Pendidikan & TehnologiParepare

Pelatihan Berbasis Kompetensi Parepare, Wali Kota Tasming Hamid Buka Batch 4

Interaksinews.id, Parepare — Pelatihan berbasis kompetensi Parepare Batch 4 tahun 2026 resmi dibuka Wali Kota Parepare Tasming Hamid, Rabu (2/9/2026). Kegiatan yang diselenggarakan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Pangkep Kementerian Ketenagakerjaan itu berlangsung di Auditorium BJ Habibie, Rumah Jabatan Wali Kota Parepare.

Ratusan peserta mengikuti pelatihan dengan berbagai pilihan bidang kompetensi. Program tersebut memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk meningkatkan keterampilan yang dapat digunakan untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan yang berorientasi pada kebutuhan dunia kerja. Peserta mendapat pilihan keterampilan sesuai minat, potensi, serta peluang kerja yang tersedia.

Pelatihan Berbasis Kompetensi Parepare Hadirkan Beragam Pilihan Keterampilan

Pelatihan Batch 4 tahun 2026 menawarkan sejumlah bidang keterampilan. Materi pelatihan mencakup keterampilan teknis, digital, jasa, industri, hingga bidang yang berpotensi dikembangkan menjadi usaha mandiri.

Ada 13 bidang kompetensi yang dapat diikuti peserta dalam program tersebut. Pilihan itu meliputi:

  • Pemasangan sistem integrasi bangunan cerdas.
  • Konten kreator.
  • Pramusaji.
  • Merias wajah.
  • Plate welder SMAW 3G.
  • Computer operator assistant.
  • Teknisi AC residential.
  • Servis sepeda motor injeksi.
  • Menjahit pakaian dengan mesin.
  • Desain grafis muda.
  • Instalasi listrik bangunan sederhana.
  • Pembudidayaan jamur.
  • Asisten pembuat pakaian.

Keragaman bidang tersebut memberikan ruang bagi masyarakat untuk memilih keterampilan sesuai kebutuhan. Peserta juga dapat menyesuaikan pilihan pelatihan dengan pengalaman, minat, serta rencana pekerjaan atau usaha yang ingin dikembangkan.

Selain keterampilan teknis, beberapa bidang pelatihan memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi produktif. Dengan demikian, peserta tidak hanya diarahkan untuk mencari pekerjaan, tetapi juga memiliki pilihan untuk membangun usaha sendiri.

Pelatihan vokasi juga menjadi salah satu sarana untuk mempertemukan kebutuhan keterampilan masyarakat dengan perkembangan dunia kerja. Perubahan teknologi dan kebutuhan industri membuat tenaga kerja perlu terus meningkatkan kemampuan.

Tasming Hamid Dorong Peserta Serius Tingkatkan Keterampilan

Wali Kota Parepare Tasming Hamid menilai pelatihan berbasis kompetensi memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, perkembangan dunia kerja membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga mampu menerapkan keterampilan secara langsung.

Tasming mengatakan peserta harus memanfaatkan kesempatan pelatihan dengan sungguh-sungguh. Keterampilan yang diperoleh selama mengikuti program diharapkan dapat menjadi bekal untuk menghadapi persaingan kerja.

“Pelatihan berbasis kompetensi ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan keterampilan dan mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja. Saya berharap seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh sehingga ilmu dan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan dan memberikan manfaat,” kata Tasming.

Menurutnya, keterampilan praktis memiliki nilai penting karena peserta dapat langsung menerapkannya setelah menyelesaikan pelatihan. Penerapan tersebut dapat dilakukan di tempat kerja maupun melalui kegiatan usaha secara mandiri.

Tasming juga berharap program tersebut memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat. Pelatihan tidak hanya menjadi kegiatan pembelajaran, tetapi juga dapat menjadi awal bagi peserta untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan.

Pelatihan Berbasis Kompetensi Parepare Buka Peluang Kerja dan Usaha

Pelatihan berbasis kompetensi Parepare tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan teknis peserta. Program tersebut juga membuka peluang bagi masyarakat untuk memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber penghasilan.

Bidang seperti konten kreator dan desain grafis, misalnya, dapat dikembangkan sesuai kebutuhan ekonomi digital. Sementara itu, keterampilan seperti tata rias, menjahit, servis sepeda motor, teknisi AC, serta pembudidayaan jamur memiliki peluang untuk dikembangkan melalui usaha jasa maupun produksi.

Karena itu, peserta diharapkan tidak berhenti setelah menyelesaikan pelatihan. Mereka perlu menerapkan kemampuan yang diperoleh agar manfaat program dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Pelatihan Berbasis Kompetensi Parepare Perkuat SDM Siap Kerja

Penguatan kompetensi menjadi semakin penting ketika dunia kerja terus mengalami perubahan. Perusahaan dan pelaku usaha membutuhkan tenaga kerja yang mampu bekerja secara profesional serta memiliki keterampilan sesuai bidangnya.

Dalam konteks tersebut, pelatihan vokasi dapat menjadi salah satu jalan untuk meningkatkan kesiapan masyarakat. Peserta memperoleh kesempatan untuk mempelajari keterampilan yang dapat diterapkan secara praktis.

Tasming berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan daya saing. Ia juga mengapresiasi Kementerian Ketenagakerjaan melalui BPVP Pangkep yang memberikan kesempatan kepada masyarakat Parepare mengikuti program pelatihan.

“Kami berharap pelatihan ini tidak berhenti pada proses belajar, tetapi dapat dilanjutkan dengan penerapan keterampilan. Semoga seluruh peserta mampu memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kesejahteraan dan menjadi tenaga kerja yang kompeten serta berdaya saing,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya keberlanjutan setelah pelatihan. Peserta diharapkan mampu mengubah keterampilan yang diperoleh menjadi kemampuan produktif.

BPVP Pangkep Beri Akses Pelatihan bagi Masyarakat Parepare

Penyelenggaraan Batch 4 di Parepare menunjukkan pentingnya akses pelatihan keterampilan bagi masyarakat di daerah. Kehadiran BPVP Pangkep memberikan pilihan pembelajaran vokasi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan peserta.

Ratusan peserta yang mengikuti program tersebut memiliki latar belakang dan tujuan yang beragam. Sebagian dapat memanfaatkan keterampilan untuk mencari pekerjaan, sementara peserta lainnya berpeluang mengembangkan usaha secara mandiri.

Pilihan 13 bidang kompetensi juga memperluas kesempatan masyarakat untuk menentukan keterampilan yang sesuai. Dengan pilihan tersebut, program pelatihan dapat menjangkau kebutuhan keterampilan yang lebih beragam.

Pada akhirnya, keberhasilan pelatihan tidak hanya ditentukan oleh proses pembelajaran. Penerapan keterampilan setelah pelatihan menjadi bagian penting untuk memastikan manfaat program benar-benar dirasakan peserta.

Dengan bekal kompetensi yang semakin baik, peserta diharapkan mampu memasuki dunia kerja dengan lebih percaya diri. Mereka juga dapat memanfaatkan keterampilan tersebut untuk menciptakan peluang usaha dan meningkatkan pendapatan.

(MS Journal)


Artikel ini disusun berdasarkan informasi dan keterangan yang diterima redaksi. Setiap informasi telah disajikan secara proporsional untuk memberikan konteks kepada pembaca. Redaksi terbuka terhadap koreksi atau informasi tambahan apabila terdapat data yang perlu diperbarui.

Berita Terkait