Interaksinews.id, Merauke – Perum Bulog menegaskan komitmennya memperkuat sektor pangan nasional melalui rencana Bulog bangun gudang di Merauke beserta fasilitas penggilingan padi atau Rice Milling Unit (RMU). Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan hasil panen petani terserap secara optimal sekaligus mendukung pengembangan kawasan sentra pangan di Papua Selatan.
Komitmen tersebut disampaikan Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, saat menghadiri kegiatan Tanam Padi Bersama di lahan Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Merauke, Sabtu (4/7/2026). Program itu merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas lahan pertanian dan meningkatkan produksi beras nasional.
Menurut Rizal, Bulog siap menjadi mitra strategis petani dengan memperkuat sistem penyerapan gabah serta membangun ekosistem pangan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
“Bulog berkomitmen menjadi mitra strategis petani dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional,” ujar Ahmad Rizal Ramdhani.
Bulog Bangun Gudang di Merauke Perkuat Penyerapan Hasil Panen
Sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan produksi pertanian, Bulog akan membangun gudang penyimpanan berkapasitas 3.500 ton di Merauke. Gudang tersebut akan difungsikan sebagai tempat penyimpanan beras hasil panen petani sebelum didistribusikan sebagai bagian dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP).
Selain gudang, Bulog juga menyiapkan pembangunan sejumlah fasilitas pendukung berupa:
- Rice Milling Unit (RMU) atau penggilingan padi modern.
- Mesin pengering (dryer) untuk menjaga kualitas gabah.
- Penguatan sistem distribusi hasil panen.
- Dukungan terhadap rantai pasok pangan nasional.
Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mampu mengurangi kehilangan hasil panen, meningkatkan kualitas beras, sekaligus mempercepat proses distribusi ke berbagai wilayah Indonesia.
Bulog Jamin Penyerapan Gabah Sesuai Harga Pemerintah
Rizal menjelaskan bahwa peningkatan produksi pertanian harus diimbangi dengan kepastian pasar bagi petani. Oleh karena itu, Bulog memastikan akan membeli Gabah Kering Panen (GKP) sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram.
Menurutnya, kepastian harga menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan semangat petani dalam meningkatkan produksi.
Bulog juga terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari Kementerian Pertanian, TNI, Polri hingga pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pangan nasional.
Sinergi tersebut diarahkan untuk memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sehingga kebutuhan pangan masyarakat tetap terjaga di tengah peningkatan produksi nasional.
“Setiap peningkatan produksi harus dapat terserap secara optimal agar mampu memperkuat cadangan pangan pemerintah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” kata Rizal.
Merauke Diproyeksikan Menjadi Sentra Produksi Pangan Nasional
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan Merauke memiliki potensi besar menjadi salah satu lumbung pangan nasional.
Pemerintah terus memperluas lahan pertanian melalui program cetak sawah dan optimalisasi lahan guna meningkatkan produksi beras secara signifikan.
Data Kementerian Pertanian menunjukkan bahwa pada:
- Tahun 2025 pemerintah mencetak sawah seluas 17.693 hektare.
- Tahun 2026 ditargetkan bertambah 31.241 hektare.
- Optimalisasi lahan sepanjang 2023–2026 mencapai 53.499 hektare.
Menurut Amran, seluruh lahan yang dikembangkan melalui program tersebut tetap menjadi milik masyarakat Papua.
Pemerintah hadir untuk membantu melalui penyediaan benih unggul, pembangunan infrastruktur pertanian, mekanisasi, hingga penerapan teknologi modern.
“Program cetak sawah ini merupakan aspirasi masyarakat dan seluruh lahannya tetap menjadi milik masyarakat,” ujar Andi Amran Sulaiman.
Modernisasi Pertanian Tingkatkan Produktivitas
Pemerintah juga menerapkan konsep Pertanian Modern (Advanced Agriculture System) yang memanfaatkan teknologi terbaru dan hasil riset untuk meningkatkan produktivitas lahan.
Melalui pendekatan tersebut, produktivitas padi diproyeksikan meningkat dari sekitar 7 ton per hektare menjadi 10 ton per hektare.
Selain itu, pemerintah mendorong petani melakukan tiga kali musim tanam dalam satu tahun agar potensi produksi dapat dimaksimalkan.
Nilai Produksi Pertanian Merauke Terus Meningkat
Perkembangan sektor pertanian di Merauke menunjukkan tren yang sangat positif dalam beberapa tahun terakhir.
Berdasarkan data Kementerian Pertanian:
- Tahun 2023, nilai produksi sawah mencapai sekitar Rp523 miliar.
- Tahun 2025, nilainya meningkat menjadi sekitar Rp1,3 triliun.
- Ke depan, nilai produksi diproyeksikan mencapai Rp13 triliun apabila sistem tiga kali tanam dapat diterapkan secara konsisten.
Peningkatan tersebut menjadi indikator bahwa investasi pemerintah pada sektor pertanian mulai memberikan dampak terhadap produktivitas lahan dan pendapatan petani.
Dengan dukungan Bulog melalui pembangunan gudang, RMU, serta fasilitas pengering, hasil panen yang meningkat diharapkan dapat terserap lebih maksimal sehingga memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
Rencana Bulog bangun gudang di Merauke menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem pangan nasional. Kehadiran gudang penyimpanan, Rice Milling Unit, serta mesin pengering akan mendukung penyerapan hasil panen petani sekaligus menjaga kualitas beras.
Di sisi lain, program cetak sawah, optimalisasi lahan, serta penerapan teknologi pertanian modern diyakini mampu menjadikan Merauke sebagai salah satu pusat produksi pangan nasional. Kolaborasi pemerintah, Bulog, dan petani diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan pangan Indonesia, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Papua Selatan.















