PAREPARE, Interaksinews.id – Kota Parepare kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai pusat penyelenggaraan event berskala regional di Sulawesi Selatan. Kali ini, perhatian pecinta otomotif tertuju ke Sirkuit Mattirotasi Baru, Pantai Bibir Parepare, saat Wali Kota Parepare membuka Kejurda Kapolres Cup Drag Bike Seri I 2026 yang berlangsung pada 9-10 Mei 2026.
Ajang balap motor bergengsi tersebut berlangsung meriah dan sukses menyedot perhatian ribuan penonton. Tidak tanggung-tanggung, lebih dari 200 starter ikut ambil bagian dalam kompetisi yang mempertemukan joki-joki terbaik dari berbagai daerah.
Peserta tidak hanya datang dari Sulawesi Selatan, tetapi juga berasal dari Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Kalimantan Timur hingga Pulau Jawa. Antusiasme besar itu sekaligus menegaskan posisi Parepare sebagai salah satu destinasi baru event otomotif di kawasan timur Indonesia.
Kolaborasi Besar Angkat Nama Parepare
Kesuksesan Kejurda Kapolres Cup Drag Bike Seri I tidak lepas dari kolaborasi sejumlah pihak. Event ini digelar melalui sinergi antara Zakir Racing Team, Tinta Hijau Management, dan JT05.
Di balik layar, sejumlah nama menjadi motor penggerak utama, mulai dari pembalap legend Junaedi, Manager Zakir Racing Team Syafruddin Sjam, hingga Iqbal Rahim Gani dari Tinta Hijau Management.
Mereka memastikan seluruh rangkaian acara berjalan optimal, mulai dari proses perizinan, kesiapan lintasan, hingga standar keamanan dan safety marshal.
Manager Zakir Racing Team, Syafruddin Sjam, mengaku bersyukur karena event tersebut berjalan lancar dan mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat.
“Alhamdulillah, acara berjalan lancar. Peserta membludak dan penonton sangat tertib. Ini adalah bukti nyata bahwa Parepare sangat siap menjadi tuan rumah untuk event-event skala besar ke depannya,” ujar Syafruddin Sjam yang akrab disapa Pallung, Minggu (10/5/2026).

Drag Bike Jadi Solusi Tekan Balap Liar
Tidak hanya menjadi ajang hiburan, Kejurda Drag Bike ini juga membawa misi sosial dan edukatif. Panitia bersama Kapolres Parepare, AKBP Indra Waspada Yuda, menjadikan event tersebut sebagai wadah resmi bagi anak muda untuk menyalurkan bakat balap secara aman dan terukur.
Menariknya, seluruh masyarakat dapat menikmati event tersebut secara gratis karena panitia membebaskan biaya tiket masuk.
Pembalap senior Junaedi menilai langkah itu penting untuk mendekatkan dunia otomotif dengan masyarakat sekaligus mengurangi aksi balap liar di jalan raya.
“Daripada anak muda balap di jalanan yang mengganggu ketertiban, mending kita kasih wadah resmi. Di sini aman, ada hadiahnya, dan yang paling penting ada prestasi yang bisa diraih,” katanya.
Pesan tersebut menjadi sorotan penting di tengah meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap aksi balap liar yang kerap membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Kelas Neraka Jadi Magnet Penonton
Selama dua hari pelaksanaan, penonton disuguhkan pertarungan sengit di berbagai kelas favorit yang dikenal sebagai “kelas neraka”.
Beberapa kategori yang paling menyita perhatian antara lain:
- Open Bracket 8 detik
- Open Bracket 9 detik
- Open Bracket 10 detik
- Bebek 4T TU 130cc
- Sport 2T TU 155cc
- Matic 200cc
Deru mesin dan persaingan ketat di lintasan lurus sepanjang 201 meter menciptakan atmosfer kompetisi yang memacu adrenalin. Penonton memadati area sirkuit sejak pagi hingga malam hari.
Selain itu, lokasi sirkuit yang berada di kawasan Pantai Mattirotasi memberi nilai tambah tersendiri karena menghadirkan panorama laut yang menjadi daya tarik wisata.
Parepare Dinilai Layak Jadi Kota Event Otomotif
Kesuksesan seri perdana Kejurda Kapolres Cup Drag Bike langsung memunculkan harapan baru dari masyarakat dan komunitas otomotif. Banyak pihak meminta agar seri berikutnya kembali digelar di Parepare.
Dengan fasilitas sirkuit yang representatif, dukungan pemerintah daerah, serta manajemen penyelenggaraan yang profesional, Parepare dinilai memiliki peluang besar berkembang menjadi kota event otomotif di Sulawesi Selatan.
Momentum ini sekaligus menjadi peluang strategis untuk mendongkrak sektor ekonomi lokal, mulai dari UMKM, perhotelan, kuliner hingga pariwisata.













