Interaksinews.id, Parepare – Tahapan penjaringan Bakal Calon Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare periode 2026–2030 mencatatkan sejarah baru. Prof. Dr. Hj. Darmawati, M.Pd., resmi mendaftarkan diri dan menjadi figur perempuan pertama yang menyatakan kesiapan memimpin kampus tersebut.
Pendaftaran Prof Darmawati dilakukan pada Senin (12/1/2026). Kehadirannya langsung menyita perhatian karena rekam jejak pengabdiannya yang panjang di IAIN Parepare. Ia merupakan salah satu dosen pengangkatan pertama sejak era STAIN Parepare tahun 1998, jauh sebelum kampus ini bertransformasi menjadi institut.
“Saya mendaftarkan diri sebagai bakal calon rektor untuk mendedikasikan diri. Saya sudah di sini sejak 1998, sebagai dosen pengangkatan pertama,” ujar Prof Darmawati usai menyerahkan berkas pendaftaran.
Dengan pengalaman pengabdian lebih dari 25 tahun, Prof Darmawati membawa visi yang ia sebut sederhana namun fundamental. Menurutnya, meskipun kualitas akademik IAIN Parepare terus menunjukkan kemajuan, penguatan institusi dari sisi tata kelola harus menjadi prioritas utama.
“Visi saya sangat sederhana, ingin menjadikan IAIN Parepare kuat dari segi institusi, tertib dalam tata kelola, dan sejahtera bagi mahasiswa, dosen, serta seluruh sivitas akademika melalui layanan yang berkualitas,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa transparansi dan akuntabilitas merupakan prasyarat mutlak bagi keberlanjutan kampus. Bagi Prof Darmawati, kesejahteraan sivitas akademika tidak dapat dilepaskan dari tata kelola yang baik dan berpihak pada peningkatan kualitas kehidupan akademik.
“Tata kelola harus transparan. Bukan hanya sekadar berbicara tentang go international, tetapi fondasi institusinya harus diperkuat terlebih dahulu,” tambahnya.
Dalam pemaparannya, Prof Darmawati merinci tiga fokus utama yang akan menjadi prioritas jika dipercaya memimpin IAIN Parepare, yakni peningkatan kualitas layanan, pengelolaan institusi yang transparan, serta kesejahteraan sivitas akademika yang berorientasi pada kualitas akademik.
Langkah Prof Darmawati dalam kontestasi ini juga dinilai berbeda. Di tengah dinamika bursa calon rektor, ia memilih bergerak secara mandiri, tanpa membentuk tim pemenangan khusus atau melakukan pendekatan bernuansa politis.
Ia menegaskan bahwa pencalonannya murni didorong oleh semangat dedikasi terhadap kampus yang telah menjadi bagian dari perjalanan hidup dan pengabdiannya sejak lebih dari dua dekade lalu.
“Saya tidak membentuk tim khusus. Ini murni dedikasi saya untuk kampus yang sudah saya tempati mengabdi sejak 1998,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, proses penjaringan Bakal Calon Rektor IAIN Parepare masih terus berlangsung. Panitia Penjaringan menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi dilakukan dengan pengawasan ketat guna menjamin akuntabilitas, transparansi, dan kesetaraan kesempatan bagi seluruh kandidat.
Kehadiran Prof Darmawati dalam bursa calon rektor diprediksi akan memberi warna baru dalam dinamika pemilihan pimpinan IAIN Parepare. Sebagai kandidat perempuan pertama, pencalonannya menjadi simbol inklusivitas dan kemajuan kepemimpinan perempuan di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).












