Interaksinews.id, Parepare — IGI Kota Parepare resmi memiliki kepengurusan baru untuk masa bakti 2026–2031. Pelantikan berlangsung di Gedung Auditorium Bj. Habibie, Sabtu (8/8/2026), dan dirangkaikan dengan Seminar Pendidikan yang diikuti sekitar 250 peserta.
Peserta kegiatan berasal dari kalangan guru, kepala sekolah, dan pengawas. Momentum tersebut menjadi ruang konsolidasi sekaligus penguatan komitmen organisasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Parepare.
Prosesi pengukuhan dan pelantikan dipimpin Pelaksana Harian IGI Wilayah Sulawesi Selatan Abdul Kadir, S.Pd., M.Pd. Kepengurusan baru diharapkan mampu membawa organisasi semakin aktif dalam menghasilkan karya dan membangun kolaborasi.
Tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut ialah “Mengelola dengan Rasio dan Mengajar dengan Hati.” Tema ini menekankan pentingnya keseimbangan antara kemampuan mengelola pendidikan secara rasional dan ketulusan guru dalam menjalankan tugas mendidik.
Pengurus IGI Kota Parepare Didorong Perbanyak Karya
Ketua IGI Kota Parepare periode 2026–2031, Tamrin, S.S., M.Pd., mengatakan kepengurusan baru akan diarahkan menjadi wadah bagi guru untuk menghasilkan karya. Organisasi juga akan memperkuat kolaborasi di antara pengurus dan anggota.
Menurut Tamrin, tantangan pendidikan terus berkembang seiring perubahan teknologi dan karakter generasi muda. Karena itu, guru perlu meningkatkan kompetensi agar mampu mengikuti perkembangan tersebut.
“Kami mengajak seluruh pengurus dan anggota untuk memperbanyak karya nyata serta memperkuat kolaborasi. Tantangan kita saat ini adalah meningkatkan kompetensi guru agar mampu mencerdaskan generasi muda yang tumbuh pesat di era digital,” kata Tamrin dalam sambutannya.
Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan arah kepengurusan IGI Parepare selama lima tahun mendatang. Guru tidak hanya diharapkan menjalankan kegiatan pembelajaran rutin, tetapi juga aktif mengembangkan gagasan dan menghasilkan karya yang memberikan manfaat.
Kolaborasi menjadi bagian penting dalam upaya tersebut. Dengan kerja sama yang kuat, guru dapat berbagi pengalaman, metode pembelajaran, serta berbagai inovasi yang relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Selain itu, organisasi profesi guru memiliki ruang strategis untuk mendorong pengembangan kapasitas anggotanya. Kegiatan seperti seminar, pelatihan, diskusi, dan berbagi praktik baik dapat menjadi sarana untuk memperkuat kompetensi profesional.
IGI Kota Parepare Perkuat Kompetensi Guru di Era Digital
IGI Kota Parepare memasuki periode kepengurusan baru ketika dunia pendidikan menghadapi perubahan yang semakin cepat. Perkembangan teknologi digital ikut memengaruhi cara guru mengajar dan cara peserta didik memperoleh informasi.
Situasi tersebut membutuhkan kemampuan adaptasi. Guru perlu memahami teknologi sekaligus tetap menjaga pendekatan pendidikan yang berorientasi pada kebutuhan peserta didik.
Tema “Mengelola dengan Rasio dan Mengajar dengan Hati” menjadi relevan dalam konteks tersebut. Pengelolaan pendidikan membutuhkan perencanaan dan kemampuan mengambil keputusan, sedangkan proses mengajar tetap membutuhkan empati dan perhatian terhadap perkembangan siswa.
Seminar pendidikan yang dirangkaikan dengan pelantikan menjadi salah satu bentuk kegiatan yang mempertemukan berbagai unsur pendidikan. Sekitar 250 peserta mengikuti kegiatan tersebut, termasuk guru, kepala sekolah, dan pengawas.
Kehadiran berbagai unsur tersebut membuka peluang terjadinya pertukaran gagasan. Kolaborasi antara guru, kepala sekolah, pengawas, dan pemangku kepentingan pendidikan dapat membantu memperkuat ekosistem pendidikan di daerah.
Beberapa hal yang menjadi perhatian dalam penguatan kompetensi guru antara lain:
- Peningkatan kompetensi profesional dan pedagogik guru.
- Pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran.
- Pengembangan karya dan inovasi pendidikan.
- Penguatan kolaborasi antarpendidik.
- Berbagi pengalaman dan praktik baik pembelajaran.
Langkah tersebut penting agar organisasi guru tidak hanya menjadi wadah administratif. Sebaliknya, organisasi dapat berkembang menjadi ruang belajar bersama bagi para pendidik.
Pelantikan IGI Kota Parepare Jadi Momentum Penguatan Organisasi
Pelantikan IGI Kota Parepare 2026–2031 menjadi momentum untuk memperkuat arah organisasi selama lima tahun ke depan. Kepengurusan baru memiliki kesempatan membangun program yang sesuai dengan tantangan pendidikan di tingkat lokal.
Penguatan organisasi juga membutuhkan keterlibatan aktif anggota. Semakin banyak guru yang berpartisipasi dalam kegiatan, semakin besar peluang organisasi menghasilkan program yang berdampak.
Karena itu, ajakan untuk memperbanyak karya dan memperkuat kolaborasi dapat menjadi fondasi awal bagi kepengurusan baru. Karya guru dapat hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari inovasi pembelajaran hingga pengembangan bahan ajar dan praktik pendidikan.
Tasming Hamid Kenang Jasa Guru dan Perintis IGI Parepare
Seminar pendidikan dalam rangkaian pelantikan IGI Kota Parepare dibuka oleh Wali Kota Parepare H. Tasming Hamid, S.E., M.H. Dalam sambutannya, Tasming menekankan pentingnya menghargai jasa para guru.
Menurut Tasming, keberhasilan seseorang tidak terlepas dari kontribusi guru yang pernah mendidik dan membimbingnya. Karena itu, ia mengajak peserta untuk tidak melupakan jasa para pendidik.
“Keberhasilan yang kita nikmati hari ini adalah buah dari perjuangan guru-guru kita. Jangan pernah lupa mendoakan mereka,” ujar Tasming.
Dalam kesempatan tersebut, Tasming juga mengajak peserta mengenang almarhum Syukur Salman, S.Pd., M.Pd. Sosok tersebut pernah menjadi guru Tasming ketika bersekolah di SDN 71.
Syukur Salman juga dikenal sebagai salah satu perintis IGI di Kota Parepare. Karena itu, Tasming menyampaikan apresiasi atas dedikasinya dalam meletakkan dasar perjuangan organisasi guru tersebut di Parepare.
Penghormatan terhadap para guru dan tokoh pendidikan menjadi bagian penting dalam membangun keberlanjutan pendidikan. Perjalanan sebuah organisasi juga tidak terlepas dari kontribusi orang-orang yang lebih dahulu membangun fondasinya.
Kepengurusan Baru Diharapkan Dorong Kemajuan Pendidikan
Pelantikan pengurus baru turut dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh pendidikan di Kota Parepare. Mereka antara lain Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Parepare Adriani Idrus, S.P., M.M., serta Kepala BKPSDM Kota Parepare Eko Wahyu Ariyadi, S.T., M.T.
Hadir pula Dewan Pembina IGI Dr. Syaiful Mahsan, S.Pt., M.Si., bersama pengawas, kepala sekolah, dan sejumlah tokoh pendidikan.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa penguatan pendidikan membutuhkan dukungan banyak pihak. Guru menjadi aktor utama dalam pembelajaran, tetapi keberhasilan pendidikan juga membutuhkan dukungan sekolah, pemerintah, organisasi profesi, dan masyarakat.
Dengan kepengurusan baru, IGI Kota Parepare diharapkan mampu mengambil peran lebih besar dalam meningkatkan profesionalisme guru. Organisasi juga dapat menjadi ruang untuk mendorong inovasi pembelajaran dan memperluas kolaborasi.
Selama periode 2026–2031, sejumlah agenda dapat diarahkan pada penguatan kapasitas anggota. Program yang berbasis kebutuhan guru dan perkembangan pendidikan akan lebih mudah memberikan manfaat nyata.
Pada saat yang sama, semangat berkarya perlu terus dipelihara. Guru dapat menjadi penggerak perubahan melalui inovasi yang diterapkan langsung dalam proses pembelajaran. (MS Journal)

















