Ekonomi & BisnisNasional

Harga Plastik Naik, Satgas Ekonomi Bentukan Prabowo Siapkan Solusi untuk Pengusaha

JAKARTA, Interaksinews.id – Pemerintah mulai bergerak cepat merespons lonjakan harga plastik yang dinilai membebani pelaku usaha. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan satuan tugas (satgas) terbaru bentukan Presiden Prabowo Subianto akan segera membahas solusi konkret atas persoalan tersebut.

Baca Juga :  NasDem Undang Elite Parpol Bukber Ramadan, Tegaskan Dukungan untuk Program Presiden Prabowo

Menurut Airlangga, satgas tersebut akan menggelar rapat untuk mengkaji berbagai langkah strategis, termasuk kemungkinan pemberian stimulus kepada pengusaha yang bergantung pada bahan baku plastik.

“Besok kita akan bahas, rapat dengan tim satgas di sini. Satgas percepatan ekonomi nasional termasuk debottlenecking,” ujar Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (27/4/2026).

Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas sektor industri sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tekanan biaya produksi.

Baca Juga :  Kadin Desak Produsen Kendaraan India Bangun Pabrik di Indonesia untuk Program Koperasi Merah Putih

Satgas Percepatan Ekonomi Resmi Dibentuk

Pembentukan satgas tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 4 Tahun 2026 yang ditandatangani Presiden Prabowo pada 11 Maret 2026.

Dalam beleid tersebut dijelaskan bahwa satgas dibentuk untuk mempercepat pelaksanaan berbagai program pemerintah yang berorientasi pada peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional.

Struktur satgas dipimpin langsung oleh Airlangga Hartarto sebagai Ketua I, didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi sebagai Ketua II.

Sementara itu, posisi Wakil Ketua diisi oleh sejumlah pejabat strategis, antara lain:

  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa
  • Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani
  • Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy

Selain itu, sejumlah menteri lain turut menjadi anggota, termasuk Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, serta Menteri Perdagangan Budi Santoso.


Fokus pada Solusi Terintegrasi

Satgas ini tidak hanya berfungsi sebagai forum koordinasi, tetapi juga memiliki mandat strategis untuk memastikan kebijakan ekonomi berjalan efektif dan tepat sasaran.

Baca Juga :  Menekraf Riefky Harsya: 80 Daerah Segera Miliki Dinas Ekonomi Kreatif

Secara rinci, tugas utama satgas meliputi:

  • Mengoordinasikan percepatan program ekonomi pemerintah
  • Menetapkan langkah strategis yang terintegrasi
  • Melakukan monitoring dan evaluasi anggaran
  • Menyelesaikan hambatan atau bottleneck secara cepat
  • Menjalankan tugas lain sesuai arahan Presiden

Dengan fungsi tersebut, pemerintah berharap berbagai hambatan dalam implementasi kebijakan dapat segera diatasi, termasuk masalah kenaikan harga bahan baku seperti plastik.

Baca Juga :  Ketua DPD I Sulsel Berbagi Paket Sembako di Lokasi Bencana Sulbar

Opsi Stimulus untuk Dunia Usaha

Kenaikan harga plastik belakangan ini dinilai berdampak signifikan terhadap sektor industri, khususnya manufaktur dan UMKM yang bergantung pada kemasan plastik.

Oleh karena itu, pemerintah membuka peluang pemberian stimulus sebagai langkah mitigasi. Stimulus ini diharapkan dapat menjaga daya saing pelaku usaha sekaligus mencegah lonjakan harga produk di tingkat konsumen.

Selain itu, keterlibatan Satgas Debottlenecking juga menjadi bagian penting dalam mencari solusi cepat terhadap hambatan distribusi maupun produksi.

Baca Juga :  Prabowo Undang Presiden dan Wapres Terdahulu ke Istana, Bahas Situasi Global

Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Langkah pemerintah membentuk satgas ini menjadi bagian dari strategi besar dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

Dengan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, pemerintah menargetkan program-program prioritas dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan berdampak langsung pada dunia usaha.

Berita Terkait