PAREPARE, INTERAKSINEWS.ID — Arus mudik Idul Adha 2026 mulai memadati Pelabuhan Nusantara Kota Parepare, Sulawesi Selatan. Sebanyak 3.959 penumpang tercatat tiba di pelabuhan tersebut pada Jumat (22/5/2026) atau H-5 Idul Adha.
Ribuan pemudik itu datang menggunakan lima kapal penumpang dari sejumlah wilayah di Kalimantan hingga Malaysia. Kepadatan penumpang pun tak terhindarkan sejak pagi hari.
Pantauan di lokasi, KM Adithya dan KM Thalia bersandar hampir bersamaan sekitar pukul 08.44 Wita. KM Adithya membawa penumpang dari Samarinda, Kalimantan Timur, sedangkan KM Thalia mengangkut penumpang dari Nunukan, Kalimantan Utara, termasuk pekerja migran asal Tawau, Malaysia.
Suasana dermaga terlihat penuh sesak. Penumpang tampak berdesakan saat turun dari kapal sambil membawa koper besar, kardus, hingga tas ransel khas para perantau yang pulang kampung menjelang hari raya.
Fenomena lonjakan arus mudik ini memperlihatkan Parepare kembali menjadi pintu utama mobilitas warga Sulawesi Selatan, terutama bagi pekerja migran dan perantau dari kawasan timur Indonesia.
KSOP Parepare Prediksi Lonjakan Penumpang Terjadi Tiga Hari
Humas KSOP Parepare, Eko Prayitno, mengatakan peningkatan jumlah penumpang memang sudah diprediksi sejak beberapa hari terakhir menjelang Idul Adha.
“Untuk sekarang penumpang melonjak sebelum Idul Adha. Ramai penumpang untuk tanggal 22, 23, dan 24,” ujar Eko.
Ia merinci, terdapat lima kapal yang tiba di Pelabuhan Nusantara Parepare dengan total ribuan penumpang turun.
Berikut rincian kapal dan jumlah penumpang:
- KM Dharma Ferry 3 dari Batulicin: 404 penumpang turun
- KM Thalia dari Nunukan: 1.466 penumpang turun
- KM Adithya dari Samarinda: 1.781 penumpang turun
- KM Egon dari Batulicin: 308 penumpang turun
“Total ada 3.959 penumpang yang turun,” jelasnya.
Lonjakan ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya Idul Adha.
Baca juga: Patroli Udara Wali Kota dan Kapolres Parepare Jaga Kamtibmas Jelang Operasi Patuh 2025
Pemudik dari Malaysia Akui Kapal Sangat Padat
Salah satu pemudik asal Tawau, Malaysia, Suriani, mengaku perjalanan mudiknya kali ini berlangsung dalam kondisi kapal yang sangat ramai.
Wanita yang hendak pulang ke Kabupaten Pinrang tersebut mengatakan sebagian besar dek kapal dipenuhi penumpang sejak keberangkatan.
“Padat sangat ramai. Saya dapat tempat tuh di atas,” kata Suriani.
Ia mengaku sudah lebih dari setahun tidak pulang kampung karena kesibukan bekerja di Malaysia. Bahkan pada Idul Fitri sebelumnya, ia terpaksa merayakan lebaran di perantauan.
“Kemarin waktu Lebaran Idul Fitri nggak sempat pulang, baru ada kesempatan karena sibuk kerja,” tuturnya.
Menurut Suriani, dirinya hanya akan berada di kampung halaman dalam waktu singkat sebelum kembali bekerja di Malaysia.
Setelah 7 Tahun di Malaysia, Rosmini Akhirnya Pulang ke Bone
Cerita haru juga datang dari Rosmini, pemudik lainnya yang mengaku baru bisa pulang kampung setelah tujuh tahun merantau di Malaysia.
Perempuan tersebut akan menuju Kabupaten Bone untuk bertemu keluarga sekaligus berziarah ke makam kerabatnya.
“Tujuan pergi kunjungi anak, saudara, dengan ziarah kubur. Sekalian merayakan hari raya,” ungkap Rosmini.
Ia mengakui kondisi di dalam kapal sangat penuh hingga beberapa bagian dek terasa panas dan pengap akibat membludaknya penumpang.
Meski demikian, Rosmini merasa cukup beruntung karena mendapatkan tempat di area yang lebih nyaman.
“Saya punya tempat oke, sejuklah. Saya tinggal di dek 3 di belakang informasi,” ujarnya.
Tingginya arus mudik di Pelabuhan Nusantara Parepare kembali menunjukkan pentingnya jalur laut sebagai akses utama masyarakat dari Kalimantan dan Malaysia menuju Sulawesi Selatan.
Selain menjadi penghubung ekonomi kawasan timur Indonesia, pelabuhan ini juga menjadi simpul emosional bagi ribuan perantau yang pulang untuk merayakan hari raya bersama keluarga.
No posts found

















