PareparePeristiwa

Ada Sekam Berserakan di Jalan, Polisi Parepare Ini Pilih Turun Tangan

Interaksinews.id, Parepare — Aksi polisi bersihkan sekam di jalan Parepare menjadi perhatian setelah Aipda Herman, personel Unit Lantas Polsek Ujung Polres Parepare, turun tangan menyingkirkan sekam yang berserakan di badan Jalan Jenderal Ahmad Yani, tepat di depan SPBU Km 2, Parepare, Sulawesi Selatan.

Peristiwa tersebut terjadi ketika Aipda Herman hendak mengisi bahan bakar. Saat berada di sekitar lokasi, ia melihat sekam memenuhi sebagian jalur kendaraan dan menilai kondisi itu dapat mengganggu pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor.

Alih-alih melanjutkan perjalanan, Aipda Herman menghentikan aktivitasnya. Ia kemudian membersihkan material yang tercecer agar jalur kendaraan kembali lebih aman untuk dilalui.

Sekam yang berserakan di permukaan jalan dapat menjadi gangguan bagi kendaraan yang melintas. Kondisi tersebut semakin perlu diperhatikan ketika material berada di jalur yang ramai dan berpotensi membuat pengendara kehilangan kestabilan.

Aipda Herman mengatakan dirinya melihat sekam tersebut saat hendak mengisi bahan bakar. Karena menilai material itu dapat membahayakan pengguna jalan, ia memilih membersihkannya.

“Saya lihat sekam itu berserakan di jalan. Kalau dibiarkan, bisa berbahaya untuk pengguna motor. Karena itu saya berinisiatif untuk membersihkannya.”

Tindakan tersebut dilakukan secara spontan tanpa menunggu adanya laporan. Aipda Herman memilih mengatasi potensi gangguan di jalan setelah melihat langsung kondisi yang dapat membahayakan pengguna kendaraan.

Peristiwa itu kemudian terekam dalam video yang beredar di media sosial. Aksi tersebut mendapat beragam tanggapan dari warganet.

Sebagian warganet memberikan apresiasi karena polisi tersebut tidak hanya memperhatikan arus lalu lintas, tetapi juga mengambil langkah sederhana untuk mengurangi risiko bagi pengendara.

Di sisi lain, ada pula yang mengingatkan pentingnya keselamatan saat membersihkan material di jalan. Salah satu komentar mengingatkan Aipda Herman agar menggunakan pelindung ketika berhadapan dengan debu dari sekam.

Bagi pengendara sepeda motor, keberadaan material lepas di permukaan aspal perlu diwaspadai. Sekam yang menumpuk dapat membuat permukaan jalan menjadi kurang ideal untuk dilalui, terutama ketika pengendara tidak mengetahui keberadaannya sejak awal.

Kondisi seperti itu juga dapat menjadi lebih berisiko ketika kendaraan melaju dalam kecepatan tertentu. Pengendara yang tiba-tiba menghindari material di jalan berpotensi melakukan manuver mendadak dan mengganggu kendaraan lain.

Karena itu, langkah sederhana untuk membersihkan material yang mengganggu jalur kendaraan dapat membantu mengurangi potensi risiko.

Kapolsek Ujung Polres Parepare AKP Sukri Abdullah menilai tindakan Aipda Herman menunjukkan kepedulian terhadap keselamatan masyarakat.

“Apa yang dilakukan Aipda Herman merupakan bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat. Ketika melihat ada sesuatu di jalan yang berpotensi membahayakan pengguna kendaraan, khususnya sepeda motor, tentu harus segera diantisipasi.”

Menurut Sukri, perhatian terhadap kondisi sekitar merupakan bagian penting dari tugas personel yang beraktivitas di lapangan. Gangguan terhadap pengguna jalan tidak selalu berbentuk kecelakaan atau pelanggaran lalu lintas.

Material yang tercecer di badan jalan juga dapat menjadi potensi gangguan apabila tidak segera ditangani.

Aipda Herman Ingatkan Pentingnya Keselamatan Jalan

Tindakan Aipda Herman memperlihatkan bahwa menjaga keselamatan di jalan dapat dimulai dari langkah sederhana. Ketika menemukan material yang mengganggu jalur kendaraan, pengguna jalan dapat mengambil tindakan yang aman atau melaporkannya kepada pihak terkait.

Namun, keselamatan tetap menjadi pertimbangan utama. Membersihkan material di jalan yang ramai harus dilakukan dengan memperhatikan posisi kendaraan yang melintas agar tidak menimbulkan risiko baru.

Selain itu, kendaraan yang mengangkut bahan atau material juga memiliki peran dalam mencegah kejadian serupa. Muatan perlu dipastikan tetap aman selama perjalanan sehingga tidak jatuh atau berhamburan ke badan jalan.

Dengan begitu, pencegahan tidak hanya bergantung pada petugas yang menemukan material tercecer. Pengemudi dan pemilik kendaraan pengangkut juga perlu memastikan kondisi muatan sebelum melanjutkan perjalanan.

Peristiwa di Jalan Jenderal Ahmad Yani tersebut menjadi gambaran bahwa potensi bahaya lalu lintas bisa muncul dari kondisi yang terlihat sepele.

Sekam yang tercecer mungkin tampak sebagai persoalan kecil. Namun, ketika berada di jalur kendaraan, material tersebut dapat mengganggu pengendara dan meningkatkan risiko kecelakaan apabila tidak segera diantisipasi.

Respons Aipda Herman menunjukkan pentingnya kepekaan terhadap kondisi lingkungan saat berada di jalan. Tindakan sederhana untuk menyingkirkan material yang mengganggu dapat membantu membuat jalur kendaraan lebih aman.

Peristiwa itu juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tidak mengabaikan benda atau material yang berserakan di jalan. Jika tidak memungkinkan untuk menanganinya sendiri, pengguna jalan dapat menyampaikan informasi kepada petugas agar segera mendapat perhatian.

Pada akhirnya, keselamatan lalu lintas membutuhkan kepedulian dari berbagai pihak. Polisi, pengemudi, dan masyarakat memiliki peran masing-masing dalam mencegah potensi bahaya sebelum berkembang menjadi kecelakaan.

Aksi Aipda Herman yang semula hendak mengisi BBM kemudian berujung pada tindakan membersihkan sekam menjadi contoh bahwa kepedulian terhadap keselamatan pengguna jalan dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana dan langsung.

(MS Journal)


Artikel ini disusun berdasarkan informasi dan keterangan yang diterima redaksi. Setiap informasi telah disajikan secara proporsional untuk memberikan konteks kepada pembaca. Redaksi terbuka terhadap koreksi atau informasi tambahan apabila terdapat data yang perlu diperbarui.

Berita Terkait