DaerahPareparePeristiwa

Kunjungi RS Andi Makkasau, Wali Kota Parepare Beri Semangat Korban Sambaran Petir

PAREPARE – Wali Kota Parepare Tasming Hamid menunjukkan kepedulian dengan menjenguk korban sambaran petir di RS Andi Makkasau, Sabtu (25/4/2026).

Baca Juga :  Diskominfo Parepare Akan Luncurkan Program Pretty

Kunjungan tersebut dilakukan setelah insiden tragis yang menimpa dua orang bersaudara di Parepare. Peristiwa itu terjadi di Jalan Perkuburan Sari Minnya’e, Kelurahan Lompoe, sekitar pukul 17.00 Wita.

Dalam kejadian tersebut, satu korban bernama Sahara (61) meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara itu, adiknya Abdul Majid (48) selamat, namun mengalami luka serius dan kini menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Baca Juga :  Muchlis Resmikan Rumah Tahfidz di Jennetallasa

Wali Kota Beri Dukungan Moril

Kehadiran Tasming Hamid di rumah sakit bertujuan untuk memastikan kondisi korban sekaligus memberikan semangat kepada keluarga.

Langkah ini juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Parepare dalam merespons cepat setiap kejadian darurat di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Wakil Wali Kota Harap Mahasiswa KKN Tematik UNHAS Berkolaborasi dengan Pemkot

Kronologi Kejadian

Peristiwa bermula saat kedua korban selesai melakukan ziarah kubur. Selanjutnya, mereka pulang dengan berboncengan sepeda motor, di mana Abdul Majid mengendarai kendaraan dan Sahara duduk sebagai penumpang.

Namun demikian, saat melintas di lokasi kejadian, petir tiba-tiba menyambar keduanya.

“Yang membonceng itu adiknya. Yang meninggal kakaknya. Mereka pulang dari ziarah kubur,” ujar Lurah Lompoe, Asmianti.

Akibat sambaran tersebut, Sahara meninggal dunia seketika di tempat. Sementara itu, adiknya masih dalam kondisi sadar meski mengalami luka serius.


Evakuasi Cepat Aparat

Tak berselang lama, aparat dari Polsek Soreang bersama warga langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.

Baca Juga :  Wali Kota Taufan Pawe Pastikan Warga Terdampak Bencana Tersentuh Bantuan

Korban selamat segera dilarikan ke rumah sakit, sedangkan korban meninggal dunia dievakuasi untuk penanganan lebih lanjut.

“Satu meninggal di tempat. Satu lagi masih hidup dan dibawa ke rumah sakit,” jelas Asmianti.


Cuaca Ekstrem Jadi Faktor Utama

Lebih lanjut, pihak pemerintah setempat mengungkapkan bahwa saat kejadian berlangsung, cuaca di wilayah tersebut berada dalam kondisi ekstrem.

Baca Juga :  Posko Relawan HSL for TSM Bacukiki Barat, Warga Tonrangeng Menyatu untuk Kemenangan Tasming Hamid

Hujan deras yang disertai petir dan guntur melanda hampir seluruh kawasan Lompoe.

“Memang tadi hujan deras, petir dan guntur juga. Saya sempat singgah salat karena hujan, lalu dapat kabar ada yang tersambar petir,” tambahnya.


Imbauan Penting untuk Warga

Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di tengah cuaca buruk.

Sebagai langkah pencegahan, warga diimbau untuk:

  • Menghindari area terbuka saat hujan disertai petir
  • Tidak berkendara dalam kondisi cuaca ekstrem
  • Segera mencari tempat aman saat terdengar suara petir

Berita Terkait