Dengan kolaborasi yang semakin kuat, kebijakan pengendalian inflasi diharapkan tidak berhenti pada respons ketika harga sudah naik. Sebaliknya, pemerintah dapat melakukan langkah antisipatif berdasarkan data, kondisi produksi, serta perkembangan pasokan.
Forum tersebut dihadiri Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi Since Erna Lamba yang mewakili Sekda Provinsi Sulsel, perwakilan Bupati Sidrap Patahangi Nurdin, Sekda Barru Andi Syarifuddin, Sekda Enrekang Muh. Zulkarnain Kara, Asisten II Pinrang Abdul Rahman Mahmud, Forkopimda Parepare, pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Kepala BPS dan Bulog se-Zona III, Pimpinan Bank Sulselbar, SBM Fuel dan Gas, Direktur PAM Tirta Karajae, para camat, Ketua Hiswana Migas, serta anggota TPID Zona III.
Melalui forum tersebut, pengendalian inflasi Parepare diharapkan semakin terintegrasi dengan kebijakan pengendalian inflasi Sulawesi Selatan. Penguatan data, produksi, distribusi, mitigasi risiko, dan kerja sama antardaerah menjadi modal penting untuk menjaga harga pangan tetap stabil.
Pada akhirnya, keberhasilan pengendalian inflasi sangat bergantung pada konsistensi pelaksanaan di lapangan. Sinergi yang terbangun melalui TPID Zona III diharapkan mampu menghasilkan kebijakan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menjaga daya beli dan memastikan kebutuhan pangan tetap tersedia.
(MS Journal)
















