ParepareSulawesi Selatan

Tasming Hamid Sebut Masa Tunggu Haji Parepare Turun hingga 19 Tahun

Interaksinews.id, Makassar – Kabar menggembirakan datang bagi masyarakat Kota Parepare yang selama ini menanti giliran berangkat ke Tanah Suci. Masa tunggu haji Parepare yang sebelumnya mencapai 45 tahun, kini turun drastis menjadi 26 tahun.

Penurunan signifikan itu diungkap langsung Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, saat ditemui di Asrama Haji Sudiang, Rabu (20/5/2026).

Menurut Tasming, perubahan tersebut menjadi angin segar bagi ribuan masyarakat yang selama ini harus menunggu puluhan tahun untuk dapat menunaikan ibadah haji.

“Ya, alhamdulillah ada penurunan dari 45 menjadi 26,” ujar Tasming Hamid.

Penurunan Antrian Haji Jadi Harapan Baru Warga Parepare

Turunnya masa tunggu haji Parepare dinilai menjadi indikator positif dalam pengelolaan kuota keberangkatan jamaah. Sebab, selama bertahun-tahun masyarakat Sulawesi Selatan, termasuk Parepare, menghadapi panjangnya daftar tunggu akibat tingginya minat berhaji.

Kini, dengan berkurangnya waktu tunggu hingga 19 tahun, peluang masyarakat untuk lebih cepat berangkat ke Tanah Suci semakin terbuka.

Tasming berharap pemerintah pusat terus melakukan penambahan kuota haji nasional agar antrean keberangkatan jamaah dapat dipangkas lebih jauh.

“Tentu kita berharap ya, mudah-mudahan ke depan kuota haji ini, bukan saja di Parepare tapi se-Indonesia secara umum, itu ada penambahan,” katanya.

Ia menilai tambahan kuota sangat penting untuk menjawab tingginya animo masyarakat yang telah lama menunggu kesempatan berhaji.

“Supaya masyarakat kita yang menunggu ini, bisa melaksanakan haji,” lanjutnya.

Kuota Haji Parepare Diperkirakan Capai 200 Jamaah

Selain mengungkap penurunan masa tunggu, Tasming juga menyebut Kota Parepare diperkirakan memperoleh kuota haji sekitar 200 orang pada tahun depan.

Jumlah tersebut diharapkan mampu mempercepat rotasi keberangkatan jamaah calon haji asal Parepare yang setiap tahun terus meningkat.

“Tahun depan kita dapat kuota kurang lebih 200 Parepare tahun depan, insyaallah,” ungkapnya.

Pemerintah daerah juga terus mendorong peningkatan pelayanan bagi jamaah calon haji, mulai dari pembinaan manasik hingga kesiapan kesehatan sebelum keberangkatan.

Wali Kota Ingatkan Jamaah Fokus Ibadah dan Jaga Kesehatan

Di sisi lain, Tasming Hamid mengingatkan jamaah calon haji agar menjaga kondisi fisik selama menjalankan ibadah di Arab Saudi. Ia menilai kesehatan menjadi faktor utama agar seluruh rangkaian ibadah dapat dijalankan dengan maksimal.

Selain itu, ia meminta jamaah meluruskan niat dan memprioritaskan ibadah wajib dibanding aktivitas lain selama berada di Tanah Suci.

“Himbauan kami ya, jaga kesehatan, luruskan niat, kemarin juga kami sampaikan bahwa yang menjadi utama ibadah haji ini adalah bagaimana setelah selesai haji,” jelasnya.

Tasming juga menegaskan bahwa jamaah sebaiknya fokus menyelesaikan seluruh rukun dan wajib haji terlebih dahulu sebelum memikirkan kegiatan tambahan seperti berbelanja.

“Nah, nanti setelah itu, yang lain itu ya sunah semuanya. Contoh misalnya mau belanja dan sebagainya, pokoknya sebelum selesai di Arafah, harus fokus semua untuk melakukan ibadah haji,” tegasnya.

Penambahan Kuota Haji Masih Jadi Tantangan Nasional

Meski masa tunggu haji Parepare mengalami penurunan, persoalan antrean haji secara nasional masih menjadi tantangan besar pemerintah. Tingginya jumlah pendaftar setiap tahun tidak sebanding dengan kuota yang tersedia dari Pemerintah Arab Saudi.

Karena itu, harapan penambahan kuota haji terus disuarakan berbagai daerah di Indonesia agar masyarakat tidak harus menunggu terlalu lama untuk menunaikan rukun Islam kelima.


Artikel ini disusun berdasarkan informasi dan keterangan yang diterima redaksi. Setiap informasi telah disajikan secara proporsional untuk memberikan konteks kepada pembaca. Redaksi terbuka terhadap koreksi atau informasi tambahan apabila terdapat data yang perlu diperbarui.

Berita Terkait