Sulawesi SelatanEkonomi & BisnisParepareWisata

Tasming Hamid Optimistis CFD dan CFN Jadi Penggerak Ekonomi Baru Parepare

PAREPARE – Pelaksanaan CFD dan CFN Parepare di kawasan Jalan Mattirotasi Baru kembali membuktikan diri sebagai magnet sosial sekaligus ekonomi. Ribuan warga memadati area tersebut, menikmati perpaduan rekreasi, olahraga, dan hiburan dalam satu ruang publik yang semakin hidup.

Fenomena ini bukan sekadar keramaian sesaat. Lebih dari itu, CFD (Car Free Day) dan CFN (Car Free Night) telah bertransformasi menjadi simbol baru aktivitas kota yang inklusif dan produktif.

Hiburan Jadi Pemicu Lonjakan Pengunjung

Antusiasme masyarakat mencapai puncaknya saat penampilan spesial dari Tri Suaka dan Zinidin Zidan.

Keduanya tampil dalam konsep unik bertajuk “Mendadak Ngamen Bareng Tri Suaka & Zinidin Zidan”, yang sukses menyedot perhatian publik lintas usia.

Suasana berubah menjadi lebih interaktif. Penonton tidak hanya menyaksikan, tetapi juga ikut bernyanyi, menciptakan pengalaman hiburan yang lebih dekat dan personal.

Kehadiran Pemerintah Perkuat Pesan Program

Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, bersama Kapolres Parepare dan jajaran pemerintah, turut hadir menyaksikan langsung kegiatan tersebut.

Dalam keterangannya, Tasming menegaskan bahwa program ini bukan kegiatan spontan, melainkan bagian dari desain besar pemerintah kota.

“Kita bersyukur kegiatan ini mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat berbagai kalangan, termasuk pelaku UMKM,” ujarnya.

Ia menambahkan, sejak awal pemerintah telah merancang CFD dan CFN sebagai ruang publik multifungsi.

Ruang Publik Baru yang Produktif

Lebih jauh, Tasming menekankan bahwa fungsi CFD dan CFN tidak hanya sebatas hiburan.

Ada tiga misi utama yang ingin dicapai:

  • Menciptakan ruang rekreasi yang sehat
  • Menghidupkan interaksi sosial masyarakat
  • Mendorong pertumbuhan ekonomi UMKM

“Selain menjadi tempat rekreasi dan olahraga, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Kehadiran pelaku UMKM di sepanjang kawasan Mattirotasi menjadi bukti konkret bahwa aktivitas ini memberi dampak langsung pada perputaran ekonomi lokal.

Dampak Ekonomi Mulai Terlihat

CFD dan CFN kini mulai menunjukkan fungsi strategisnya sebagai inkubator ekonomi berbasis keramaian publik.

Pedagang makanan, minuman, hingga produk kreatif lokal mendapatkan akses pasar yang lebih luas. Bahkan, beberapa pelaku usaha mengaku mengalami peningkatan omzet signifikan selama kegiatan berlangsung.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa konsep event publik berbasis komunitas dapat menjadi solusi efektif dalam menggerakkan ekonomi skala mikro.

Mattirotasi Menuju Ikon Baru Kota

Kawasan Mattirotasi Baru sendiri tengah diarahkan menjadi ruang publik ramah lingkungan dan berdaya tarik tinggi.

Dengan konsistensi pelaksanaan CFD dan CFN, kawasan ini berpotensi berkembang menjadi ikon baru Parepare—tidak hanya sebagai tempat berkumpul, tetapi juga sebagai pusat aktivitas ekonomi kreatif.

Tasming pun optimistis program ini akan terus berlanjut dengan dukungan berbagai pihak.

“Kami berharap ada sinergi dari semua elemen agar kegiatan ini bisa berjalan berkelanjutan,” tegasnya.

Tantangan: Konsistensi dan Pengelolaan

Meski sukses menarik massa, tantangan ke depan tetap ada. Konsistensi penyelenggaraan, pengelolaan kebersihan, serta penataan pedagang menjadi faktor krusial.

Tanpa pengelolaan yang baik, potensi besar CFD dan CFN bisa berbalik menjadi beban kota.

Namun, jika dikelola optimal, kegiatan ini bukan hanya event rutin, melainkan strategi pembangunan berbasis ruang publik yang berdampak jangka panjang.


Artikel ini disusun berdasarkan informasi dan keterangan yang diterima redaksi. Setiap informasi telah disajikan secara proporsional untuk memberikan konteks kepada pembaca. Redaksi terbuka terhadap koreksi atau informasi tambahan apabila terdapat data yang perlu diperbarui.

Berita Terkait