Barru — Wakil Bupati Barru, Abustan A. Bintang, menerima audiensi jajaran Kantor Urusan Internasional (KUI) Universitas Hasanuddin di ruang kerjanya, Kamis (26/2/2026). Pertemuan tersebut membahas rencana pelaksanaan program homestay bagi mahasiswa internasional yang akan dilaksanakan di Kabupaten Barru pada momentum Ramadan 2026.
Program ini dirancang sebagai bagian dari upaya internasionalisasi kampus sekaligus memperkenalkan kehidupan sosial, budaya, dan keagamaan masyarakat Barru kepada mahasiswa asing.
Barru dan Unhas Perkuat Kolaborasi Pendidikan Internasional
Dalam pertemuan tersebut, Wakil Bupati Barru menyampaikan apresiasi dan sambutan hangat kepada tim KUI Unhas. Ia menegaskan bahwa kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Barru dan Universitas Hasanuddin telah terjalin kuat melalui berbagai program, seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik, riset daerah, serta pengembangan sektor peternakan dan perikanan.
Menurutnya, kolaborasi tersebut memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah sekaligus memperkuat hubungan antara pemerintah daerah dan dunia akademik.
“Pemerintah Kabupaten Barru pada prinsipnya sangat terbuka dan siap mendukung program yang membawa manfaat bagi masyarakat dan daerah,” ujar Abustan.
Desa Pacceke Dipilih Jadi Lokasi Homestay Mahasiswa Internasional
Dalam diskusi tersebut, Wakil Bupati Barru memaparkan sejumlah desa yang berpotensi menjadi lokasi pelaksanaan homestay. Penentuan lokasi mempertimbangkan berbagai aspek, seperti:
- Aksesibilitas transportasi
- Ketersediaan jaringan komunikasi
- Kesiapan masyarakat
- Aktivitas keagamaan yang aktif
- Pengalaman menerima tamu luar daerah
Setelah mempertimbangkan berbagai faktor tersebut, Desa Pacceke diarahkan sebagai lokasi utama kegiatan. Desa ini telah berstatus desa wisata dan memiliki pengalaman dalam menerima kunjungan tamu, sehingga dinilai siap mendukung pelaksanaan program homestay internasional.
Selain itu, mahasiswa internasional juga direncanakan mengikuti kegiatan keagamaan di kawasan pesantren Mangkoso untuk memperkaya pengalaman spiritual dan budaya selama Ramadan.
Mahasiswa Asing Akan Tinggal Bersama Warga Selama Ramadan
Sekretaris KUI Unhas, Muhammad Ridwan, menjelaskan bahwa program homestay merupakan bagian dari strategi internasionalisasi kampus. Saat ini, Unhas mengelola sekitar 500 mahasiswa internasional dari berbagai negara.
Dalam program homestay ini, sebanyak enam mahasiswa internasional akan tinggal bersama keluarga di desa selama tiga hari dua malam. Mereka akan didampingi mahasiswa lokal untuk membantu proses adaptasi dan interaksi dengan masyarakat.
Program ini bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa asing tentang kehidupan masyarakat Indonesia, khususnya suasana Ramadan yang sarat nilai kebersamaan, budaya, dan keagamaan.
Berpotensi Jadi Agenda Tahunan dan Promosi Desa Wisata Barru
Wakil Bupati Barru berharap program homestay mahasiswa internasional ini dapat dikembangkan menjadi agenda tahunan. Program tersebut dinilai memiliki potensi besar dalam memperkuat jejaring internasional daerah sekaligus mempromosikan potensi desa wisata di Barru.
Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat desa melalui interaksi langsung dengan mahasiswa internasional.
Pemerintah Kabupaten Barru menyatakan kesiapan penuh dalam memfasilitasi pelaksanaan program, termasuk koordinasi lintas sektor untuk memastikan kelancaran kegiatan.
Pihak KUI Unhas menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah daerah dan akan membahas lebih lanjut rencana pengembangan program tersebut secara internal.

















