky Mahendra Borniawan memberikan apresiasi terhadap inisiatif Pemerintah Kota Parepare. Ia menilai kolaborasi Disdukcapil, KUA, dan BAZNAS dalam menghadirkan nikah massal merupakan bentuk perhatian terhadap kebutuhan masyarakat.
“Selaku Kapolres tentunya sangat mendukung dan mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Parepare, Disdukcapil, KUA, serta BAZNAS yang telah menginisiasi kegiatan Nikah Massal Gratis dalam memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia ini,” ujar Phunky.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak berhenti pada aspek seremonial. Pernikahan yang tercatat secara resmi memiliki kaitan dengan kepastian hukum serta perlindungan administrasi kependudukan.
“Kegiatan ini bukan sekadar prosesi simbolis, melainkan wujud nyata kepedulian negara dalam memberikan kepastian hukum dan perlindungan administrasi kependudukan bagi masyarakat,” katanya.
Ia menilai legalitas perkawinan secara agama dan negara memiliki arti penting bagi kehidupan keluarga. Kelengkapan administrasi dapat membantu memastikan hak-hak sipil anggota keluarga, termasuk anak-anak, terlindungi.
Pandangan tersebut menjadi salah satu pesan utama Phunky dalam kehadirannya pada kegiatan nikah massal. Polisi, menurut perspektif tersebut, tidak hanya berperan dalam penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan.
Aparat kepolisian juga dapat mengambil bagian dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya keluarga, kepatuhan terhadap aturan, serta kehidupan sosial yang harmonis.
Phunky Mahendra Kaitkan Keluarga dengan Kamtibmas
Kapolres Parepare Phunky Mahendra Borniawan kemudian menyoroti hubungan antara kondisi keluarga dan keamanan lingkungan. Ia menyebut keluarga sebagai unit terkecil dalam kehidupan bermasyarakat.
Menurutnya, ketahanan nasional dan kondusivitas keamanan serta ketertiban masyarakat pada dasarnya turut dibangun dari keluarga.
Keluarga yang kuat, harmonis, dan sejahtera dapat menjadi salah satu fondasi terciptanya lingkungan masyarakat yang aman dan tenteram.
Pandangan tersebut menempatkan keluarga sebagai bagian penting dalam membangun ketahanan sosial. Hubungan yang sehat di dalam keluarga dapat menjadi modal untuk menciptakan interaksi sosial yang lebih baik.
Sebaliknya, berbagai persoalan keluarga dapat berpengaruh terhadap kehidupan sosial apabila tidak dikelola dengan baik. Karena itu, pembangunan keluarga memiliki keterkaitan dengan upaya menciptakan lingkungan masyarakat yang kondusif.
Phunky menyampaikan pesan tersebut bertepatan dengan momentum peringatan kemerdekaan. Menurutnya, semangat membangun bangsa dapat dimulai dari lingkungan terdekat, termasuk keluarga.
Kapolres Parepare Dorong Keluarga Harmonis
Phunky juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta nikah massal. Ia berharap momentum tersebut menjadi awal kehidupan rumah tangga yang penuh berkah.
“Kami mengucapkan selamat kepada seluruh peserta nikah massal. Semoga momen Kemerdekaan RI ke-81 ini menjadi awal yang penuh berkah dalam membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah,” ucapnya.
Ia berharap para peserta dapat membangun keluarga yang harmonis dan saling mendukung. Keluarga tersebut diharapkan turut berkontribusi terhadap pembangunan Kota Parepare.
Pesan itu juga memperlihatkan pendekatan yang lebih luas dalam melihat keamanan masyarakat. Kamtibmas tidak hanya berkaitan dengan tindakan kepolisian ketika terjadi gangguan keamanan.
Kondisi masyarakat yang aman juga membutuhkan partisipasi berbagai elemen. Keluarga, lingkungan sosial, pemerintah, lembaga keagamaan, dan aparat keamanan memiliki peran masing-masing.
15 Pasangan Ikuti Nikah Massal di Parepare
Kegiatan yang dihadiri Kapolres Parepare tersebut diikuti 15 pasangan dari empat kecamatan. Mereka merupakan bagian dari peserta program nikah massal yang diselenggarakan Pemerintah Kota Parepare bersama sejumlah instansi terkait.
Peserta berasal dari:
- Kecamatan Soreang sebanyak 4 pasangan.
- Kecamatan Bacukiki sebanyak 2 pasangan.
- Kecamatan Bacukiki Barat sebanyak 4 pasangan.
- Kecamatan Ujung sebanyak 5 pasangan.
Program tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperoleh layanan pernikahan dan kelengkapan administrasi. Dalam pelaksanaannya, kegiatan juga melibatkan KUA serta BAZNAS Kota Parepare.
Kehadiran Kapolres Parepare bersama Wali Kota Parepare H. Tasming Hamid, Ketua Pengadilan Agama Kota Parepare Muh. Natsir, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Parepare Dr. H. Ali Yafid, unsur Forkopimda, serta pimpinan instansi terkait memperlihatkan dukungan lintas sektor.
Kolaborasi tersebut menjadi penting karena persoalan keluarga dan administrasi perkawinan memiliki banyak aspek. Pemerintah daerah menangani pelayanan publik, lembaga keagamaan berperan dalam urusan keagamaan, sedangkan aparat penegak hukum memiliki peran dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Pesan Kapolres Parepare di Momentum Kemerdekaan
Kehadiran Phunky dalam kegiatan tersebut juga memiliki konteks tersendiri karena berlangsung menjelang puncak peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.
Kemerdekaan tidak hanya dimaknai melalui kegiatan seremonial. Pemerintah dan berbagai elemen masyarakat juga dapat mengisinya melalui pelayanan yang memberikan manfaat langsung.
Dalam konteks tersebut, nikah massal menjadi salah satu bentuk pelayanan yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Sementara bagi kepolisian, momentum tersebut dapat menjadi ruang untuk memperkuat pesan mengenai ketahanan keluarga sebagai bagian dari ketahanan sosial.
Keluarga yang memiliki legalitas perkawinan dan administrasi yang tertib memiliki dasar yang lebih jelas dalam menjalankan berbagai kebutuhan administrasi. Pada saat yang sama, keluarga yang harmonis dapat berperan dalam membentuk lingkungan sosial yang positif.
Kapolres Parepare berharap momentum tersebut tidak berhenti pada kegiatan satu hari. Nilai yang dibawa dari kegiatan itu diharapkan terus diterapkan oleh pasangan peserta dalam kehidupan sehari-hari.
Keluarga dan Keamanan Menjadi Pesan Utama Phunky Mahendra
Pernyataan Kapolres Parepare Phunky Mahendra Borniawan dalam kegiatan tersebut memperluas makna pelaksanaan nikah massal. Ia tidak hanya memberikan dukungan terhadap program pemerintah, tetapi juga menyampaikan pesan tentang hubungan antara keluarga dan kehidupan masyarakat.
Keluarga menjadi lingkungan pertama dalam membentuk karakter, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Karena itu, ketahanan keluarga memiliki posisi penting dalam menciptakan masyarakat yang lebih tertib.
Pesan tersebut juga sejalan dengan kebutuhan membangun kolaborasi antara masyarakat dan aparat keamanan. Kepolisian tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga Kamtibmas.
Partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang aman. Dari sisi paling kecil, keluarga dapat menjadi tempat untuk menanamkan nilai tanggung jawab, saling menghargai, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Dengan pendekatan tersebut, upaya menjaga keamanan tidak semata-mata dilakukan ketika persoalan sudah muncul. Pencegahan juga dapat dimulai melalui penguatan keluarga dan lingkungan sosial. (MS Journal)














