Interaksinews.id, Parepare — Pemerintah Kota Parepare kembali memperkuat strategi pengembangan ekonomi berbasis kewirausahaan melalui Pelatihan Parepare Keren yang digelar di Gedung Pertemuan Kebun Raya Jompie, Rabu (16/7/2026). Program yang memasuki tahun kedua pelaksanaannya itu menargetkan lahirnya 250 wirausaha baru pada 2026.
Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Wakil Wali Kota Parepare, Hermanto P. Turut hadir Kepala Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Pangkep Ashari Arifuddin, Kepala BPJPH Provinsi Sulawesi Selatan Rusfandi, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Program Parepare Keren menjadi salah satu instrumen strategis pemerintah daerah dalam membangun ekonomi masyarakat yang lebih mandiri, produktif, dan berdaya saing.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Parepare, Laode Arwan Rahman, mengatakan program tersebut tidak hanya berfokus pada pelatihan singkat, tetapi juga membangun ekosistem kewirausahaan yang berkelanjutan.
“Program ini bukan sekadar pelatihan selama beberapa hari, tetapi merupakan proses membangun ekosistem kewirausahaan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Pelatihan Parepare Keren dan Target 1.000 Pengusaha Baru
Laode menjelaskan, pemerintah menargetkan lahirnya 1.000 pengusaha baru secara bertahap dalam kurun empat tahun melalui pelatihan, pendampingan, dan fasilitasi pengembangan usaha.
Pada pelaksanaan perdana tahun 2025, sebanyak 250 peserta mengikuti program tersebut. Dari jumlah itu, 230 peserta atau sekitar 95,2 persen berhasil menuntaskan seluruh rangkaian pelatihan.
Hasil pemantauan Dinas Tenaga Kerja menunjukkan sekitar 75 persen alumni kini telah menjalankan usaha secara aktif. Sebagian di antaranya bahkan mampu menambah pendapatan keluarga melalui usaha yang dirintis setelah mengikuti pelatihan.
“Capaian ini menjadi indikator bahwa Parepare Keren mulai memberikan dampak nyata terhadap tumbuhnya wirausaha baru di Kota Parepare,” kata Laode.
Dukungan Sarana Usaha dan Sertifikasi Halal
Sebagai tindak lanjut, pemerintah tidak berhenti pada proses pelatihan. Alumni juga memperoleh pendampingan usaha, pelatihan kompetensi lanjutan, serta dukungan sarana usaha.
Bantuan tersebut meliputi:
Gerobak usaha
Kontainer bisnis
Tenda usaha
Pendampingan pengembangan usaha
Pelatihan kompetensi lanjutan
Dukungan itu diperoleh melalui kolaborasi dengan perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) serta bantuan pemerintah provinsi melalui skema Bantuan Keuangan Khusus (BKK).
Pemerintah juga memperluas kerja sama dengan BPJPH Provinsi Sulawesi Selatan. Melalui kolaborasi tersebut, peserta akan mendapatkan edukasi mengenai proses sertifikasi halal sekaligus fasilitasi pengurusan sertifikat halal secara gratis setelah usahanya berjalan.
Potensi 258 Kontainer Usaha untuk Alumni
Salah satu fokus utama Pemerintah Kota Parepare ialah memastikan alumni tetap memperoleh dukungan setelah menyelesaikan pelatihan.
Laode mengungkapkan pemerintah tengah mengupayakan kerja sama dengan puluhan gerai ritel nasional dan lokal di Parepare melalui program CSR.
Berdasarkan pemetaan pemerintah, terdapat 43 gerai ritel yang berpotensi memberikan bantuan kontainer usaha. Apabila setiap gerai menyediakan enam unit, maka tersedia potensi 258 kontainer usaha bagi pelaku UMKM.
Saat ini baru tersedia 54 unit, sehingga pemerintah masih membutuhkan tambahan sekitar 204 unit untuk memenuhi kebutuhan alumni Parepare Keren.
Pelatihan Parepare Keren Terhubung dengan Program Nasional
Selain bantuan sarana usaha, peserta juga akan memperoleh akses mengikuti pelatihan teknis melalui kerja sama dengan Balai Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan di Pangkep dan Bantaeng.
Seluruh peserta juga akan difasilitasi membuat akun SiapKerja, platform digital milik Kementerian Ketenagakerjaan yang menyediakan layanan:
Pelatihan
Sertifikasi kompetensi
Informasi lowongan kerja
Akses program pemberdayaan tenaga kerja
Bantuan Tenaga Kerja Mandiri (TKM)
Langkah ini dinilai penting karena masih banyak masyarakat yang belum dapat mengakses berbagai program pemerintah akibat belum memiliki akun pada platform tersebut.
Di sisi lain, Dinas Tenaga Kerja menggandeng Dinas Pendidikan Kota Parepare agar produk UMKM alumni dapat dipasarkan melalui Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (SIPLah) yang memanfaatkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Hermanto P Dorong Peserta Jadi Pencipta Lapangan Kerja
Mewakili Wali Kota Parepare yang sedang menjalankan tugas kedinasan di luar daerah, Wakil Wali Kota Hermanto P menegaskan bahwa Parepare Keren merupakan salah satu program prioritas pemerintah daerah.
Ia menyebut program tersebut ditargetkan mampu melahirkan sekitar 1.250 pengusaha baru selama masa pemerintahan saat ini.
Hermanto mengingatkan peserta agar tidak terpaku pada satu jenis usaha, terutama sektor kuliner yang sudah sangat kompetitif. Ia mendorong masyarakat menggali potensi dan keterampilan sesuai kemampuan masing-masing.
“Yang dibutuhkan hari ini bukan hanya pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja,” tegasnya.
Ia berharap setiap peserta yang berhasil mengembangkan usahanya mampu membuka peluang kerja bagi sedikitnya lima orang di lingkungan sekitarnya sehingga dampak ekonomi dapat dirasakan lebih luas.
Menurut Hermanto, keterampilan yang diperoleh peserta juga dapat menjadi modal untuk bekerja di dalam maupun luar negeri sebelum akhirnya kembali membangun usaha secara mandiri di Kota Parepare.
Parepare Keren Bangun Ekosistem Kewirausahaan Berkelanjutan
Program Parepare Keren mencerminkan pendekatan pemerintah yang tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan pelatihan, tetapi juga membangun ekosistem kewirausahaan melalui kolaborasi lintas lembaga.
Pendekatan tersebut mencakup:
Pelatihan kewirausahaan
Pendampingan usaha
Akses pembiayaan
Sertifikasi halal
Digitalisasi usaha
Perluasan pasar
Sejalan dengan arah kebijakan nasional, penguatan sektor UMKM menjadi salah satu pilar penting pertumbuhan ekonomi Indonesia karena mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian.
Pelatihan Parepare Keren yang kembali digelar pada Juli 2026 menjadi langkah strategis Pemerintah Kota Parepare dalam melahirkan wirausaha baru dan memperkuat UMKM daerah. Melalui pelatihan, pendampingan, bantuan sarana usaha, sertifikasi halal, digitalisasi, hingga akses pasar, program ini diharapkan mampu menciptakan pelaku usaha yang tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dan membuka lapangan kerja baru. Dengan pendekatan yang komprehensif, Parepare Keren diharapkan menjadi fondasi penting dalam membangun ekonomi daerah yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.
















