Interaksinews.id, Parepare — Pemerintah Kota Parepare melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) mengurangi kuota Paskibra Parepare dari 70 orang menjadi 35 personel untuk pelaksanaan upacara HUT ke-81 Republik Indonesia. Kebijakan tersebut dilakukan sebagai bagian dari penyesuaian terhadap efisiensi anggaran daerah tahun 2026.
Baca Juga : Pelajar Parepare Wakili Sulsel Lomba O2SN Tingkat Nasional
Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa Kesbangpol Parepare, Andi Ferial, menegaskan pengurangan kuota bukan karena pemotongan anggaran di tengah proses berjalan. Menurutnya, jumlah personel yang direkrut sejak awal sudah disesuaikan dengan pagu anggaran yang tersedia.
“Kami hanya melaksanakan kesesuaian anggaran yang tersedia untuk tahun ini. Jadi bukan dipangkas di tengah jalan, memang anggarannya masuk seperti itu dan disesuaikan dengan efisiensi beberapa kegiatan di Parepare,” kata Andi Ferial, Kamis (16/7/2026).
Anggaran Paskibra Turun Hingga 50 Persen
Ferial menjelaskan, anggaran kegiatan Paskibra tahun ini berada di kisaran Rp 300 juta, turun sekitar 50 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai lebih dari Rp 600 juta.
“Yang saat ini Rp 300 jutaan lebih. Kalau tahun lalu Rp 600 jutaan ya, turun 50 persen,” ujarnya.
Menurut dia, besaran anggaran sangat dipengaruhi oleh kualitas fasilitas dan kebutuhan logistik yang diberikan kepada personel. Kesbangpol memilih menggunakan standar harga yang menyesuaikan kondisi keuangan daerah saat ini.
“Kalau kita mau pakai fasilitas yang sangat bagus tentu anggarannya lebih tinggi. Tetapi jika menggunakan harga yang sedang, maka kebutuhannya juga disesuaikan,” jelas Ferial.
Penyesuaian tersebut mencakup berbagai kebutuhan seperti konsumsi, perlengkapan latihan, akomodasi, hingga fasilitas pendukung selama masa pelatihan Paskibraka.
Baca Juga : Aksi Sosial TP PKK Parepare: Berbagi Takjil dan Donasi Pakaian Layak Pakai
Total Rekrutmen 38 Orang
Meskipun kuota untuk tingkat kota hanya 35 personel, hasil seleksi sebenarnya menjaring 38 peserta. Tiga orang lainnya mendapat penugasan di tingkat yang lebih tinggi.
Rinciannya:
1 orang mewakili Parepare ke tingkat pusat di Istana Negara.
2 orang bertugas di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.
35 orang bertugas pada upacara HUT RI di Kota Parepare.
“Keseluruhannya 38 orang. Satu ikut di pusat di Istana Negara, dua di provinsi, dan 35 di Kota Parepare,” kata Ferial.
Keberhasilan tiga peserta menembus tingkat provinsi dan pusat menunjukkan kualitas hasil seleksi Paskibraka Parepare tetap kompetitif meskipun jumlah personel di tingkat kota berkurang.
Baca Juga : Kota Parepare: Sejarah, Potensi, Wisata, Ekonomi, dan Perkembangannya
Paskibra Parepare Tetap Gunakan Formasi Lengkap
Kesbangpol memastikan pelaksanaan upacara HUT ke-81 RI tetap berlangsung sesuai ketentuan. Formasi pengibaran bendera tidak mengalami perubahan meski jumlah personel berkurang.
“Pelaksanaan upacara HUT RI ke-81 tetap dilaksanakan. Tetap sesuai formasi pengibar bendera, Pasukan 17, 8, dan 45,” tegas Ferial.
Formasi tersebut merupakan susunan standar dalam upacara pengibaran bendera pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dengan demikian, masyarakat tetap akan menyaksikan prosesi pengibaran bendera dengan tata upacara yang lengkap sebagaimana tahun-tahun sebelumnya.
Evaluasi Barisan Saat Gladi Bersih
Kesbangpol bersama pelatih masih akan mengevaluasi kebutuhan teknis di lapangan. Jika saat gladi bersih ditemukan kekurangan personel untuk mendukung formasi tertentu, maka pemerintah membuka opsi melibatkan purna Paskibraka tahun sebelumnya.
“Kalau pada saat gladi itu 35 butuh tambahan, maka opsinya penambahan dari anak purna Paskibraka tahun kemarin,” ujar Ferial.
Langkah tersebut dinilai sebagai solusi untuk menjaga kerapian dan ketepatan formasi tanpa harus menambah beban anggaran baru.
Dampak Efisiensi Anggaran terhadap Paskibraka
Kebijakan efisiensi anggaran tidak hanya berdampak pada jumlah personel, tetapi juga pada pengelolaan seluruh kegiatan pendukung. Namun Kesbangpol menegaskan kualitas pelatihan tetap menjadi prioritas.
Beberapa penyesuaian yang dilakukan antara lain:
Optimalisasi fasilitas latihan yang tersedia.
Penyesuaian standar konsumsi dan akomodasi.
Penggunaan perlengkapan secara lebih efisien.
Pelibatan sumber daya yang sudah dimiliki pemerintah daerah.
Meski demikian, pemerintah memastikan semangat nasionalisme dan pembinaan karakter generasi muda tetap menjadi tujuan utama program Paskibraka.
Paskibra Parepare tahun 2026 mengalami pengurangan kuota dari 70 menjadi 35 personel akibat penyesuaian anggaran daerah yang turun sekitar 50 persen. Meskipun demikian, Kesbangpol Parepare memastikan upacara HUT ke-81 RI tetap menggunakan formasi pengibaran lengkap sesuai aturan.
Selain itu, dari total 38 peserta yang lolos seleksi, tiga orang berhasil mewakili Parepare di tingkat provinsi dan pusat. Pemerintah juga membuka peluang melibatkan purna Paskibraka apabila kebutuhan personel tambahan muncul saat gladi bersih menjelang pelaksanaan upacara kemerdekaan.
















