Interaksinews.id, Makassar — Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Dr. M. Awal Chairuddin mengajak tokoh agama memperkuat sinergi dengan kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), termasuk mencegah peredaran narkoba dan kenakalan remaja.
Ajakan tersebut disampaikan saat Kapolda Sulsel bersilaturahmi dengan pengurus Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia Wilayah Sulawesi Selatan dan Tenggara (PGIW Sulselra) di Gedung PGIW Sulselra, Jalan Racing Centre, Kecamatan Panakkukang, Makassar, Senin (2/11/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Kapolda didampingi Wakapolda Sulsel Brigjen Pol. Dr. Gidion Arif Setyawan. Pertemuan itu menjadi ruang dialog untuk memperkuat komunikasi antara kepolisian dan tokoh agama dalam menghadapi berbagai persoalan sosial.
“Kami hadir di sini untuk bersilaturahmi dan bertukar pikiran dengan PGIW Sulselra. Kami berharap dapat bersama-sama membangun sinergi dan berkolaborasi dalam membantu tugas Polda Sulsel, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat,” ujar Awal Chairuddin.
Dalam pertemuan tersebut, Kapolda menyoroti peredaran dan penyalahgunaan narkoba yang dapat mengancam semua kelompok usia, terutama anak-anak dan generasi muda.
Ia mengajak tokoh agama, keluarga, dan masyarakat meningkatkan kepedulian serta pengawasan untuk mencegah generasi muda terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.
“Ancaman narkoba menjadi perhatian kita bersama. Peredarannya dapat menyasar semua kelompok usia, termasuk anak-anak. Karena itu, kita harus saling menjaga dan memiliki komitmen bersama untuk melindungi generasi muda,” tegasnya.
Kapolda juga meminta masyarakat aktif melaporkan gangguan keamanan melalui Call Center Polri 110 agar persoalan di lingkungan sekitar dapat segera ditangani.
Ia berharap kerja sama masyarakat dan kepolisian mampu menciptakan lingkungan yang aman sehingga warga dapat beraktivitas dan beribadah dengan nyaman.
Dalam dialog tersebut, pengurus PGIW Sulselra mengapresiasi upaya kepolisian menjaga keamanan di sekitar lingkungan kantor mereka. Pengurus juga menyatakan dukungan terhadap tugas Polda Sulsel dalam memelihara kamtibmas.
Selain itu, mereka menyampaikan persoalan kemacetan di sejumlah titik sekitar Gedung PGIW Sulselra yang membutuhkan penanganan.
Menanggapi aspirasi tersebut, Kapolda menyatakan akan menginstruksikan Direktorat Lalu Lintas Polda Sulsel untuk menindaklanjuti titik-titik kemacetan di Kota Makassar, termasuk kawasan sekitar gedung PGIW.
Kapolda turut menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi dan membina anak agar tidak terjerumus dalam kenakalan remaja maupun perilaku menyimpang.
Polda Sulsel, kata dia, telah menyiapkan pembinaan bagi remaja yang terlibat kenakalan melalui Sekolah Polisi Negara (SPN).
Program tersebut diharapkan membantu mereka memperbaiki perilaku, membangun kedisiplinan, serta memiliki bekal untuk memperoleh pekerjaan setelah menjalani pembinaan.
Kapolda berharap tokoh agama dan masyarakat turut mengambil peran dalam membimbing generasi muda agar tumbuh dalam lingkungan yang positif.
Pertemuan dengan PGIW Sulselra menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan kepolisian dengan organisasi keagamaan di Sulawesi Selatan.
Kolaborasi kepolisian, tokoh agama, keluarga, dan masyarakat diperlukan untuk menghadapi persoalan keamanan, narkoba, serta kenakalan remaja.
Melalui komunikasi dan kepedulian bersama, Kapolda berharap berbagai persoalan sosial dapat ditangani lebih cepat sehingga keamanan dan kerukunan masyarakat tetap terjaga.
(MS Journal)













