Parepare

Makan Bergizi Gratis Parepare Jangkau 45.959 Penerima Manfaat dari 19 Dapur SPPG

Interaksinews.id, Parepare — Program Makan Bergizi Gratis Parepare terus menunjukkan perkembangan. Hingga pertengahan Juli 2026, sebanyak 45.959 penerima manfaat telah memperoleh layanan melalui 19 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di empat kecamatan di Kota Parepare, Sulawesi Selatan.

Jumlah tersebut mencakup peserta didik, tenaga pendidik, ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita yang menjadi sasaran utama program peningkatan gizi nasional. Kehadiran dapur SPPG menjadi bagian penting dalam memastikan distribusi makanan bergizi berlangsung secara rutin dan tepat sasaran.

Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Parepare, Bagus Triantoro, membenarkan bahwa jumlah penerima manfaat di Kota Parepare telah mencapai puluhan ribu orang.

“Benar, kami telah memberikan manfaat MBG kepada 45.959 penerima manfaat. Jumlah itu sudah termasuk peserta didik, tenaga pendidik, ibu hamil, ibu menyusui dan balita,” kata Bagus, Selasa (21/7/2026).

Pencapaian tersebut menjadi indikator bahwa pelaksanaan program berjalan sesuai target sekaligus memperluas jangkauan pelayanan kepada kelompok yang membutuhkan.

Makan Bergizi Gratis Parepare Didukung 19 Dapur SPPG

Program MBG di Parepare sebenarnya telah memiliki 20 dapur SPPG. Namun, satu dapur saat ini masih berstatus suspend atau penghentian operasional sementara sehingga distribusi makanan bergizi dilakukan oleh 19 dapur aktif.

No posts found

Menurut Bagus, kondisi tersebut tidak menghambat penyaluran bantuan makanan bergizi karena seluruh penerima manfaat tetap dapat dilayani melalui dapur yang masih beroperasi.

“Ada satu dapur yang masih dalam status suspend atau pemberhentian operasional sementara. Sehingga yang menyalurkan MBG kepada penerima manfaat ada 19 dapur,” jelasnya.

Keberadaan dapur SPPG di empat kecamatan dinilai mampu mempercepat proses distribusi sekaligus menjaga kualitas makanan yang diterima masyarakat.

Selain memastikan makanan tersalurkan tepat waktu, setiap dapur juga menjalankan standar operasional yang telah ditetapkan agar kualitas gizi tetap terjaga hingga diterima penerima manfaat.

Program ini tidak hanya bertujuan mengurangi angka kekurangan gizi, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah dan kelompok rentan.

Penerima Manfaat Berasal dari Berbagai Kelompok Prioritas

Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya menyasar peserta didik di lingkungan sekolah. Pemerintah juga memberikan perhatian kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan asupan gizi lebih baik.

Kelompok penerima manfaat meliputi:

  • Peserta didik.
  • Tenaga pendidik.
  • Ibu hamil.
  • Ibu menyusui.
  • Balita.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini melalui pemenuhan kebutuhan gizi yang memadai.

Pemerintah menilai investasi pada pemenuhan gizi merupakan langkah strategis untuk mendukung tumbuh kembang anak sekaligus meningkatkan kualitas generasi mendatang.

Dengan cakupan penerima yang semakin luas, koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi faktor penting agar distribusi berjalan efektif dan berkelanjutan.

BGN Fokus Melakukan Validasi Data Penerima

Di tingkat nasional, Badan Gizi Nasional terus melakukan pembenahan setelah adanya pergantian pejabat di lingkungan lembaga tersebut.

Salah satu fokus utama saat ini adalah validasi data penerima manfaat agar program benar-benar diberikan kepada masyarakat yang menjadi prioritas.

Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, menjelaskan bahwa proses validasi menjadi langkah awal sebelum memperluas cakupan layanan secara nasional.

“Jadi yang pertama kami perbaiki 63 juta itu beneran nggak sih? Lalu berapa yang seharusnya kami berikan? Daerah-daerah mana, anak-anak yang mana, yang memang harus kami dahulukan. Itu yang sekarang menjadi tugas kami,” ujar Agustina di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026).

Menurutnya, pemerintah ingin memastikan data penerima benar-benar akurat sehingga anggaran yang dialokasikan dapat dimanfaatkan secara efektif.

Validasi juga diharapkan mampu menghindari tumpang tindih data sekaligus memastikan kelompok yang paling membutuhkan memperoleh prioritas.

Validasi Data Jadi Kunci Keberhasilan Makan Bergizi Gratis Parepare

Keberhasilan Makan Bergizi Gratis Parepare juga bergantung pada kualitas data penerima manfaat. Dengan data yang valid, distribusi makanan bergizi dapat dilakukan lebih tepat sasaran.

Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah terus memperkuat koordinasi dalam memperbarui data penerima agar pelaksanaan program semakin efektif.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sistem pelayanan yang lebih transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.

Selain itu, evaluasi terhadap operasional dapur SPPG juga terus dilakukan agar setiap kendala dapat segera ditangani tanpa mengganggu distribusi makanan kepada masyarakat.

Ke depan, pemerintah berharap seluruh dapur SPPG dapat kembali beroperasi penuh sehingga kapasitas pelayanan semakin meningkat.

Program MBG juga diproyeksikan menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus menekan angka stunting dan masalah gizi lainnya.

Dengan dukungan berbagai pihak, pelaksanaan program di Parepare diharapkan terus berjalan optimal dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat sesuai kebutuhan.

Program Makan Bergizi Gratis Parepare telah menjangkau 45.959 penerima manfaat melalui 19 dapur SPPG yang aktif beroperasi di empat kecamatan. Penerima manfaat berasal dari berbagai kelompok prioritas, mulai dari peserta didik hingga ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Sementara itu, Badan Gizi Nasional terus memperkuat validasi data penerima manfaat sebagai langkah strategis agar pelaksanaan program semakin tepat sasaran, efisien, dan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas gizi masyarakat.


Artikel ini disusun berdasarkan informasi dan keterangan yang diterima redaksi. Setiap informasi telah disajikan secara proporsional untuk memberikan konteks kepada pembaca. Redaksi terbuka terhadap koreksi atau informasi tambahan apabila terdapat data yang perlu diperbarui.

Berita Terkait