Interaksinews.id, Makassar — Tasming Hamid menghadiri Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional (Rakerkonas) XXXV Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) di Hotel Claro Makassar, 3–5 Agustus 2026. Kehadiran Wali Kota Parepare tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan pemerintah daerah dengan dunia usaha.
Rakerkonas APINDO XXXV mengangkat tema “Ketahanan Ekonomi Nasional: Peran Pengusaha Indonesia di Tengah Fragmentasi Global”. Forum ini membahas berbagai tantangan ekonomi sekaligus peluang untuk memperkuat investasi dan daya saing usaha nasional.
Bagi Pemerintah Kota Parepare, forum tersebut menjadi ruang strategis untuk memperluas jejaring dengan pelaku usaha, investor, serta pemangku kepentingan ekonomi dari berbagai daerah.
Tasming Hamid Hadiri Rakerkonas APINDO XXXV
Kegiatan Rakerkonas APINDO XXXV berlangsung selama tiga hari di Makassar. Rangkaian kegiatan dimulai melalui agenda pra-Rakerkonas yang menghadirkan pameran dan forum investasi.
Tasming Hamid hadir bersama sejumlah kepala daerah dan tokoh nasional. Pertemuan tersebut mempertemukan unsur pemerintah, pengusaha, investor, serta pemangku kepentingan yang memiliki perhatian terhadap perkembangan ekonomi Indonesia.
Kehadiran kepala daerah dalam forum tersebut memiliki arti penting. Pemerintah daerah dapat memperkenalkan potensi wilayah sekaligus membuka komunikasi dengan calon mitra usaha.
Bagi Parepare, ruang seperti ini dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan berbagai potensi ekonomi daerah. Selain investasi, penguatan UMKM menjadi salah satu sektor yang dapat memperoleh manfaat dari perluasan jejaring bisnis.
Rakerkonas juga menjadi momentum untuk membangun kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah dan sektor swasta. Kolaborasi tersebut diperlukan agar kebijakan ekonomi daerah dapat berjalan seiring dengan kebutuhan dunia usaha.
Forum Investasi APINDO Buka Peluang Ekonomi Daerah
Salah satu agenda yang menjadi perhatian dalam rangkaian Rakerkonas adalah Business and Investment Forum. APINDO menghadirkan format tersebut sebagai bagian dari penguatan promosi investasi dan perluasan akses pasar.
Forum investasi berlangsung pada hari pertama, Senin, 3 Agustus 2026. Agenda tersebut berlangsung bersamaan dengan pameran yang mempertemukan berbagai potensi bisnis dan investasi.
Format Business and Investment Forum menjadi salah satu pembeda dalam pelaksanaan Rakerkonas tahun ini. Forum tidak hanya berfungsi sebagai ruang promosi, tetapi juga membuka peluang pertemuan antara pelaku usaha dan calon mitra bisnis.
APINDO juga mengarahkan forum tersebut untuk memperluas akses pasar bagi sekitar 65.000 UMKM yang berada dalam ekosistem organisasinya.
Langkah tersebut menjadi penting karena UMKM memiliki peran besar dalam perekonomian Indonesia. Namun, kontribusi UMKM terhadap ekspor nasional masih berada di kisaran 4 persen berdasarkan data yang disampaikan dalam rangkaian forum tersebut.
Karena itu, peningkatan kapasitas dan akses pasar menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian. UMKM membutuhkan dukungan dalam hal pembiayaan, pemasaran, teknologi, kualitas produk, hingga akses terhadap pasar internasional.
Rakerkonas APINDO Dorong UMKM Naik Kelas
Penguatan UMKM menjadi salah satu isu penting dalam pembahasan ekonomi nasional. Akses terhadap pasar yang lebih luas dapat membantu pelaku usaha meningkatkan skala bisnis sekaligus memperkuat daya saing produk lokal.
Dalam konteks daerah, peluang tersebut juga dapat dimanfaatkan Pemerintah Kota Parepare. Pemerintah dapat mendorong pelaku UMKM agar tidak hanya berorientasi pada pasar lokal, tetapi mulai mempersiapkan produk untuk menjangkau pasar antardaerah hingga internasional.
Upaya itu membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, pengusaha, lembaga keuangan, komunitas bisnis, dan pelaku UMKM. Dengan ekosistem yang lebih kuat, produk lokal memiliki peluang lebih besar untuk berkembang.
Forum APINDO juga menunjukkan bahwa pengembangan UMKM tidak dapat berjalan sendiri. Pelaku usaha membutuhkan jaringan bisnis yang mampu membuka akses terhadap pasar dan investasi.
Makassar Jadi Panggung Promosi Investasi Indonesia Timur
Pemilihan Makassar sebagai lokasi Rakerkonas memiliki arti strategis. Kota ini memiliki posisi penting sebagai salah satu pusat kegiatan ekonomi dan pintu gerbang perdagangan di kawasan timur Indonesia.
Ketua Umum DPN APINDO Shinta W. Kamdani menjelaskan bahwa posisi strategis Makassar menjadi salah satu pertimbangan penyelenggaraan forum tersebut.
“Makassar dipilih karena memiliki posisi strategis sebagai gerbang utama dan pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia,” ujar Shinta W. Kamdani dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Posisi tersebut memberikan peluang bagi daerah-daerah di Sulawesi dan kawasan Indonesia timur untuk memperkenalkan potensi ekonominya. Pemerintah daerah dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk membangun komunikasi dengan investor.
Bagi Parepare, peluang itu menjadi semakin relevan. Kota yang berada di jalur strategis Sulawesi Selatan tersebut memiliki potensi pada sektor perdagangan, jasa, pelabuhan, UMKM, pariwisata, dan berbagai kegiatan ekonomi lainnya.
Karena itu, keterlibatan kepala daerah dalam forum bisnis berskala nasional dapat menjadi bagian dari strategi memperluas jaringan ekonomi daerah.
Tasming Hamid Dorong Peluang Investasi Parepare
Partisipasi Tasming Hamid dalam Rakerkonas APINDO menunjukkan perhatian Pemerintah Kota Parepare terhadap penguatan hubungan dengan dunia usaha.
Pemerintah daerah memiliki peran penting dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif. Kepastian pelayanan, kemudahan berusaha, kesiapan infrastruktur, serta koordinasi antarlembaga menjadi beberapa faktor yang dapat memengaruhi keputusan investor.
Tasming Hamid dapat memanfaatkan forum seperti Rakerkonas untuk memperkenalkan peluang investasi yang tersedia di Parepare. Pertemuan dengan pelaku usaha nasional juga membuka ruang bagi terbentuknya komunikasi lanjutan.
Namun, promosi investasi harus berjalan beriringan dengan kesiapan daerah. Potensi ekonomi perlu didukung data yang jelas, regulasi yang memberikan kepastian, serta pelayanan yang mudah dipahami oleh calon investor.
Langkah tersebut penting agar promosi investasi tidak berhenti pada pertemuan atau forum. Sebaliknya, komunikasi bisnis dapat berlanjut menjadi penjajakan proyek dan kerja sama konkret.
Potensi UMKM Parepare Perlu Diperkuat
Selain investasi berskala besar, penguatan UMKM juga menjadi peluang bagi Parepare. Pelaku usaha lokal dapat memperoleh manfaat dari perluasan jejaring dan akses pasar yang dibangun melalui forum bisnis.
Produk UMKM Parepare memiliki peluang untuk berkembang apabila mendapat dukungan dari sisi kualitas, kemasan, pemasaran digital, legalitas, dan kemampuan memenuhi permintaan pasar.
Pemerintah kota juga dapat memperkuat pendampingan bagi pelaku usaha. Dengan begitu, UMKM tidak hanya bertahan di pasar lokal, tetapi memiliki kemampuan untuk memperluas pasar.
Keterhubungan antara investasi dan UMKM juga penting. Kehadiran investor dapat menciptakan rantai pasok baru yang melibatkan pelaku usaha lokal.
Jika dikelola dengan baik, kondisi tersebut dapat memberikan efek berganda bagi perekonomian daerah. Pelaku UMKM mendapatkan pasar, sementara investasi memperoleh dukungan dari ekosistem usaha lokal.
Tokoh Nasional Hadiri Rangkaian Rakerkonas APINDO
Rangkaian pra-Rakerkonas di Makassar turut menghadirkan sejumlah tokoh nasional dan daerah. Di antaranya Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, Ketua Dewan Pertimbangan APINDO Sofjan Wanandi, Tantowi Yahya, Ikang Fawzy, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, serta Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin.
Pembukaan pameran dan forum investasi di Ballroom Sandeq A-B Hotel Claro Makassar dilakukan oleh Jusuf Kalla.
Kehadiran sejumlah tokoh tersebut memperkuat posisi Rakerkonas sebagai forum yang mempertemukan berbagai unsur dalam ekosistem ekonomi nasional.
Sementara itu, puncak pembukaan Rakerkonas APINDO XXXV berlangsung pada Selasa, 4 Agustus 2026. Agenda tersebut menghadirkan sejumlah pejabat tinggi negara dan tokoh nasional.
Forum tersebut membahas ketahanan ekonomi nasional di tengah perubahan lingkungan ekonomi global. Dunia usaha menghadapi tantangan berupa perubahan rantai pasok, dinamika perdagangan internasional, serta persaingan pasar yang semakin terbuka.
Karena itu, sinergi pemerintah dan dunia usaha menjadi semakin penting. Pemerintah membutuhkan masukan dari pelaku usaha, sementara dunia usaha membutuhkan kebijakan yang mampu menciptakan kepastian dan ruang pertumbuhan.
Peluang Kolaborasi Parepare dengan Dunia Usaha
Keikutsertaan Tasming Hamid dalam forum APINDO juga dapat membuka peluang kolaborasi bagi Pemerintah Kota Parepare.
Kolaborasi tersebut dapat diarahkan pada beberapa sektor strategis, antara lain:
- Pengembangan investasi daerah melalui promosi potensi usaha dan proyek yang siap ditawarkan.
- Penguatan UMKM melalui akses pasar, pembiayaan, pendampingan, dan digitalisasi.
- Pengembangan sektor perdagangan dan jasa yang menjadi bagian penting dari aktivitas ekonomi Parepare.
- Penguatan konektivitas ekonomi dengan memanfaatkan posisi Parepare dalam jaringan transportasi dan perdagangan Sulawesi.
- Kemitraan pemerintah dan swasta untuk mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Peluang tersebut tentu membutuhkan tindak lanjut yang terukur. Pemerintah daerah perlu memastikan setiap peluang kerja sama memiliki dasar data, mekanisme yang jelas, serta manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
Dengan pendekatan tersebut, forum nasional seperti Rakerkonas APINDO dapat memberikan manfaat lebih luas bagi daerah.
Ketahanan Ekonomi Jadi Tantangan Bersama
Tema Rakerkonas APINDO XXXV tentang ketahanan ekonomi nasional memiliki relevansi dengan kondisi daerah. Perubahan ekonomi global dapat berdampak langsung terhadap aktivitas bisnis, investasi, perdagangan, dan konsumsi masyarakat.
Daerah perlu memiliki kemampuan beradaptasi terhadap perubahan tersebut. Diversifikasi ekonomi, penguatan UMKM, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta kemudahan investasi menjadi beberapa langkah yang dapat ditempuh.
Parepare juga menghadapi kebutuhan serupa. Penguatan sektor ekonomi lokal perlu dilakukan secara berkelanjutan agar pertumbuhan tidak bergantung pada satu sektor saja.
Pemerintah daerah dapat mengambil peran sebagai fasilitator. Sementara itu, dunia usaha menjadi motor penggerak investasi dan penciptaan lapangan kerja.
Kolaborasi keduanya dapat menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih tangguh. Masyarakat kemudian memperoleh manfaat melalui terbukanya kesempatan usaha dan pekerjaan.
Tasming Hamid Rakerkonas APINDO menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Parepare untuk memperluas jejaring dengan dunia usaha dan investor nasional. Kehadiran Tasming Hamid dalam Rakerkonas APINDO XXXV di Makassar memperlihatkan perhatian pemerintah daerah terhadap peluang investasi dan penguatan ekonomi.
Forum tersebut juga memberikan ruang bagi pemerintah daerah untuk memahami perkembangan dunia usaha sekaligus memperkenalkan potensi ekonomi daerah. Bagi Parepare, peluang investasi dan pengembangan UMKM dapat menjadi bagian penting dalam memperkuat ekonomi lokal.
Ke depan, partisipasi dalam forum bisnis nasional perlu diikuti dengan langkah konkret. Promosi investasi, penguatan UMKM, peningkatan kualitas layanan, dan kolaborasi dengan dunia usaha dapat menjadi fondasi untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi Parepare yang lebih kompetitif.
Dengan kolaborasi yang konsisten, peluang yang muncul dari forum nasional seperti Rakerkonas APINDO dapat diarahkan menjadi kerja sama nyata. Langkah tersebut sekaligus memperkuat posisi Parepare sebagai salah satu daerah yang aktif membuka ruang bagi investasi dan pertumbuhan ekonomi. (MS Journal)

















