MAKASSAR – Terpilihnya kembali Andi Amran Sulaiman sebagai Ketua Umum IKA Unhas periode 2026–2030 bukan sekadar hasil forum organisasi. Lebih dari itu, aklamasi yang terjadi dalam Musyawarah Besar (Mubes) mencerminkan konsolidasi kuat dan stabilitas internal alumni Universitas Hasanuddin.
Sidang pleno yang berlangsung di Makassar, Sabtu (2/5/2026), menetapkan Amran tanpa proses voting. Keputusan ini diambil setelah seluruh peserta menyatakan persetujuan bulat—sebuah indikator kuat bahwa dinamika internal organisasi berada dalam kondisi solid.
Fenomena aklamasi dalam organisasi besar seperti IKA Unhas tidak terjadi begitu saja. Dukungan sebesar 84,5 persen yang diperoleh Amran jauh melampaui ambang batas minimal organisasi.
Ketua sidang, Rahman Pina, menegaskan legitimasi keputusan tersebut.
“Menetapkan Dr. Andi Amran Sulaiman sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat IKA Universitas Hasanuddin periode 2026–2030,” ujarnya.
Minimnya kontestasi menunjukkan tidak adanya fragmentasi signifikan di tubuh organisasi. Sebaliknya, hal ini mencerminkan kepercayaan kolektif terhadap arah kepemimpinan yang telah berjalan.
Kekuatan Amran tidak hanya terlihat dari angka, tetapi juga dari sebaran dukungan. Mulai dari alumni fakultas, wilayah, daerah, hingga luar negeri menyatakan sikap yang sama.
Ketua panitia, Muhammad Ramli Rahim, menyoroti tingginya partisipasi sebagai legitimasi tambahan.
“Dukungan mencapai 84,5 persen, ini menunjukkan kepercayaan besar dari seluruh elemen alumni,” jelasnya.
Sebanyak 291 peserta dari 16 fakultas, ditambah perwakilan wilayah dan daerah, menjadi bukti bahwa keputusan ini berbasis representasi luas.
Secara strategis, keberlanjutan kepemimpinan membuka ruang akselerasi program. Tidak ada fase transisi panjang yang biasanya menghambat organisasi pasca pergantian pimpinan.
IKA Unhas kini berada pada posisi menguntungkan untuk mempercepat agenda besar, seperti:
- Penguatan jaringan alumni global
- Kontribusi pada kebijakan nasional
- Kolaborasi lintas sektor berbasis alumni
Selain itu, posisi Amran sebagai Menteri Pertanian memberikan nilai tambah tersendiri. Sinergi antara organisasi alumni dan kebijakan pemerintah berpotensi menciptakan dampak nyata, khususnya di sektor pangan.
IKA Unhas selama ini dikenal sebagai salah satu organisasi alumni paling aktif di Indonesia. Dengan struktur yang kuat dan jaringan luas, organisasi ini tidak hanya bergerak di internal kampus.
Perannya mulai bergeser menjadi aktor strategis dalam pembangunan nasional.
Hal ini sejalan dengan tren global, di mana jaringan alumni universitas besar menjadi motor inovasi, investasi, dan kebijakan publik.
Di tingkat regional, dinamika ini juga menarik perhatian publik Sulawesi Selatan. Informasi seperti ini menjadi bagian dari arus berita Sulsel terbaru, termasuk bagi pembaca yang mengikuti perkembangan daerah seperti Parepare.
IKA Unhas berpotensi menjadi penghubung strategis antara pusat dan daerah, terutama dalam mendorong pembangunan berbasis jejaring alumni.
Dengan mandat baru, arah organisasi diperkirakan akan bergeser dari konsolidasi ke ekspansi.
Fokus ke depan meliputi:
- Ekspansi jejaring internasional
- Penguatan kontribusi sektor strategis
- Dukungan transformasi Unhas menjadi universitas kelas dunia
Langkah ini menempatkan IKA Unhas bukan hanya sebagai organisasi nostalgia, tetapi sebagai katalis perubahan berbasis intelektual alumni.
Terpilihnya kembali Amran Sulaiman melalui aklamasi menegaskan satu hal penting: stabilitas organisasi adalah fondasi untuk pertumbuhan yang lebih besar.
Tanpa konflik internal, IKA Unhas kini memiliki ruang untuk fokus pada agenda strategis. Tantangan ke depan bukan lagi soal konsolidasi, tetapi bagaimana menerjemahkan kekuatan jaringan menjadi dampak nyata bagi bangsa.











