Olahraga

Shin Tae-yong Resmi Jadi Pelatih Persija Jakarta, Kontrak Tiga Tahun di Super League 2026/2027

JAKARTA, Interaksinews.id – Persija Jakarta resmi mengumumkan penunjukan Shin Tae-yong (STY) sebagai pelatih kepala baru untuk menghadapi kompetisi Super League 2026/2027. Pelatih asal Korea Selatan tersebut dikontrak selama tiga tahun dan akan memimpin Macan Kemayoran dalam upaya kembali merebut gelar juara.

Pengumuman resmi dilakukan dalam acara perkenalan yang berlangsung di Jakarta International Stadium (JIS), Senin. Kehadiran STY sekaligus menandai berakhirnya era Mauricio Souza yang sebelumnya menangani Persija sepanjang musim lalu.

Presiden Klub Persija Jakarta, Mohamad Prapanca, menegaskan bahwa keputusan merekrut Shin Tae-yong merupakan bagian dari langkah strategis klub untuk meningkatkan daya saing tim.

“Semoga pilihan kita ini menjadi titik balik untuk masa depan Persija,” kata Prapanca saat memperkenalkan Shin Tae-yong kepada publik.

Evaluasi Musim Lalu Jadi Dasar Perekrutan

Prapanca mengungkapkan proses pencarian pelatih baru sebenarnya telah dimulai ketika kompetisi musim lalu memasuki 10 pekan terakhir.

Saat itu, Persija yang masih bersaing dalam perebutan gelar justru mengalami penurunan performa. Macan Kemayoran gagal meraih kemenangan dalam tiga pertandingan beruntun, termasuk dua hasil imbang melawan Borneo FC dan Dewa United serta kekalahan dari Bhayangkara Presisi Lampung FC.

Rangkaian hasil tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat Persija gagal menjaga momentum dalam perburuan gelar juara.

Pada akhir musim, Persija harus puas menempati posisi ketiga klasemen dengan koleksi 71 poin. Mereka tertinggal dari Persib Bandung yang keluar sebagai juara dan Borneo FC yang finis sebagai runner-up.

“Coach Mauricio sudah memberikan yang terbaik, tetapi kami memiliki target yang lebih tinggi,” ujar Prapanca.

Keputusan menunjuk Shin Tae-yong menunjukkan ambisi besar manajemen untuk membawa Persija kembali menjadi kekuatan utama sepak bola nasional.

Rekam Jejak Shin Tae-yong Jadi Pertimbangan Utama

Penunjukan Shin Tae-yong bukan tanpa alasan. Selama lima tahun menangani Timnas Indonesia pada periode 2020 hingga 2025, ia berhasil membawa perubahan signifikan terhadap performa sepak bola nasional.

Meski belum mempersembahkan trofi, sejumlah capaian penting berhasil dicatatkan pelatih berusia 56 tahun tersebut.

Di bawah kepemimpinannya, Indonesia berhasil meloloskan tiga kelompok usia tim nasional ke Piala Asia. Tim senior bahkan mampu menembus babak 16 besar Piala Asia 2023, pencapaian yang menjadi salah satu tonggak sejarah sepak bola Indonesia.

Selain itu, Timnas U-23 Indonesia sukses menembus peringkat keempat Piala Asia U-23 2024 dan nyaris lolos ke Olimpiade Paris.

Tidak hanya dari sisi prestasi turnamen, STY juga berhasil meningkatkan daya saing Timnas Indonesia di level internasional. Ranking FIFA Indonesia melonjak dari posisi 173 dunia menjadi peringkat 129 dunia selama masa kepemimpinannya.

Capaian tersebut membuat nama Shin Tae-yong tetap mendapatkan apresiasi luas dari pecinta sepak bola Indonesia meski kontraknya bersama PSSI berakhir pada awal Januari tahun lalu.

Sempat Berkarier di Korea Selatan

Setelah meninggalkan Timnas Indonesia, Shin Tae-yong kembali ke Korea Selatan dan menjalani sejumlah peran strategis.

Ia dipercaya menjadi Vice-President di Korea Football Association (KFA) selama 11 bulan sebelum melanjutkan karier sebagai Director of Football di Seongnam FC selama empat bulan.

Terakhir, STY sempat menangani Ulsan HD sebagai pelatih kepala. Dalam 10 pertandingan yang dipimpinnya, ia mencatatkan dua kemenangan, empat hasil imbang, dan empat kekalahan.

Kini, Shin Tae-yong kembali ke Indonesia dengan tantangan baru yang tidak kalah besar, yakni mengembalikan Persija Jakarta ke jalur juara setelah beberapa musim gagal memenuhi ekspektasi suporter.

Harapan Baru untuk Macan Kemayoran

Kehadiran Shin Tae-yong membawa optimisme baru bagi Persija Jakarta. Pengalamannya menangani tim nasional serta kemampuannya membangun tim jangka panjang dinilai sesuai dengan visi klub untuk menciptakan fondasi yang lebih kuat.

Selain memburu gelar domestik, Persija juga berharap STY mampu meningkatkan kualitas permainan tim sekaligus mengembangkan talenta muda yang selama ini menjadi salah satu ciri khas kepelatihannya.

Dengan kontrak berdurasi tiga tahun, manajemen memberikan ruang bagi Shin Tae-yong untuk membangun proyek jangka panjang yang diharapkan mampu mengembalikan kejayaan Macan Kemayoran di kompetisi sepak bola Indonesia.

Bagi publik sepak bola nasional, kepulangan STY ke Indonesia menjadi salah satu cerita besar menjelang bergulirnya Super League 2026/2027. Kini, sorotan tertuju pada bagaimana pelatih asal Korea Selatan itu menjawab ekspektasi tinggi yang dibebankan kepadanya bersama Persija Jakarta.


Artikel ini disusun berdasarkan informasi dan keterangan yang diterima redaksi. Setiap informasi telah disajikan secara proporsional untuk memberikan konteks kepada pembaca. Redaksi terbuka terhadap koreksi atau informasi tambahan apabila terdapat data yang perlu diperbarui.

Berita Terkait