Sulawesi SelatanParepare

Tasming Hamid Hadiri Musprov VIII Kadin Sulsel 2026, AIA Kembali Pimpin Kadin Secara Aklamasi

Interaksinews.id, BULUKUMBA – Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, menghadiri Musyawarah Provinsi (Musprov) VIII Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Selatan Tahun 2026 yang digelar di Hakuna Matata Resort, Kabupaten Bulukumba, Sabtu (13/6/2026).

Forum yang mempertemukan unsur pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan itu menjadi ruang strategis untuk memperkuat kolaborasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, kompetitif, dan berkelanjutan.

Tasming Hamid berharap Musprov VIII Kadin Sulsel mampu melahirkan gagasan-gagasan segar serta program konkret yang berdampak langsung terhadap pembangunan ekonomi Sulawesi Selatan.

“Semoga Musprov VIII Kadin Sulawesi Selatan menghasilkan gagasan dan program terbaik bagi kemajuan Sulawesi Selatan,” harapnya.

AIA Terpilih Kembali Secara Aklamasi

Dalam forum tersebut, Andi Iwan Darmawan Aras (AIA) kembali dipercaya memimpin Kadin Sulawesi Selatan periode 2026–2031.

Legislator DPR RI itu terpilih secara aklamasi, mencerminkan kuatnya dukungan dari peserta Musprov terhadap kepemimpinannya selama periode sebelumnya.

Kepercayaan tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa dunia usaha di Sulawesi Selatan menginginkan kesinambungan program, stabilitas organisasi, dan kepemimpinan yang dinilai mampu menjawab tantangan ekonomi yang terus berkembang.

Musprov VIII Kadin Sulsel 2026 sendiri mengusung tema “Sinergi untuk Kemajuan Ekonomi Daerah”, sebuah tema yang menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi yang merata.

Kadin Siap Jadi Mitra Strategis Pemerintah

Dalam sambutannya, AIA menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya.

“Kepercayaan ini adalah amanah besar bagi saya, yang harus kita jalankan bersama demi kemajuan dunia usaha dan perekonomian Sulawesi Selatan.”

Menurutnya, Kadin Sulsel ke depan harus menjadi organisasi yang terbuka, adaptif, dan mampu menjadi rumah besar bagi seluruh pelaku usaha.

“Kadin siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam mempercepat pembangunan ekonomi daerah melalui peningkatan investasi, pembukaan lapangan kerja, dan penguatan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

AIA menilai Sulawesi Selatan memiliki potensi besar pada berbagai sektor unggulan, mulai dari perdagangan, industri, pertanian, perikanan, pariwisata, energi, hingga ekonomi kreatif.

Namun, potensi tersebut hanya dapat dimaksimalkan apabila seluruh pihak mampu membangun sinergi yang kuat dan berkelanjutan.

Fokus pada UMKM dan Investasi

Selain memperkuat investasi, AIA juga menekankan pentingnya menghadirkan program-program nyata yang mampu meningkatkan daya saing usaha masyarakat.

Menurutnya, penguatan sektor UMKM harus menjadi prioritas karena terbukti menjadi fondasi ekonomi daerah.

“Kadin harus hadir sebagai solusi dan motor penggerak kemajuan ekonomi daerah,” tambahnya.

Ia pun mengajak seluruh pengurus Kadin kabupaten/kota untuk meninggalkan sekat-sekat perbedaan demi kepentingan yang lebih besar.

“Mari kita jadikan Musprov ini sebagai titik awal memperkuat kolaborasi. Dengan kebersamaan, Kadin Sulsel akan semakin berkontribusi bagi pembangunan daerah.”

Dukungan Berbagai Elemen

Terpilihnya kembali AIA mendapat respons positif dari berbagai kalangan.

Salah satunya datang dari Satriya Masjid yang memberikan apresiasi atas keberhasilan AIA membuktikan kapasitas kepemimpinannya sehingga kembali dipercaya memimpin Kadin Sulsel untuk periode kedua.

Kepemimpinan baru ini diharapkan mampu memperkuat posisi Kadin sebagai organisasi dunia usaha yang profesional, responsif terhadap dinamika ekonomi, sekaligus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan dalam lima tahun mendatang.

Momentum Musprov VIII Kadin Sulsel juga menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah semata. Dunia usaha memiliki peran vital dalam menciptakan investasi yang sehat, membuka lapangan kerja, dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.

Di tengah tantangan global yang semakin kompleks, kolaborasi menjadi kata kunci agar Sulawesi Selatan mampu tumbuh lebih inklusif dan berdaya saing.


Artikel ini disusun berdasarkan informasi dan keterangan yang diterima redaksi. Setiap informasi telah disajikan secara proporsional untuk memberikan konteks kepada pembaca. Redaksi terbuka terhadap koreksi atau informasi tambahan apabila terdapat data yang perlu diperbarui.

Berita Terkait