ParepareKebakaran

Kebakaran di Parepare Saat Angin Kencang, BPBD Ingatkan Bahaya Musim Kemarau

Interaksinews.id, Parepare — Kebakaran di Parepare terjadi di kawasan Perumnas pada Minggu, 2 Agustus 2026, sekitar pukul 11.55 WITA. Api menghanguskan sebuah bangunan yang digunakan sebagai tempat penyimpanan atau gudang barang.

Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam peristiwa tersebut. Petugas kemudian melakukan penanganan dan penyisiran di lokasi untuk memastikan seluruh titik api telah benar-benar padam.

Peristiwa ini menjadi perhatian karena terjadi saat kondisi cuaca cenderung kering. Musim kemarau yang disertai angin kencang dapat meningkatkan risiko kebakaran serta membuat api lebih cepat membesar.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Parepare, M. Resdy Gery Runtu, mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama kondisi cuaca kering masih berlangsung.

“Kami mengimbau warga agar lebih berhati-hati saat menggunakan api di dalam rumah maupun saat melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran,” ujar Resdy, Minggu, 2 Agustus 2026.

Kebakaran di Parepare Terjadi di Kawasan Perumnas

Kebakaran tersebut melanda sebuah bangunan yang difungsikan sebagai tempat penyimpanan atau gudang barang di kawasan Perumnas, Kota Parepare.

No posts found

Api diketahui muncul sekitar pukul 11.55 WITA. Petugas kemudian melakukan penanganan untuk memastikan kobaran api tidak kembali menyala dan merembet ke lingkungan sekitar.

Hingga informasi ini disusun, tidak ada laporan mengenai korban jiwa akibat kebakaran tersebut. Sementara itu, nilai kerugian material masih belum dapat dipastikan.

Petugas juga melakukan penyisiran pada sejumlah bagian bangunan. Langkah tersebut penting untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi menimbulkan kebakaran susulan.

Selain memeriksa kondisi bangunan, petugas menghimpun informasi dari sejumlah pihak yang berada di sekitar lokasi kejadian. Keterangan tersebut menjadi bagian dari proses untuk mengetahui penyebab kebakaran.

Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki

M. Resdy Gery Runtu mengatakan penyebab kebakaran belum dapat dipastikan. Petugas masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan berbagai informasi terkait awal munculnya api.

Penyebab kebakaran masih dalam proses pemeriksaan. Karena itu, masyarakat diminta tidak membuat kesimpulan sebelum hasil penyelidikan selesai.

Petugas memeriksa area yang diduga menjadi sumber awal api. Pemeriksaan juga dilakukan untuk mendapatkan gambaran mengenai kondisi bangunan sebelum peristiwa terjadi.

Informasi dari warga atau pihak yang berada di sekitar lokasi turut dihimpun. Seluruh keterangan tersebut akan menjadi bahan dalam proses pemeriksaan lebih lanjut.

Hasil pemeriksaan akan disampaikan setelah seluruh proses selesai dilakukan. Untuk sementara, masyarakat di sekitar lokasi diharapkan tetap memperhatikan keselamatan dan menghindari area yang masih berpotensi membahayakan.

Musim Kemarau dan Angin Kencang Tingkatkan Risiko Kebakaran

Kondisi cuaca menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan masyarakat selama musim kemarau. Lingkungan yang lebih kering dapat membuat material tertentu lebih mudah terbakar.

Situasi tersebut dapat semakin berisiko ketika angin bertiup kencang. Api yang semula berada pada satu titik dapat lebih cepat membesar apabila tidak segera ditangani.

Warga Parepare Diminta Waspada Saat Menggunakan Api

BPBD Kota Parepare mengingatkan warga agar tidak mengabaikan sumber api di lingkungan rumah maupun tempat usaha.

Resdy mengatakan masyarakat perlu meningkatkan kehati-hatian ketika melakukan aktivitas yang menggunakan api.

“Musim kemarau yang disertai angin kencang membuat api lebih mudah membesar, sehingga masyarakat harus lebih waspada,” katanya.

Karena itu, masyarakat dapat melakukan sejumlah langkah sederhana untuk mengurangi risiko kebakaran, antara lain:

  • Memastikan api benar-benar padam setelah digunakan.
  • Tidak meninggalkan sumber api tanpa pengawasan.
  • Memeriksa kondisi instalasi listrik secara berkala.
  • Menjauhkan bahan yang mudah terbakar dari sumber panas.
  • Tidak membakar sampah sembarangan saat kondisi cuaca kering.
  • Segera melaporkan apabila melihat tanda-tanda kebakaran.
  • Memastikan lingkungan sekitar rumah tidak dipenuhi material mudah terbakar.

Langkah sederhana tersebut dapat membantu mencegah api muncul dan menyebar. Kewaspadaan masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya mencegah kebakaran.

Petugas Pastikan Tidak Ada Titik Api Susulan

Setelah api berhasil ditangani, petugas melakukan penyisiran di sekitar lokasi. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan tidak ada bara atau titik api yang masih berpotensi menimbulkan kebakaran kembali.

Petugas juga memperhatikan sejumlah bagian bangunan yang diduga berkaitan dengan sumber api. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh agar kondisi lokasi benar-benar aman.

Langkah tersebut penting karena kebakaran dapat kembali terjadi apabila masih terdapat bara atau sumber panas yang belum sepenuhnya padam.

Selain itu, kondisi lingkungan sekitar juga menjadi perhatian. Bangunan yang berdekatan dengan lokasi kejadian perlu dipastikan tetap aman dari kemungkinan rambatan api.

Petugas kemudian mengumpulkan informasi dari sejumlah pihak di sekitar lokasi. Keterangan tersebut akan membantu proses pemeriksaan untuk mengetahui kronologi dan penyebab kejadian.

BPBD Parepare Ajak Warga Cegah Kebakaran

BPBD Kota Parepare berharap masyarakat tidak hanya meningkatkan kewaspadaan ketika kebakaran terjadi. Pencegahan sejak awal juga menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko.

Kedisiplinan dalam menggunakan sumber api dapat membantu mencegah kebakaran di lingkungan rumah maupun tempat usaha.

Masyarakat juga diharapkan segera mengambil tindakan apabila menemukan kondisi yang berpotensi memicu kebakaran. Semakin cepat potensi bahaya diketahui, semakin besar peluang untuk mencegah api berkembang.

Kondisi cuaca kering juga membutuhkan perhatian lebih dari masyarakat. Aktivitas yang menggunakan api harus dilakukan secara hati-hati dan tidak meninggalkan sumber panas tanpa pengawasan.

BPBD mengingatkan bahwa kewaspadaan tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas. Masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga keamanan lingkungan masing-masing.

Kebakaran di Parepare yang terjadi di kawasan Perumnas pada Minggu, 2 Agustus 2026, menghanguskan sebuah bangunan yang digunakan sebagai gudang barang. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, sementara nilai kerugian masih belum diketahui.

Penyebab kebakaran juga masih dalam proses penyelidikan. Petugas terus mengumpulkan informasi dan memeriksa lokasi untuk mengetahui sumber awal munculnya api.

Di tengah musim kemarau dan angin kencang, masyarakat Parepare perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Penggunaan sumber api secara disiplin serta kepedulian terhadap kondisi lingkungan dapat membantu mencegah kejadian serupa.

Dengan kewaspadaan bersama, risiko kebakaran dapat ditekan. Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan potensi bahaya agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin. (MS Journal)


Artikel ini disusun berdasarkan informasi dan keterangan yang diterima redaksi. Setiap informasi telah disajikan secara proporsional untuk memberikan konteks kepada pembaca. Redaksi terbuka terhadap koreksi atau informasi tambahan apabila terdapat data yang perlu diperbarui.

Berita Terkait