Parepare

Pengendalian Inflasi Parepare Diperkuat, TPID Zona III Bahas Stabilitas Harga Pangan

Komoditas Perikanan Jadi Perhatian Pengendalian Inflasi Parepare

Salah satu komoditas yang mendapat perhatian dalam pembahasan adalah sektor perikanan. Oki menjelaskan, komoditas perikanan menjadi salah satu penyumbang inflasi tertinggi di Sulawesi Selatan dengan andil sebesar 17,22 persen.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena Sulawesi Selatan memiliki potensi kelautan yang besar. Dengan potensi produksi yang tersedia, penguatan pasokan dan distribusi ikan dinilai dapat menjadi salah satu peluang dalam mendukung stabilitas harga.

“Potensi kelautan Sulsel sangat besar, sehingga komoditas ikan ini menjadi perhatian kita bersama untuk bagaimana pasokannya bisa kita jaga dan perkuat,” ujar Oki.

Tingginya permintaan masyarakat terhadap ikan juga terlihat dalam pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM). Oki menyampaikan, stok ikan dalam kegiatan tersebut bahkan habis dalam waktu sekitar 30 menit.

Fenomena itu menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap komoditas perikanan cukup tinggi. Di sisi lain, kondisi tersebut juga memperlihatkan pentingnya memastikan produksi, distribusi, dan ketersediaan pasokan berjalan secara berkelanjutan.

No posts found

Bagi Parepare sebagai salah satu wilayah pesisir di Sulawesi Selatan, penguatan sektor perikanan memiliki keterkaitan dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, koordinasi terkait pasokan pangan menjadi bagian penting dalam agenda pengendalian inflasi Parepare.

HLM dan Capacity Building TPID Zona III menghasilkan lima langkah tindak lanjut yang disepakati bersama. Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat pengendalian harga melalui data, distribusi, mitigasi risiko, serta kerja sama antardaerah.

Lima langkah yang disepakati meliputi:

  1. Penguatan data stok melalui website Sigap Surplus. Data stok diharapkan dapat membantu pemerintah memperoleh gambaran mengenai ketersediaan komoditas dan mengambil langkah antisipasi secara lebih cepat.
  2. Pembakuan Gerakan Pangan Murah sebagai program rutin. GPM diarahkan menjadi salah satu instrumen untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus mendukung stabilisasi harga.
  3. Mitigasi El Nino. Langkah antisipasi diperlukan untuk menghadapi potensi kekeringan yang dapat berdampak terhadap produksi pangan dan ketersediaan komoditas di sejumlah wilayah.
  4. Pemanfaatan data upwelling BMKG. Informasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk membantu nelayan mengidentifikasi lokasi potensial penangkapan ikan sehingga kegiatan produksi perikanan menjadi lebih efektif.
  5. Penguatan Kerja Sama Antar Daerah (KAD) untuk komoditas cabai merah di Pangkep. Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat pasokan komoditas strategis sekaligus membantu menjaga kestabilan harga.

Kelima langkah tersebut menunjukkan bahwa pengendalian inflasi tidak hanya berkaitan dengan pemantauan harga di pasar. Ketersediaan stok, kelancaran distribusi, kemampuan produksi, kondisi cuaca, serta kerja sama antarwilayah juga menjadi faktor penting.

1 2 3 4

Artikel ini disusun berdasarkan informasi dan keterangan yang diterima redaksi. Setiap informasi telah disajikan secara proporsional untuk memberikan konteks kepada pembaca. Redaksi terbuka terhadap koreksi atau informasi tambahan apabila terdapat data yang perlu diperbarui.

Berita Terkait