Interaksinews.id, Parepare — Ratusan massa yang terdiri atas relawan dan masyarakat menggelar Aksi Damai MBG Parepare di depan Gedung DPRD Kota Parepare, Sulawesi Selatan, Senin (29/6/2026). Mereka menyuarakan dukungan terhadap keberlanjutan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan program strategis pemerintah pusat.
Aksi berlangsung tertib dan damai. Massa membawa spanduk bertuliskan “Lanjutkan MBG” sebagai bentuk dukungan agar program tersebut tetap berjalan demi memberikan manfaat kepada masyarakat, khususnya kelompok penerima manfaat dan relawan yang terlibat dalam pelaksanaannya.
Sebelum menuju Gedung DPRD Parepare, para peserta aksi terlebih dahulu berkumpul di Lapangan Andi Makkasau. Mereka mengenakan kaus putih dengan atribut bernuansa merah putih sebagai simbol dukungan terhadap program nasional tersebut.
Aksi Damai MBG Parepare Berlangsung Kondusif
Sesampainya di Kantor DPRD Parepare, para peserta melakukan orasi secara bergantian. Mereka menyampaikan berbagai aspirasi mengenai pentingnya keberlanjutan Program Makanan Bergizi Gratis.
Selain berorasi, massa juga menyerahkan memorandum kepada DPRD Parepare agar aspirasi mereka diteruskan kepada pemerintah pusat.
Aspirasi tersebut diterima langsung oleh Ketua DPRD Parepare, Kaharuddin Kadir, yang kemudian bersama para peserta aksi menandatangani kesepakatan sebagai bentuk komitmen untuk menindaklanjuti tuntutan masyarakat.
Koordinator aksi, Andi Tenri Wara, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan aksi damai yang bertujuan mendukung keberlanjutan program.
“Ini aksi damai. Yang diperjuangkan hari ini adalah keberlanjutan terhadap MBG,” ujarnya.
Menurutnya, manfaat program tidak hanya dirasakan oleh para pelajar sebagai penerima makanan bergizi, tetapi juga masyarakat yang memperoleh kesempatan bekerja melalui dapur-dapur penyedia makanan.
“Program ini sangat diperuntukkan kepada relawan, masyarakat, dan dapur-dapur yang ada. Peserta aksi ini berasal dari relawan dan penerima manfaat,” katanya.
Program MBG Dinilai Membantu Ekonomi Masyarakat
Dalam aksi tersebut, sejumlah relawan juga menyampaikan pengalaman mereka selama terlibat dalam Program Makanan Bergizi Gratis.
Salah satunya adalah Ros yang mengaku program tersebut memberikan kesempatan baginya untuk kembali memperoleh penghasilan setelah kehilangan mata pencaharian.
Di hadapan anggota DPRD Parepare, Ros menceritakan bahwa sebelumnya dirinya bekerja di Pasar Senggol. Setelah aktivitas pasar berhenti, ia sempat tidak memiliki pekerjaan.
“Saya mewakili para janda. Dulu saya kerja di Pasar Senggol, sekarang sudah tutup. Untung ada penyelamat, MBG,” ungkapnya.
Ros mengatakan dirinya kini dapat kembali bekerja melalui kegiatan di dapur MBG.
Ia juga mengaku kondisi kesehatannya semakin baik karena memiliki aktivitas yang produktif setiap hari.
“Berapa bulan saya tidak bekerja. Setelah ikut MBG, saya merasa lebih sehat. Bukan hanya anak muda yang kuat, kami yang sudah tua juga tetap kuat kalau punya pekerjaan,” tuturnya.
Pengakuan tersebut mendapat respons positif dari peserta aksi yang berharap keberlangsungan program dapat terus memberikan manfaat sosial maupun ekonomi kepada masyarakat.
DPRD Parepare Siap Kawal Aspirasi ke Pemerintah Pusat
Ketua DPRD Parepare, Kaharuddin Kadir, menegaskan bahwa pihaknya mendukung Program Makanan Bergizi Gratis sebagai bagian dari program strategis nasional.
Namun demikian, ia menilai setiap program pemerintah tetap perlu dievaluasi agar pelaksanaannya berjalan sesuai aturan dan terhindar dari penyimpangan.
“Ini program strategis nasional Bapak Presiden. Kita sepakat mendukung. Tapi evaluasi tetap perlu dilakukan. Kalau ada yang melenceng, silakan ditegakkan hukumnya. Program ini merupakan investasi masa depan sehingga harus terus dilanjutkan,” tegasnya.
Aspirasi Pro dan Kontra Akan Sama-sama Disampaikan
Kaharuddin menjelaskan bahwa DPRD memiliki kewajiban menyalurkan seluruh aspirasi masyarakat, baik yang mendukung maupun yang mengusulkan evaluasi terhadap program MBG.
Menurutnya, perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi.
“Ada yang pro dan ada yang kontra, itu hal yang normal. Yang penting seluruh aspirasi masyarakat kami teruskan ke pemerintah pusat,” katanya.
Ia juga meluruskan bahwa aksi mahasiswa yang berlangsung sebelumnya bukan merupakan penolakan mutlak terhadap Program MBG.
Menurutnya, mahasiswa lebih menekankan perlunya evaluasi terhadap mekanisme pelaksanaan agar manfaat program semakin optimal.
“Yang saya lihat sebelumnya bukan penolakan secara penuh. Mereka juga mendukung evaluasi. Program ini pada dasarnya bertujuan mempersiapkan generasi penerus bangsa,” jelasnya.
Aksi Damai MBG Parepare menjadi wadah bagi relawan dan masyarakat untuk menyampaikan dukungan terhadap keberlanjutan Program Makanan Bergizi Gratis. Selain dinilai membantu pemenuhan gizi penerima manfaat, program tersebut juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat yang terlibat dalam operasional dapur MBG.
DPRD Parepare memastikan seluruh aspirasi yang berkembang, baik dukungan maupun usulan evaluasi, akan diteruskan kepada pemerintah pusat sebagai bagian dari fungsi representasi lembaga legislatif. Sikap tersebut diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan Program MBG agar semakin tepat sasaran dan memberi manfaat bagi masyarakat luas.


















