PAREPARE, Interaksinews.id – Pengusaha depot air minum isi ulang (AMIU) di Kota Parepare akhirnya menyepakati kenaikan harga air galon isi ulang menjadi Rp8 ribu per galon untuk konsumen rumah tangga. Kesepakatan tersebut akan mulai berlaku efektif pada 1 Juni 2026.
Keputusan itu lahir dalam forum pertemuan yang diinisiasi dan difasilitasi oleh Asosiasi Depot Air Minum Isi Ulang Parepare (ASDAMIPA) di Warkop Fhira, Tanggul Cempae, Kelurahan Wattang Soreang, Kecamatan Soreang, Minggu malam, 17 Mei 2026.
Pertemuan tersebut mempertemukan hampir separuh pengusaha depot air minum isi ulang di Parepare. Meski sempat berlangsung alot, forum akhirnya mencapai titik temu setelah melalui proses musyawarah dan mufakat.
Kesepakatan Harga Baru Air Isi Ulang di Parepare
Dalam rapat tersebut, pelaku usaha menyepakati dua skema harga berbeda. Untuk konsumen rumah tangga, harga ditetapkan sebesar Rp8.000 per galon. Sedangkan distribusi ke kios dan warung dipatok di angka Rp6.000 per galon.
Namun, para pengusaha berharap kios dan warung tetap menjual air galon isi ulang kepada masyarakat dengan harga Rp8 ribu agar tercipta keseragaman harga di lapangan.
Plt Ketua ASDAMIPA Parepare, Fahri Suaib, mengatakan keputusan tersebut diambil demi menjaga stabilitas usaha depot air minum isi ulang di Parepare.
“Alhamdulillah, pertemuan ini telah melahirkan kesepakatan bersama oleh para pengusaha depot untuk menaikkan harga air minum isi ulang,” ujar Fahri Suaib usai memimpin rapat.
Menurutnya, keseragaman harga menjadi langkah penting untuk mencegah persaingan usaha yang tidak sehat di antara pelaku usaha depot air.
“Kesepakatan kenaikan harga air minum isi ulang oleh para pengusaha depot guna menciptakan kebersamaan dan keseragaman harga di Kota Parepare,” katanya.
Kenaikan Harga Dipicu Bahan Baku
Forum juga mengungkap alasan utama kenaikan harga air galon isi ulang. Salah satu faktor terbesar ialah meningkatnya biaya bahan baku berbahan plastik.
Mulai dari harga galon, stiker, hingga kebutuhan operasional lainnya disebut mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir.
“Salah satu pertimbangannya disepakati kenaikan harga dipicu kenaikan harga bahan baku berbahan plastik, seperti galon, stiker, dan lainnya,” ungkap Fahri.
Selain persoalan biaya produksi, sejumlah peserta rapat juga menyoroti pentingnya menjaga kualitas air minum isi ulang agar kenaikan harga tetap sejalan dengan mutu produk yang diterima masyarakat.
Pengusaha Tekankan Kualitas dan Legalitas Usaha
Dalam diskusi yang berlangsung cukup dinamis itu, beberapa pengusaha menyampaikan bahwa kenaikan harga tidak boleh hanya berorientasi pada keuntungan semata.
Mereka menilai kualitas air minum isi ulang harus menjadi perhatian utama, termasuk penggunaan wadah galon yang layak dan higienis.
Salah satu peserta forum bahkan mengingatkan pentingnya kesepahaman antar pelaku usaha agar tidak lagi terjadi konflik harga di lapangan.
“Jangan sampai ribut lagi soal harga yang tidak disepakati,” ujar salah satu peserta forum.
Tak hanya itu, forum juga menekankan pentingnya legalitas usaha depot air minum isi ulang di Parepare. Depot yang telah memiliki izin usaha, lisensi, dan sertifikat dinilai harus menjalankan produksi sesuai standar kesehatan dan ketentuan yang berlaku.
Langkah tersebut dianggap penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap kualitas air minum isi ulang yang beredar di Parepare.
ASDAMIPA Dorong Persaingan Usaha yang Sehat
ASDAMIPA berharap kesepakatan harga ini menjadi awal terciptanya solidaritas antar pelaku usaha depot air minum isi ulang di Parepare.
Fahri Suaib menegaskan bahwa kebersamaan para pengusaha menjadi kunci menciptakan dunia usaha yang sehat sekaligus meningkatkan kesejahteraan bersama.
“Terpenting adalah kesadaran untuk menciptakan dunia usaha yang baik menuju kesejahteraan bersama,” tuturnya.
Selain itu, keseragaman harga dinilai dapat mengurangi persaingan tidak sehat yang selama ini kerap terjadi akibat perbedaan harga antar depot.
Kebijakan ini juga diharapkan mampu menjaga kualitas layanan kepada masyarakat di tengah meningkatnya kebutuhan air minum isi ulang di Kota Parepare.


















