HeadlinePendidikan & Tehnologi

Prof Hannani Resmi Daftar Calon Rektor IAIN Parepare Periode 2026–2030

Interaksinews.id, Parepare – Rektor petahana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare, Prof. Dr. Hannani, M.Ag., resmi mendaftarkan diri kembali sebagai bakal calon Rektor untuk periode 2026–2030. Pendaftaran tersebut dilakukan pada Jumat (9/1/2026) dengan menyerahkan seluruh berkas persyaratan kepada Panitia Seleksi Calon Rektor IAIN Parepare.

Prof Hannani tercatat sebagai pendaftar kedua, setelah sebelumnya Prof. Dr. Andi Aderus, Lc., M.A. dari UIN Alauddin Makassar lebih dahulu mendaftarkan diri. Prof Hannani tiba di lokasi pendaftaran bersama timnya sekitar pukul 16.30 WITA.

Momentum pendaftaran ini, menurut Prof Hannani, merupakan langkah untuk melanjutkan kolaborasi dan kerja kolektif yang telah dibangun bersama sivitas akademika IAIN Parepare selama satu periode kepemimpinannya.

“Di Jumat yang berkah ini, saya membacakan bismillah untuk mendaftar kembali. Perlu kami sampaikan hal-hal yang telah kami laksanakan bersama seluruh tim IAIN Parepare kurang lebih empat tahun terakhir,” ujar Prof Hannani.

Dalam pemaparannya, Prof Hannani menyoroti sejumlah capaian strategis yang berhasil diraih IAIN Parepare di bawah kepemimpinannya. Salah satu capaian paling signifikan adalah keberhasilan meraih akreditasi institusi peringkat ‘Unggul’, yang menjadi tonggak penting penguatan mutu kelembagaan.

Selain itu, IAIN Parepare juga memperoleh penilaian positif dari Inspektorat Jenderal Kementerian Agama dalam pengukuran capaian kualitas kementerian melalui program Asta Cita. Capaian ini menunjukkan peningkatan tata kelola dan kinerja birokrasi kampus.

Di tingkat nasional, IAIN Parepare juga berhasil menembus 10 besar peringkat SINTA (Science and Technology Index) di jajaran Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia, sekaligus menempatkan kampus tersebut sebagai PTKIN terbaik di Indonesia Timur.

Tidak hanya itu, hingga saat ini terdapat 15 program studi di IAIN Parepare yang telah meraih status akreditasi Unggul, memperkuat posisi institusi sebagai salah satu kampus Islam negeri dengan mutu akademik yang kompetitif.

Prof Hannani juga mengungkapkan bahwa pihak kampus saat ini tengah menunggu Surat Keputusan (SK) pembukaan Program Studi Doktor (S3). Setelah melalui tahapan verifikasi oleh Kementerian Agama, IAIN Parepare dinyatakan telah memenuhi syarat sebagai penyelenggara program doktoral.

“Ini sangat ditunggu oleh para alumni dan masyarakat di wilayah Ajatappareng hingga Sulawesi Barat. Kita berharap kehadiran program S3 dapat memperluas akses pendidikan tinggi keagamaan,” tegasnya.

Jejak Akademik dan Kepemimpinan

Prof Hannani merupakan akademisi yang telah mengabdikan diri di IAIN Parepare sejak 1999, saat institusi tersebut masih berstatus STAIN Parepare. Ia lahir di Pangkep, 18 Mei 1972, dan menyelesaikan pendidikan doktoralnya pada 2016 di bidang Hukum dan Syariat Islam, dengan fokus riset pada pemberdayaan zakat profesi.

Sebelum menjabat sebagai Rektor, Prof Hannani pernah menduduki sejumlah jabatan strategis, di antaranya sebagai Pembantu Ketua III Bidang Kemahasiswaan STAIN Parepare pada 2006. Ia dikenal produktif menulis karya ilmiah dengan fokus kajian hukum Islam dan multikulturalisme.

Dengan rekam jejak tersebut, Prof Hannani menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan estafet kepemimpinan di periode kedua, sekaligus mengawal agenda besar transformasi kelembagaan IAIN Parepare.


Artikel ini disusun berdasarkan informasi dan keterangan yang diterima redaksi. Setiap informasi telah disajikan secara proporsional untuk memberikan konteks kepada pembaca. Redaksi terbuka terhadap koreksi atau informasi tambahan apabila terdapat data yang perlu diperbarui.

Berita Terkait