HeadlinePareparePendidikan & Tehnologi

Siswa SD Hafidz Alqurba Parepare Hafal 30 Juz Al-Qur’an, Jadi Inspirasi Pendidikan Islam Usia Dini

Parepare, Interaksinews.id – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Sekolah Dasar Hafidz Alquran dan Bahasa (SD Hafidz Alqurba) yang berada di bawah naungan Yayasan Amal Jariyah Indonesia (YAJI). Salah satu siswanya, Achmad Fadhlan Ar Raziq, yang saat ini duduk di kelas 6 SD, berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an.

Fadhlan menjadi salah satu dari sekian banyak santri yang berhasil menjadi hafidz di usia belia melalui sistem pendidikan formal yang diterapkan oleh sekolah berbasis Islam berstandar internasional ini. YAJI telah memiliki cabang di sejumlah wilayah, seperti Bone, Pinrang, Sidrap, dan Makassar, serta tengah membuka cabang baru di Kabupaten Barru.

Ketua YAJI, Ustad H. Ardian Kamal MSc, mengungkapkan kebanggaannya atas capaian tersebut. Ia menyebut SD Hafidz Alqurba sebagai sekolah formal pertama di Sulawesi, bahkan mungkin di Indonesia, yang berhasil menamatkan siswa dengan hafalan Al-Qur’an 30 juz di jenjang SD.

Sekolah ini tidak hanya fokus pada tahfidz, tetapi juga membekali siswa dengan pelajaran umum, teknologi informasi, serta bahasa Arab dan Inggris. Konsep “belajar dengan gembira” diterapkan agar anak-anak merasa nyaman dan senang meskipun bersekolah seharian penuh.

Orang tua Fadhlan, Fatahuddin dan Erna, menyampaikan rasa syukur atas bimbingan dari para ustadz dan ustadzah. “Awalnya anak kami belum bisa membaca Al-Qur’an, tapi berkat metode dan kesabaran para guru, ia mampu menghafal 30 juz. Sekolah ini sangat memperhatikan karakter dan komunikasi dengan orang tua,” ujar Erna.

Kisah Fadhlan menjadi bukti bahwa dengan sistem dan pendekatan yang tepat, anak-anak dapat mencapai prestasi luar biasa di usia dini. SD Hafidz Alqurba pun semakin menunjukkan eksistensinya sebagai lembaga pendidikan Islam unggulan di Sulawesi.


Artikel ini disusun berdasarkan informasi dan keterangan yang diterima redaksi. Setiap informasi telah disajikan secara proporsional untuk memberikan konteks kepada pembaca. Redaksi terbuka terhadap koreksi atau informasi tambahan apabila terdapat data yang perlu diperbarui.

Berita Terkait