Interaksinews.id, Parepare — Edukasi kamtibmas pelajar Parepare kembali dilakukan kepolisian melalui kegiatan pembinaan di lingkungan sekolah. Kanit Binkamsa Satuan Binmas Polres Parepare, Aipda Muhammad Saleh, S.H., M.H., bertindak sebagai pembina upacara bendera Merah Putih di Kompleks UPT SMA, SMK, SMP Muhammadiyah, Jalan Muhammadiyah, Kelurahan Ujung Lare, Kecamatan Soreang, Kota Parepare, Senin (10/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Aipda Muhammad Saleh menyampaikan sejumlah pesan kepada para siswa. Materi pembinaan berfokus pada keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta upaya mencegah pelajar terlibat berbagai perilaku yang dapat merugikan masa depan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari pendekatan preventif kepolisian di lingkungan pendidikan. Polisi tidak hanya mengingatkan siswa tentang aturan, tetapi juga mendorong mereka membangun sikap disiplin dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Polisi Beri Edukasi Kamtibmas kepada Pelajar Parepare
Aipda Muhammad Saleh menyampaikan bahwa pelajar memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan sekolah tetap aman dan kondusif. Karena itu, siswa perlu memahami berbagai risiko yang dapat muncul dari pergaulan maupun penggunaan fasilitas publik.
Dalam pembinaan tersebut, sejumlah persoalan menjadi perhatian. Di antaranya pelanggaran lalu lintas, penyalahgunaan narkoba, kenakalan remaja, bullying atau perundungan, hingga tawuran.
Polisi mengingatkan siswa agar tidak menganggap persoalan tersebut sebagai hal biasa. Setiap tindakan yang melanggar aturan dapat menimbulkan dampak bagi diri sendiri, keluarga, sekolah, bahkan lingkungan sekitar.
Aipda Muhammad Saleh juga menekankan pentingnya keberanian siswa untuk menjauhi ajakan negatif. Menurutnya, lingkungan pergaulan dapat memengaruhi pembentukan karakter remaja.
Karena itu, siswa diharapkan mampu memilih teman dan aktivitas yang memberikan dampak positif. Disiplin, kepedulian, dan kemampuan menolak ajakan negatif menjadi bagian penting dalam menjaga masa depan generasi muda.
Polisi Soroti Bahaya Narkoba dan Bullying
Salah satu materi utama dalam pembinaan tersebut adalah bahaya penyalahgunaan narkoba. Aipda Muhammad Saleh menegaskan bahwa narkoba merupakan musuh bersama yang dapat merusak generasi muda.
“Narkoba merupakan musuh bersama yang dapat merusak generasi muda dan masa depan bangsa,” tegas Aipda Muhammad Saleh dalam arahannya kepada para pelajar.
Pesan tersebut menjadi penting karena masa remaja merupakan fase pembentukan karakter dan pencarian jati diri. Karena itu, pelajar perlu mendapatkan pemahaman yang cukup mengenai risiko penyalahgunaan narkoba.
Selain narkoba, polisi juga memberikan perhatian terhadap persoalan bullying atau perundungan. Para siswa diingatkan agar tidak melakukan tindakan yang dapat menyakiti, merendahkan, atau mengintimidasi siswa lainnya.
Bullying dapat memberikan dampak serius terhadap hubungan sosial di lingkungan sekolah. Karena itu, setiap siswa diharapkan membangun budaya saling menghormati dan menjaga pertemanan secara sehat.
Polisi juga mengajak pelajar segera menyampaikan kepada guru, orang tua, atau pihak berwenang apabila mengetahui adanya tindakan yang berpotensi membahayakan siswa lain.
Edukasi Kamtibmas Pelajar Parepare Dorong Sikap Disiplin
Edukasi kamtibmas pelajar Parepare tidak hanya berkaitan dengan pencegahan pelanggaran hukum. Pembinaan tersebut juga diarahkan untuk membentuk kebiasaan positif di kalangan siswa.
Beberapa pesan yang disampaikan kepada pelajar antara lain:
- Mematuhi aturan lalu lintas saat berkendara.
- Menjauhi narkoba dan berbagai bentuk penyalahgunaan zat terlarang.
- Tidak melakukan bullying terhadap teman.
- Menghindari tawuran dan perkelahian antarpelajar.
- Memilih lingkungan pergaulan yang positif.
- Menjaga ketertiban di sekolah maupun lingkungan masyarakat.
- Segera meminta bantuan apabila menghadapi persoalan keamanan.
Selain itu, para pelajar diimbau untuk langsung pulang ke rumah setelah kegiatan sekolah selesai. Imbauan tersebut bertujuan mengurangi peluang siswa terlibat dalam tawuran maupun pergaulan yang berisiko.
Kepolisian berharap siswa dapat mengisi waktu setelah sekolah dengan aktivitas yang bermanfaat. Dukungan orang tua juga diperlukan agar pengawasan terhadap aktivitas anak tetap berjalan secara optimal.
Polres Parepare Apresiasi Pembinaan di Lingkungan Sekolah
Kapolres Parepare AKBP Phunky Mahendra Borniawan, S.I.K., M.H., M.I.K., memberikan apresiasi terhadap kegiatan pembinaan yang dilakukan Sat Binmas Polres Parepare di lingkungan sekolah.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian penting dari upaya pencegahan berbagai pengaruh negatif yang dapat mengancam perkembangan generasi muda.
“Kegiatan ini merupakan langkah preventif yang sangat penting dalam membentuk karakter generasi muda agar terhindar dari pengaruh negatif,” ujar AKBP Phunky Mahendra Borniawan.
Kapolres Parepare menilai pendekatan melalui edukasi dapat memperkuat hubungan antara kepolisian dan kalangan pelajar. Pendekatan tersebut sekaligus membuka ruang komunikasi agar siswa tidak ragu meminta bantuan ketika menghadapi persoalan.
Kedekatan antara polisi dan pelajar diharapkan dapat membangun kesadaran hukum sejak dini. Dengan begitu, siswa tidak hanya memahami aturan, tetapi juga mengerti alasan pentingnya menjaga ketertiban.
Pembinaan di sekolah juga dapat menjadi sarana bagi kepolisian untuk menyampaikan pesan keamanan secara langsung. Siswa mendapatkan informasi dari sumber yang berwenang sekaligus dapat menyampaikan persoalan yang mereka hadapi.
Pada akhir arahannya, Aipda Muhammad Saleh mengingatkan para siswa agar segera menghubungi kepolisian apabila membutuhkan bantuan atau mengetahui adanya tindak pidana.
Termasuk jika siswa menemukan tawuran atau kejadian lain yang mengganggu keamanan dan ketertiban, masyarakat dapat menghubungi Call Center Polres Parepare melalui nomor 110.
Layanan tersebut diharapkan menjadi salah satu sarana bagi masyarakat untuk menyampaikan informasi maupun meminta bantuan kepolisian ketika menghadapi situasi yang membutuhkan penanganan. (MS Journal)














