Interaksinews.id, Parepare — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Perubahan Iklim Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program Eco-Brick Parepare di UPTD SD Negeri 84 Parepare, Kelurahan Bumi Harapan, Kecamatan Bacukiki Barat, selama 21 hingga 23 Juli 2026. Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya pengelolaan sampah plastik sekaligus membangun kebiasaan menjaga lingkungan sejak usia dini.
Melalui kegiatan bertajuk Upcycling Sampah Plastik dengan Inovasi Eco-Brick, mahasiswa tidak hanya memberikan edukasi mengenai bahaya sampah plastik, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan mengolah limbah menjadi produk yang memiliki nilai guna.
Sebanyak 28 siswa kelas VI mengikuti rangkaian kegiatan yang berlangsung secara interaktif melalui sesi sosialisasi dan praktik langsung. Metode tersebut diharapkan mampu membuat siswa lebih mudah memahami sekaligus menerapkan materi yang diperoleh.
Eco-Brick Parepare Tingkatkan Kesadaran Siswa terhadap Sampah Plastik
Mahasiswa KKN Tematik Unhas memulai kegiatan dengan memberikan pemahaman mengenai berbagai persoalan yang ditimbulkan sampah plastik terhadap lingkungan.
Materi yang disampaikan mencakup pengertian sampah plastik, jenis-jenisnya, hingga dampak negatif terhadap ekosistem apabila tidak dikelola secara benar.
Mahasiswa menjelaskan bahwa sampah plastik membutuhkan waktu sangat lama untuk terurai secara alami. Selain itu, penggunaan plastik sekali pakai yang terus meningkat juga menjadi salah satu penyumbang pencemaran lingkungan.
Tidak hanya itu, mahasiswa turut mengingatkan bahwa membakar sampah plastik dapat menghasilkan zat berbahaya yang berpotensi mengganggu kesehatan manusia maupun kualitas udara.
Edukasi tersebut bertujuan membangun kesadaran siswa agar lebih bijak dalam menggunakan plastik dan mulai menerapkan kebiasaan memilah sampah sejak di lingkungan sekolah maupun rumah.
Mahasiswa Unhas Kenalkan Inovasi Eco-Brick sebagai Solusi Daur Ulang
Setelah sesi sosialisasi, mahasiswa memperkenalkan Eco-Brick Parepare sebagai salah satu alternatif sederhana dalam mengurangi limbah plastik.
Eco-Brick merupakan botol plastik bekas yang diisi secara padat menggunakan sampah plastik yang telah dibersihkan dan dipotong menjadi bagian kecil. Botol yang telah terisi penuh kemudian dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar berbagai produk fungsional.
Mahasiswa menjelaskan setiap tahapan pembuatannya secara rinci agar mudah dipahami para siswa.
Tahapan tersebut meliputi:
- Mengumpulkan sampah plastik yang bersih dan kering.
- Memotong plastik menjadi ukuran kecil.
- Memasukkan plastik ke dalam botol bekas.
- Memadatkan isi botol menggunakan tongkat hingga benar-benar padat.
- Menutup botol sehingga siap dimanfaatkan sebagai Eco-Brick.
Melalui metode sederhana tersebut, limbah plastik yang sebelumnya tidak bernilai dapat diubah menjadi bahan yang lebih bermanfaat sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan.
Workshop Eco-Brick Parepare Bangun Kreativitas Siswa
Setelah menerima materi, para siswa langsung mengikuti workshop pembuatan Eco-Brick dengan pendampingan mahasiswa KKN Tematik Unhas.
Eco-Brick Parepare Dipraktikkan Langsung oleh Peserta
Pada sesi praktik, setiap siswa memperoleh kesempatan membuat Eco-Brick menggunakan botol plastik dan limbah plastik yang telah disiapkan sebelumnya.
Mahasiswa membimbing siswa mulai dari proses memasukkan plastik hingga memastikan isi botol benar-benar padat sesuai standar pembuatan Eco-Brick.
Suasana workshop berlangsung aktif dan penuh antusiasme. Para siswa tampak bersemangat mencoba teknik baru yang sebelumnya belum pernah mereka pelajari.
Selain praktik pembuatan, mahasiswa juga memperlihatkan berbagai contoh pemanfaatan Eco-Brick dalam kehidupan sehari-hari.
Beberapa di antaranya meliputi:
- Pot bunga.
- Tempat sampah sederhana.
- Kursi ramah lingkungan.
- Pembatas taman.
- Furnitur kreatif berbahan daur ulang.
Contoh-contoh tersebut menunjukkan bahwa limbah plastik masih memiliki nilai ekonomi dan nilai guna apabila dikelola secara kreatif.
Salah seorang peserta, Nabil, mengaku memperoleh pengalaman baru dari kegiatan tersebut.
“Kegiatannya sangat bermanfaat. Kita bisa memanfaatkan barang bekas dan belajar hal baru yang meningkatkan kreativitas,” ujarnya.
Pernyataan tersebut mencerminkan bahwa pendekatan praktik langsung mampu meningkatkan pemahaman siswa sekaligus menumbuhkan minat mereka terhadap pelestarian lingkungan.
Program KKN Dukung Pendidikan Lingkungan Sejak Dini
Penanggung jawab kegiatan, Zaqinah Resqita, mengatakan program tersebut tidak hanya bertujuan memberikan pengetahuan mengenai sampah plastik, tetapi juga membentuk kepedulian lingkungan sejak usia sekolah dasar.
Menurut mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin tersebut, perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah perlu dimulai dari pendidikan kepada generasi muda.
“Dengan inovasi ini, kami berharap para siswa memahami bahwa limbah plastik memiliki nilai guna jika dikelola dengan kreatif, sehingga dapat menjadi bagian dari upaya mewujudkan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia berharap para peserta dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari serta mengajak keluarga maupun teman untuk melakukan pengelolaan sampah secara lebih bertanggung jawab.
Program ini juga menjadi bentuk kontribusi mahasiswa KKN Tematik Perubahan Iklim dalam mendukung pendidikan lingkungan di Kota Parepare melalui pendekatan yang sederhana, edukatif, dan aplikatif.
Program Eco-Brick Parepare yang digagas mahasiswa KKN Tematik Perubahan Iklim Gelombang 116 Universitas Hasanuddin berhasil memberikan edukasi sekaligus pengalaman praktik kepada siswa SD Negeri 84 Parepare mengenai pengelolaan sampah plastik. Melalui sosialisasi dan workshop, siswa tidak hanya memahami dampak negatif sampah plastik, tetapi juga belajar mengubah limbah menjadi produk yang bermanfaat. Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian lingkungan sejak dini serta mendorong lahirnya kebiasaan mengelola sampah secara kreatif demi mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

















