KebakaranPareparePolres Parepare

Polsek Bacukiki dan Brimob Bantu Damkar Tangani Kebakaran Pertashop dan Kebun Jagung di Bumi Harapan Parepare

Interaksinews.id, Parepare — Kebakaran Parepare terjadi di halaman Pertashop yang sudah tidak aktif di Jalan H. Mukaddas atau Bambu Runcing, Kelurahan Bumi Harapan, Kecamatan Bacukiki Barat, Selasa (25/8/2026). Api kemudian merembet ke lahan perkebunan jagung milik warga yang berada di seberang jalan.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.45 WITA. Api awalnya membakar semak belukar dan rumput kering di halaman Pertashop sebelum menjalar ke area perkebunan.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kebakaran berdampak pada lahan jagung seluas sekitar 700 meter persegi dengan kerugian yang ditaksir mencapai Rp5 juta.

Petugas kepolisian, Brimob, pemadam kebakaran, dan warga bergerak bersama untuk mengendalikan api. Setelah hampir satu jam penanganan, api akhirnya berhasil dipadamkan.

Kebakaran Parepare Bermula dari Semak Kering

Informasi mengenai kebakaran pertama kali diketahui warga yang melintas di sekitar lokasi. Seorang saksi melihat titik api yang masih berukuran kecil di depan Pertashop sekitar pukul 10.50 WITA.

Sekitar 15 menit kemudian, saksi kembali melintas dan melihat api telah membesar. Kobaran api saat itu sudah membakar semak belukar kering yang tumbuh di halaman Pertashop.

No posts found

Saksi kemudian menyampaikan informasi tersebut kepada karyawan showroom mobil yang berada di sekitar lokasi. Warga lain yang tinggal tidak jauh dari Pertashop juga melihat kepulan asap tebal masuk ke dalam rumah.

Kondisi tersebut membuat warga segera memberi tahu masyarakat sekitar. Sejumlah warga kemudian bergerak menuju lokasi untuk melihat kondisi kebakaran dan membantu upaya pemadaman.

Api yang membesar kemudian bergerak menuju lahan perkebunan jagung milik warga di seberang jalan. Kondisi tanaman dan semak yang kering membuat kobaran api lebih mudah menjalar.

Ketua RW 02 RT 03 Kelurahan Bumi Harapan, Sarlia, yang berada tidak jauh dari lokasi, kemudian menghubungi pihak Kelurahan Bumi Harapan dan Dinas Pemadam Kebakaran untuk melaporkan kejadian tersebut.

Laporan itu menjadi langkah awal untuk mendatangkan bantuan petugas. Sementara menunggu personel tiba, warga berupaya mencegah api semakin meluas.

Warga dan Petugas Bersama Padamkan Api

Pemilik lahan jagung, Adri, mengetahui kejadian tersebut ketika berada di rumah untuk persiapan makan siang. Setelah mendapatkan informasi, ia langsung menuju lokasi untuk melihat kondisi kebunnya.

Adri kemudian bergabung dengan warga yang berusaha memadamkan api menggunakan peralatan sederhana. Mereka menggunakan ranting pohon untuk menghambat dan memadamkan bagian api yang masih dapat dijangkau.

Upaya warga dilakukan sambil menunggu kedatangan petugas pemadam dan personel keamanan. Langkah tersebut penting untuk mencegah kobaran api semakin meluas ke area perkebunan.

Sekitar pukul 11.20 WITA, personel Batalyon B Pelopor Sat Brimob Polda Sulsel tiba di lokasi. Tak lama kemudian, empat unit kendaraan pemadam kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran Pemkot Parepare juga dikerahkan.

Petugas kemudian melakukan pemadaman secara bersama-sama dengan warga. Personel di lapangan mengarahkan penanganan agar api tidak kembali menjalar ke area lain.

Dalam proses tersebut, dua personel dari Polres atau Polsek, sembilan personel Brimob, dan 12 personel Damkar terlibat dalam penanganan. Sebanyak empat unit kendaraan pemadam turut mendukung proses pemadaman.

Kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan. Pemadaman selesai sekitar pukul 11.55 WITA, sehingga api tidak meluas ke area yang lebih besar.

Penanganan berlangsung tanpa laporan korban jiwa. Petugas kemudian melakukan pemantauan untuk memastikan tidak terdapat titik api yang kembali menyala.

Lahan Jagung Seluas 700 Meter Persegi Terdampak

Kebakaran tidak hanya membakar semak di halaman Pertashop yang sudah tidak aktif. Api juga berdampak pada lahan perkebunan jagung milik warga yang berada di seberang jalan.

Lahan tersebut merupakan bagian dari kebun dengan luas keseluruhan sekitar satu hektare. Dari area tersebut, sekitar 700 meter persegi lahan diperkirakan terdampak kebakaran.

Kondisi tanaman jagung sebelumnya juga telah mengalami persoalan akibat musim kemarau. Pemilik lahan menyebut tanaman mengalami gagal panen sebelum kebakaran terjadi.

Dampak kebakaran dan kondisi gagal panen tersebut membuat kerugian diperkirakan mencapai sekitar Rp5 juta. Nilai kerugian tersebut terutama berkaitan dengan tanaman jagung yang terdampak serta kondisi lahan.

Sementara itu, halaman Pertashop yang menjadi lokasi awal kebakaran diketahui sudah tidak aktif. Area tersebut ditumbuhi semak belukar dan rumput yang mengering.

Semak dan rumput kering menjadi material yang mudah terbakar, terutama ketika kondisi cuaca panas dan angin membantu penyebaran api.

Kondisi tersebut membuat lahan yang tidak terawat perlu mendapat perhatian, khususnya selama musim kemarau. Material kering di sekitar bangunan atau lahan kosong dapat menjadi pemicu meluasnya kebakaran apabila terkena sumber api.

Kebakaran Parepare Diduga Dipicu Puntung Rokok

Berdasarkan pengumpulan bahan keterangan sementara, api diduga bermula dari puntung rokok yang dibuang sembarangan oleh seseorang yang melintas di sekitar lokasi.

Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab kebakaran. Petugas masih perlu memastikan informasi yang diperoleh melalui penelusuran dan keterangan dari pihak terkait.

Selain dugaan sumber api, kondisi lingkungan turut menjadi perhatian. Rumput dan semak yang kering akibat musim kemarau dapat mempercepat penyebaran api.

Hembusan angin juga berpotensi membuat api bergerak lebih cepat dari satu titik ke titik lain. Karena itu, sumber api kecil dapat berkembang menjadi kebakaran apabila berada di dekat material yang mudah terbakar.

Polsek Bacukiki mengingatkan masyarakat agar tidak membuang puntung rokok sembarangan. Imbauan tersebut terutama berlaku ketika masyarakat berada di sekitar lahan yang dipenuhi rumput atau semak kering.

Warga juga diminta tidak melakukan pembakaran sampah maupun lahan secara sembarangan. Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat membesar ketika kondisi lingkungan kering.

Polisi Perkuat Pencegahan Kebakaran di Musim Kemarau

Peristiwa kebakaran di Jalan H. Mukaddas menjadi perhatian karena terjadi ketika kondisi lingkungan memasuki periode kering. Situasi tersebut meningkatkan potensi kebakaran lahan apabila masyarakat kurang berhati-hati menggunakan sumber api.

Polsek Bacukiki mendorong Bhabinkamtibmas di wilayah jajaran untuk berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan dan kecamatan. Koordinasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan sosialisasi mengenai langkah pencegahan kebakaran kepada masyarakat.

Upaya pencegahan dinilai penting karena kebakaran lahan dapat berkembang cepat dalam kondisi cuaca kering. Penanganan juga dapat menjadi lebih sulit ketika api menjalar melalui rumput dan semak yang mudah terbakar.

Masyarakat diimbau segera melaporkan apabila menemukan titik api. Laporan cepat dapat membantu petugas melakukan penanganan sebelum api meluas.

Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk mencegah kebakaran selama kondisi kering antara lain:

  • Tidak membuang puntung rokok sembarangan.
  • Tidak membakar sampah di dekat semak atau lahan kering.
  • Tidak melakukan pembakaran lahan tanpa pengawasan dan prosedur yang tepat.
  • Membersihkan semak dan material mudah terbakar di sekitar lingkungan.
  • Segera melaporkan titik api kepada petugas atau pemerintah setempat.
  • Menghindari aktivitas yang dapat memicu api di kawasan rawan kebakaran.

Pencegahan membutuhkan peran aktif masyarakat. Petugas dapat melakukan sosialisasi, tetapi kewaspadaan warga menjadi bagian penting untuk mengurangi potensi kebakaran.

Peristiwa di Bumi Harapan juga memperlihatkan pentingnya respons cepat ketika kebakaran mulai terlihat. Warga yang mengetahui titik api segera menyampaikan informasi dan berupaya melakukan pemadaman awal.

Di sisi lain, kedatangan personel Brimob dan Damkar mempercepat penanganan. Kolaborasi antara petugas dan masyarakat membantu mengendalikan api sebelum dampaknya semakin luas.

Kebakaran Menjadi Pengingat Penting bagi Warga

Kebakaran yang melanda halaman Pertashop tidak aktif dan lahan jagung warga akhirnya berhasil dipadamkan. Tidak ada korban jiwa, tetapi sekitar 700 meter persegi lahan jagung terdampak dan kerugian diperkirakan mencapai Rp5 juta.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa semak dan rumput kering tidak dapat dianggap sepele. Sumber api kecil sekalipun dapat berubah menjadi kebakaran besar ketika bertemu material kering dan hembusan angin.

Karena itu, kewaspadaan perlu ditingkatkan selama musim kemarau. Masyarakat diharapkan lebih berhati-hati ketika menggunakan api dan segera melaporkan kondisi yang berpotensi memicu kebakaran.

Pencegahan juga perlu dilakukan secara bersama-sama antara masyarakat, pemerintah kelurahan, kepolisian, pemadam kebakaran, dan unsur terkait lainnya. Dengan koordinasi yang baik, potensi kebakaran dapat ditekan dan penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

Kasus kebakaran di Jalan H. Mukaddas menjadi contoh pentingnya kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Menjaga lahan tetap bersih dari material mudah terbakar serta tidak membuang sumber api sembarangan merupakan langkah sederhana yang dapat mencegah kerugian lebih besar.

Polsek Bacukiki pun mendorong masyarakat untuk tidak menunggu api membesar sebelum bertindak. Setiap titik api perlu mendapat perhatian dan dilaporkan secepatnya agar petugas dapat melakukan penanganan.

Dengan kewaspadaan bersama, risiko kebakaran lahan selama musim kemarau di Kota Parepare diharapkan dapat diminimalkan. Keselamatan warga dan perlindungan terhadap lahan produktif menjadi tanggung jawab bersama. (MS Journal)


Artikel ini disusun berdasarkan informasi dan keterangan yang diterima redaksi. Setiap informasi telah disajikan secara proporsional untuk memberikan konteks kepada pembaca. Redaksi terbuka terhadap koreksi atau informasi tambahan apabila terdapat data yang perlu diperbarui.

Berita Terkait