Interaksinews.id, Parepare — UMI dan Pemkot Parepare resmi memperkuat sinergi dalam pengembangan sumber daya manusia melalui penandatanganan Kesepakatan Bersama tentang Pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis dalam memperluas kolaborasi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat demi mendukung pembangunan berkelanjutan di Kota Parepare.
Penandatanganan berlangsung di Baruga Rumah Jabatan Wali Kota Parepare, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Minggu (26/7/2026). Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pemaparan Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) kepada jajaran Pemerintah Kota Parepare.
Kolaborasi Universitas Muslim Indonesia (UMI) bersama Pemkot Parepare ini diharapkan mampu membuka akses pendidikan tinggi yang lebih luas bagi aparatur sipil negara maupun masyarakat, sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi pembangunan daerah.
UMI dan Pemkot Parepare Perluas Kolaborasi Pendidikan
Kesepakatan bersama yang ditandatangani kedua belah pihak mencakup pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Melalui kerja sama tersebut, UMI berkomitmen mendukung berbagai program pembangunan daerah dengan memanfaatkan potensi akademik yang dimiliki. Sinergi ini juga menjadi wadah pengembangan inovasi yang dapat diterapkan secara langsung di lingkungan Pemerintah Kota Parepare.
Rektor UMI, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H., mengatakan UMI terus menghadirkan berbagai inovasi pendidikan yang memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memperoleh pendidikan tinggi.
Menurutnya, kampus tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
“Kami terus menghadirkan berbagai inovasi pendidikan sehingga masyarakat dapat melanjutkan studi tanpa harus meninggalkan daerah asalnya,” ujar Prof. Hambali.
Ia menambahkan, kerja sama tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi pemerintah maupun masyarakat melalui berbagai program pendidikan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan zaman.
Program RPL Beri Peluang Percepatan Studi
Salah satu program yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut adalah Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Melalui program ini, pengalaman kerja, sertifikasi profesi, maupun kompetensi yang telah dimiliki peserta dapat diakui sebagai bagian dari proses akademik.
Dengan demikian, peserta memiliki kesempatan menyelesaikan pendidikan tinggi dalam waktu yang lebih efektif tanpa mengulang seluruh proses pembelajaran dari awal.
Program RPL UMI Permudah Akses Pendidikan Tinggi
Prof. Hambali menjelaskan bahwa Program RPL menjadi solusi bagi masyarakat maupun aparatur pemerintah yang ingin meningkatkan kualifikasi pendidikan tanpa harus meninggalkan pekerjaan.
Selain itu, UMI juga menawarkan pengembangan kelas melalui skema Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU).
Skema tersebut memungkinkan proses pembelajaran dilakukan secara daring maupun hybrid sehingga mahasiswa tetap dapat mengikuti perkuliahan dari Parepare.
“Peserta tidak harus meninggalkan Parepare. Kita dapat membentuk kelas khusus dengan sistem pembelajaran yang fleksibel, baik melalui Zoom maupun hybrid, di mana mahasiswa sesekali datang ke Makassar atau dosen UMI yang hadir memberikan perkuliahan di Parepare,” kata Prof. Hambali.
Model pembelajaran tersebut dinilai mampu memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus mengurangi beban biaya dan waktu bagi peserta.
UMI Siapkan Inovasi dan Kekuatan Akademik
Selain memaparkan Program RPL, UMI juga memperkenalkan berbagai hasil penelitian yang siap dikolaborasikan dengan pemerintah daerah.
Berbagai inovasi tersebut merupakan hasil riset dosen maupun alumni yang telah diperkenalkan pada Milad ke-72 UMI sebagai bentuk kontribusi terhadap pengembangan teknologi nasional.
Di bidang pengabdian kepada masyarakat, UMI memiliki kekuatan akademik yang besar.
Saat ini, perguruan tinggi tersebut memiliki 117 guru besar dari berbagai disiplin ilmu yang siap berkontribusi dalam mendukung pembangunan daerah.
Menurut Prof. Hambali, potensi tersebut menjadi modal penting untuk menghasilkan berbagai solusi terhadap tantangan pembangunan yang dihadapi pemerintah daerah.
“Dengan jumlah guru besar yang dimiliki UMI, kami siap berkolaborasi bersama Pemerintah Kota Parepare dalam membangun sumber daya manusia yang lebih profesional, kompeten, dan mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan,” katanya.
Yayasan Wakaf UMI Dorong Kolaborasi Berkelanjutan
Ketua Pengurus Yayasan Wakaf UMI, Prof. Dr. Hj. Masrurah Mokhtar, M.A., menegaskan bahwa kolaborasi menjadi faktor utama dalam mempercepat pembangunan.
Menurutnya, kemajuan tidak dapat diwujudkan apabila setiap pihak berjalan sendiri-sendiri.
Sebaliknya, kerja sama yang dilandasi semangat saling membantu akan menghasilkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
“Kami berharap kerja sama ini benar-benar memberikan manfaat bagi kedua belah pihak, baik bagi Universitas Muslim Indonesia maupun Pemerintah Kota Parepare. UMI akan terus menghadirkan berbagai inovasi dan solusi yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ungkapnya.
Ia berharap sinergi tersebut dapat terus berkembang dalam berbagai bidang sehingga manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat.
Tasming Hamid Sambut Positif Kerja Sama
Wali Kota Parepare H. Tasming Hamid, S.E., M.H. menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama antara Pemerintah Kota Parepare dan UMI.
Menurutnya, hubungan baik yang telah terbangun selama ini perlu diperkuat melalui berbagai program konkret yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pembangunan daerah.
Tasming menilai pengalaman panjang UMI dalam mengembangkan pendidikan tinggi menjadi modal penting dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul.
“Saya berharap dengan kerja sama yang baru ini semakin banyak kontribusi UMI untuk Kota Parepare. UMI adalah perguruan tinggi besar yang aktif mengembangkan SDM di berbagai daerah. Pembangunan bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi yang jauh lebih penting adalah pembangunan sumber daya manusia,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi Program Rekognisi Pembelajaran Lampau yang memberikan kesempatan bagi aparatur pemerintah maupun masyarakat untuk meningkatkan jenjang pendidikan tanpa mengganggu aktivitas pekerjaan sehari-hari.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor I UMI Prof. Dr. Ir. Dirgahayu A. Lantara, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng. memaparkan secara rinci mekanisme Program RPL, termasuk peluang percepatan studi bagi peserta yang telah memiliki pengalaman profesional maupun kompetensi tertentu.
Kegiatan tersebut juga diisi dengan pemaparan mengenai PT Marlip oleh Ir. Masrah Marang, M.M. sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan sektor industri dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Kerja sama UMI dan Pemkot Parepare menjadi langkah strategis dalam memperkuat pengembangan sumber daya manusia melalui implementasi Tridharma Perguruan Tinggi. Dukungan Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), pengembangan PSDKU, serta keterlibatan para guru besar diharapkan mampu memperluas akses pendidikan tinggi, mempercepat peningkatan kompetensi masyarakat, dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kota Parepare yang berkelanjutan.

















