PAREPARE, INTERAKSINEWS.ID – Pemerintah Kota Parepare terus memperkuat pembinaan moral dan spiritual aparatur sipil negara melalui program Safari Dakwah Parepare yang kini memasuki pekan ke-8. Program pembinaan rohani tersebut dipusatkan di Masjid Agung AGH Abdurrahman Ambo Dalle pada 8–11 Mei 2026.
Sebanyak 193 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terbagi dalam 10 kelompok yang masing-masing diisi 19 hingga 20 orang terdiri dari ASN, PPPK, Ketua RW-RT, hingga Ketua LPMK se-Kota Parepare.
Program dimulai pada Jumat sore pukul 17.00 WITA dan berakhir Senin dini hari setelah pelaksanaan sholat Subuh berjamaah.
Yang menarik, metode pembinaan ini mengadopsi pola khuruj tiga hari seperti yang lazim dilakukan Jamaah Tabligh. Selama tiga hari penuh, peserta menjalani pembinaan intensif di lingkungan masjid dengan sistem menginap dan aktivitas terpusat.
Digodok 3 Hari untuk Bangun Birokrasi Berbasis Akhlak
Dalam pelaksanaannya, peserta tidak hanya menerima ceramah keagamaan, tetapi juga dibentuk melalui pendekatan spiritual dan sosial secara menyeluruh.
Rangkaian kegiatan meliputi:
- Ceramah agama tentang penguatan akidah dan etos kerja Islami
- Diskusi dan halaqah terkait pelayanan publik berbasis nilai amar ma’ruf nahi munkar
- Pengajian dan tadarus Al-Qur’an
- Sholat fardhu berjamaah
- Itikaf dan qiyamul lail
- Khidmat atau pelayanan antar peserta untuk melatih kerendahan hati
Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, menegaskan bahwa program tersebut akan terus dilaksanakan secara bertahap hingga seluruh unsur birokrasi mendapat giliran mengikuti pembinaan.
“Program ini, insyaallah, akan diikuti secara bertahap oleh seluruh ASN Kota Parepare sebagai upaya memperkuat nilai-nilai amar ma’ruf nahi munkar di lingkungan birokrasi,” kata Tasming Hamid, Senin, 11 Mei 2026.
Menurutnya, pembinaan spiritual menjadi bagian penting dalam membangun tata kelola pemerintahan yang sehat dan berintegritas.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh budaya kerja yang berlandaskan keimanan, integritas, dan kepedulian, sehingga setiap pelayanan kepada masyarakat dapat dijalankan dengan semangat ibadah serta tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Program tersebut sekaligus memperlihatkan arah pembangunan karakter birokrasi di Parepare yang tidak hanya berorientasi pada administrasi dan target kerja, tetapi juga pembentukan moral aparatur.
Pengalaman Spiritual yang Disebut “Recharge” Pelayanan Publik
Peserta Safari Dakwah mengaku mendapat pengalaman berbeda selama mengikuti pembinaan tiga hari penuh di masjid.
Salah seorang peserta, Jumriadi yang merupakan Ketua RT, menyebut kegiatan tersebut memberi dampak emosional dan spiritual yang kuat.
“Rasanya seperti di-charge ulang. Pulang dari sini, insyaAllah lebih siap melayani warga dengan hati dan akhlak,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Ketua RT Kelurahan Bukit Harapan yang juga konten kreator, Eka Putra Mungkar atau dikenal dengan sapaan Abu Fildza, mengatakan suasana masjid yang khusyuk dipadukan dengan pembelajaran intensif membuat kegiatan tersebut terasa lebih bermakna.
“Suasana masjid yang khusyuk berpadu dengan semangat keilmuan menjadikan Safari Dakwah ini bukan sekadar rutinitas, tetapi momentum tazkiyatun nafs,” ujarnya.
Ia menilai birokrasi yang kuat bukan hanya dibangun melalui sistem pemerintahan yang baik, tetapi juga kualitas akhlak aparatur.
“Tiga hari di sini, kami diisi dengan ilmu, ibadah, dan kebersamaan. Pulang ke masyarakat jadi lebih siap melayani dengan hati,” tambahnya.
Pemkot Parepare Ingin Wujudkan Pemerintahan Religius dan Melayani
Program Safari Dakwah ini menjadi salah satu ikhtiar Pemkot Parepare dalam membangun pemerintahan yang religius, humanis, dan berintegritas.
Seluruh peserta mendapat sertifikat serta bingkisan hadiah dari Wali Kota Parepare sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka selama mengikuti pembinaan.
Kegiatan tersebut juga akan terus berlanjut pada pekan-pekan berikutnya hingga seluruh unsur birokrasi, mulai ASN hingga perangkat masyarakat tingkat kelurahan, mendapat kesempatan mengikuti program tersebut.
Upaya penguatan karakter aparatur sebelumnya juga terlihat dalam berbagai program pembinaan pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan yang dijalankan Pemkot Parepare. Baca juga ulasan lainnya di Koridor.id mengenai dinamika pemerintahan dan pelayanan publik di Parepare.
Selain itu, pendekatan pembangunan sumber daya manusia berbasis nilai religius juga mulai banyak diterapkan di sejumlah daerah di Indonesia. Informasi mengenai penguatan integritas ASN dapat dibaca melalui Kementerian PANRB.

















